PBB: 400 Ribu Warga Sipil Suriah Terjebak di Ghouta Timur yang Dibombardir

Damaskus, Gontornews — Meskipun ditetapkan sebagai zona de-eskalasi, namun pesawat-pesawat jet tempur yang diterbangkan oleh pemerintah Suriah dan sekutunya, Rusia, terus mengebom pinggiran Kota Damaskus, Ghouta, yang terkepung.

PBB mengatakan, pertempuran telah meningkat, meski ada kesepakatan antara Rusia, Iran dan Turki yang menetapkan bahwa tidak boleh ada aktivitas militer di Ghouta Timur.

“Ini seharusnya menjadi daerah yang aman, tapi di sini tidak aman. Pesawat mengebom sepanjang hari dan semalaman .. ke mana kita harus pergi?” kata seorang saksi seperti dirilis Aljazeera.

Pada hari Ahad (3/12), sekitar 30 orang tewas akibat serangan udara.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), korban tewas terbesar dalam satu hari, setidaknya dalam tiga pekan terakhir ini, terjadi ketika pasukan pro-pemerintah meningkatkan serangan mereka ke wilayah tersebut.

Ghouta Timur telah dikepung oleh pasukan Presiden Bashar al-Assad sejak tahun 2013 dalam upaya untuk merebut daerah-daerah yang dikuasai pemberontak.

“Rezim tersebut tidak menghormati kesepakatan de-eskalasi. Rusia mengatakan akan memberikan jaminan, tapi mereka tidak melakukannya,” kata Mounther Fares, jurubicara kelompok pemberontak Ahrar al-Sham.

PBB mengatakan sekitar 400 ribu warga sipil terjebak di sana dan dikhawatirkan menghadapi bahaya karena pemerintah telah memblokir pengiriman bantuan.

PBB telah memperingatkan, situasi kemanusiaan di daerah yang terkepung semakin memburuk.

Sedikitnya 500 orang membutuhkan evakuasi medis segera, gizi buruk merajalela, dan bayi telah meninggal karena kekurangan makanan.

“Rezim tersebut mencoba untuk memaksa penduduk Ghouta dipindahkan ke Suriah utara. Tetapi orang-orang di sini tidak mau. Mereka tidak mau dipindahkan secara paksa,” kata Hazem Shami, seorang aktivis di Ghouta Timur. [Rusdiono Mukri]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *