Peneliti Temukan ‘Karang Penyembuh’ Terumbu Karang

Queensland, Gontornews – Penelitian yang dilakukan oleh peneliti asal Queensland University, CSIRO, Australian Insitute of Marine Science dan University of Sheffield menemukan sejumlah cara untuk mengurangi rusaknya terumbu karang akibat pemanasan global. secara spesifik, mereka menemukan hubungan antarterumbu karang yang terdapat di Great Barrier Reef di timur laut benua Australia.

The Great Barrier Reef  sendiri merupakan struktur terumbu karang terbesar di dunia yang membentang sepanjang 2.300 km dan ditumbuhi lebih dari 3.800 spesies terumbu karang. Sayangnya, pemanasan global membuat terumbu karang di wilayah tersebut rusak.

Dalam penelitian ini, mereka menemukan setidaknya 112 spesies terumbu karang yang dianggap memiliki sifat seperti jantung dalam struktur terumbu karang di The Great Barrier Reef. Mereka menjelaskan, dengan memperbaiki terumbu karang ‘tertentu’ tersebut dapat membantu memulihkan kembali terumbu karang yang sudah rusak.

“Kami menemukan setidaknya 100 terumbu yang berkerja seperti sistem kardiovaskular di The Great Barrier Reef,” kata Prof Mumby dari University of Queensland’s School of Biological Science dan ARC Centre of Exellence in Coral Reef Studies, sebagaimana dilansir Guardian.

“Ini memberikan kita sedikit harapan bahwa kemampuan penyembuhan terumbu karang di wilayah tersebut lebih besar dari yang sebelumnya kita perkirakan,” tambahnya.

Dalam prosesnya, Mumby meneliti hubungan antara terumbu karang dengan arus laut terkait dengan penyembuhan terumbu karang yang rusak.

The Great Barrier Reef seluas Italia. Pada waktu tertentu, perbaikan terumbu karang ‘tertentu’ tersebut jika bagus dapat mengeluarkan kemampuan untuk menyembuhkan dirinya sendiri,” kata Mumby.

“(Namun) itu tidak sempurna. Ada daerah penghalang di utara yang memiliki terumbu karang yang belum teridentifikasi,” jelasnya.

Sementara itu, peneliti dari SCIRO Oceans and Atmosphere telah mengidentifikasi sejumlah terumbu karang ‘tertentu’ itu untuk dilakukan pemulihan secara seksama.

“Ini juga membuktikan bahwa ini tidak mungkin cukup untuk jangka panjang Great Barrier Reef secara keseluruhan. (Hal ini disebabkan) adanya keterkaitan antara mitigasi iklim, pengelolaan lokal serta penyemaian ulang terumbu karang,” ungkap Dr Andrew Lenton.

“Sangat jelas bahwa menjaga terumbu karang di masa mendatang perlu dilakukan secara agresif khususnya dalam merespon perubahan iklim.”

“Kami membutuhkan kebijakan yang koheren dari pemerintah tentang apa yang ingin dicapai pemerintah terkait perubahan iklim serta upaya penguatan perlindungan lokal,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *