Ponorogo, Gontornews – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan Al-Qur’an di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), Divisi Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengadakan workshop bertajuk “Bermain, Cerita, dan Menyanyi sebagai Bekal Para Pengajar Baru TPA”. Acara yang berlangsung pada hari Selasa (14/5/2024) malam ini bertujuan membekali para pengajar baru dengan metode kreatif dalam mendidik anak-anak agar lebih mencintai Al-Qur’an. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa baru yang mendaftarkan diri sebagai calon pengajar TPA Binaan UNIDA Gontor dengan jumlah kurang lebih 200 mahasiswa. Hall Sirah Nabawiyyah UNIDA Gontor dipilih sebagai tempat pelaksanaannya.
Workshop ini diisi oleh Farisma Jiatrahman, MPd, dosen Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor yang dikenal memiliki pendekatan inovatif dalam pendidikan anak. “Pendekatan kreatif seperti bermain, bercerita, dan menyanyi dapat membuat proses belajar Al-Qur’an menjadi lebih menyenangkan dan efektif. Anak-anak akan lebih mudah menghafal dan memahami isi Al-Qur’an jika diajarkan dengan cara yang menarik,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Selama workshop, para peserta diajak terlibat dalam berbagai kegiatan interaktif. Mereka diperkenalkan dengan teknik-teknik bercerita yang mampu menghidupkan kisah-kisah dalam Al-Qur’an. Pemateri juga menunjukkan bagaimana memanfaatkan suara, gerakan, dan ekspresi wajah untuk membuat cerita menjadi lebih hidup dan memikat.
Selain itu workshop juga difokuskan pada penggunaan permainan dan nyanyian dalam pengajaran. Pemateri mencontohkan beberapa permainan edukatif yang dapat digunakan untuk mengajarkan tajwid dan hafalan ayat-ayat Al-Qur’an. Ia juga memperkenalkan beberapa lagu islami seperti kisah nabi, asmaul husna dan lainya, sehingga anak-anak dapat belajar sambil bernyanyi.
Para peserta workshop yang terdiri dari pengajar-pengajar baru TPA binaan UNIDA Gontor menunjukkan antusiasme yang tinggi selama mengikuti kegiatan ini. “Metode yang diajarkan sangat inspiratif. Saya yakin anak-anak akan lebih bersemangat belajar Al-Qur’an dengan cara-cara ini,” kata salah satu peserta workshop.
Workshop “Bermain, Cerita, dan Menyanyi sebagai Bekal Para Pengajar Baru TPA” ini diharapkan menjadi langkah awal untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan bagi anak-anak, sehingga kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an dapat tumbuh dengan baik. []
























