Yogyakarta, Gontornews — Studi Pengayaan Lapangan (SPL) mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor (UNIDA Gontor) pada Ahad (4/10/2026) berlangsung di Muhammadiyah Quran School (MQS), Bantul, Yogyakarta. Kegiatan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa Semester 6 Kelas B untuk memperluas wawasan akademik melalui pengamatan langsung terhadap pengelolaan pendidikan al-Qur’an dan sistem pembinaan tahfizh di lingkungan pesantren.
Didampingi oleh Ustadz Wahyu Septrianto MAg, acara ini juga menghadirkan Ustadz Faturrahim, Pimpinan MQS. Mengangkat tema “Perjalanan dan Sistem Pembinaan Tahfizh di Muhammadiyah Quran School”, kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai proses perkembangan lembaga, pola pendidikan santri, serta strategi pembinaan hafalan al-Qur’an yang diterapkan di MQS.
Sebagaimana disadur unida.gontor.ac.id Ustadz Faturrahim menjelaskan bahwa perjalanan MQS berawal dari Pesantren Sahabat Quran. Lembaga tersebut pernah menghadapi kondisi yang cukup sulit hingga jumlah santri pada tahun 2022 hanya tersisa sembilan orang.
Perkembangan baru terjadi setelah lembaga tersebut berafiliasi dengan Muhammadiyah pada tahun 2025 dan kemudian menggunakan nama Muhammadiyah Quran School. Perjalanan tersebut menjadi salah satu pembelajaran penting bagi mahasiswa mengenai dinamika dan keberlangsungan sebuah lembaga pendidikan berbasis al-Qur’an.
Dalam pembinaan tahfizh, MQS menerapkan beberapa tahapan utama, yaitu ziyadah, muraja’ah, dan tasmi’. Target ideal yang diberikan kepada santri yaitu menghafal satu halaman al-Qur’an setiap hari. Namun, lembaga lebih menekankan aspek kemutqinan atau kekuatan hafalan daripada sekadar pencapaian jumlah hafalan. Pendekatan tersebut didukung dengan pembinaan dalam halaqah yang ditangani oleh satu musyrif untuk sekitar sepuluh santri sehingga proses pendampingan dapat berlangsung secara lebih terarah.
Selain pembinaan tahfizh, aktivitas harian santri disusun secara terstruktur. Kegiatan dimulai dengan tahajud sebelum Shubuh dan dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai pukul 07.00 hingga 12.30 WIB. Santri juga mengikuti halaqah tahfizh dan berbagai kegiatan pengembangan diri. Saat ini, MQS membina sebanyak 32 santri putra dan 50 santri putri pada jenjang SMP hingga SMA.
Untuk mendukung perkembangan karakter dan minat santri, MQS menyediakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya tapak suci, desain grafis, dan panahan yang dilaksanakan pada hari Sabtu. Sementara itu, kegiatan penyegaran pekanan dikemas melalui Dahlan Fest dan Walidah Fest pada hari Jumat.
Dalam aspek kedisiplinan dan administrasi, penggunaan perangkat elektronik diperbolehkan dalam kondisi tertentu dengan mekanisme penitipan, termasuk untuk kebutuhan ujian secara paperless. Adapun biaya SPP ditetapkan sebesar Rp750.000 per bulan dengan adanya kebijakan keringanan bagi santri yang membutuhkan.
Kegiatan SPL tersebut memberikan pengalaman akademik yang bermakna bagi mahasiswa IQT UNIDA Gontor. Melalui kunjungan lapangan, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga dapat melihat secara langsung praktik pengelolaan lembaga tahfidz, pola pembinaan santri, serta upaya menjaga keseimbangan antara pendidikan akademik, hafalan al-Qur’an, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi peserta didik.
Melalui kegiatan semacam ini, mahasiswa diharapkan mampu mengambil pelajaran dari berbagai lembaga pendidikan Islam untuk mendukung pengembangan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir secara lebih kontekstual. Hal tersebut juga menjadi bagian dari komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam membentuk mahasiswa yang berilmu, berkarakter, dan memiliki pengalaman akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. []
























