Surabaya, Gontornews — Kepada Gontornews.com Dr KH Ahmad Fauzi Tidjani MA mengabarkan tentang pelepasan keempat alumni Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Madura yang merupakan peserta program Beasiswa Santri Pondok Pesantren (BSPP) ke Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Keempat alumni tersebut yaitu Ahmad Roihan Ghilmani dan Ghifroh Nailul Maulidah (alumni Ma’had Tarbiyatul Mu’allimien al-Islamiyah Tahun 2021). Sedangkan dua yang lainnya yaitu Septian Dwi Pinatasari dan Nurin Nadalina Sofyan, (alumni Ma’had Tahfdz Al-Qur’an Putri Tahun 2021 dan 2020). Pimpinan dan Pengasuh Ponpes Al-Amien ini pun berharap, alumni peserta BSPP tersebut dapat selalu istiqamah, fokus, serta mandiri.
Sebelumnya, Senin (6/3/2023) Dra Hj Khofifah Indar Parawansa MSi selaku Gubernur Jawa Timur turut hadir melepas seluruh peserta BSPP yang totalnya berjumlah tiga puluh calon mahasiswa asal Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Jumlah tersebut berdasarkan pernyataan yang terdapat pada surat No: 126/P/LPPD/Prov. Jatim/VII/2022 yang dikeluarkan oleh LPPD Pemprov Jatim.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah berpesan agar para penerima beasiswa senantiasa bersikap santun, disiplin dan rajin. Termasuk juga senantiasa menjaga nama harum Jawa Timur dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Ini sangat penting yang saya sampaikan supaya menjadi catatan anak-anakku semua. Mahasiswa Indonesia terutama Jawa Timur dikenal memiliki akhlak yang bagus, santun dan rajin mencari ilmu,” jelas Gubernur Khofifah saat acara pelepasan keberangkatan peserta program beasiswa santri pondok pesantren (BSPP), seperti dikutip al-amien.ac.id.
Perlu diketahui bahwa mereka yang akan berangkat ke Al-Azhar merupakan santri-santri pilihan yang telah berhasil lolos ujian seleksi. Ujian seleksi yang sudah digelar pada Sabtu (13/8/2022) lalu memiliki beberapa tahapan. Pertama, tahap administrasi. Kemudian ujian tahap satu, yang meliputi kemampuan baca kitab dan hafalan al-Qur’an. Dari 299 peserta yang lolos tahap admistrasi, hanya diambil 60 santri dengan nilai tertinggi untuk lanjut ke tahap berikutnya.
Sedangkan untuk ujian tahap kedua mencakup ujian kompentensi Bahasa Arab secara lisan dan tulis. Dari 60 peserta yang mengikuti ujian tahap kedua, hanya diambil 30 santri dengan nilai tertinggi.
Selanjutnya, dari 30 peserta yang dinyatakan lulus tadi, mereka harus mengikuti matrikulasi kemampuan Bahasa Arab standar Universitas Al-Azhar sehingga siap untuk mengikuti kuliah di Al-Azhar, Mesir. Jadi mereka yang akan berangkat ke Al-Azhar ini, sudah mengikuti matrikulasi tersebut yang dilaksanakan di Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba), Jakarta, dan berlangsung selama empat bulan. [Edithya Miranti]





















