Ponorogo, Gontornews — Rabu (7/10/2026) organisasi mahasiswa Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perdana bersama Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Senat Mahasiswa (SEMA) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fakultas Ushuluddin, serta didampingi oleh Wakil Dekan III dan Pembimbing SEMA Fakultas Ushuluddin. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat koordinasi organisasi, mengevaluasi pelaksanaan program kerja, serta merumuskan strategi pengembangan mahasiswa secara berkelanjutan.
Pembahasan diawali dengan refleksi Ketua SEMA mengenai pelaksanaan amanah kepengurusan yang dinilai masih perlu ditingkatkan. Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Dr Asep Awaludin SHI MAg menekankan, “Sumpah atau ikrar yang telah diucapkan oleh pengurus organisasi bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk komitmen yang harus diwujudkan melalui tindakan nyata.” Oleh karena itu, sambungnya, setiap pengurus diharapkan mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara sungguh-sungguh, disiplin, serta berorientasi pada kemaslahatan mahasiswa.
Sebagai tindak lanjut, forum menyepakati pelaksanaan koordinasi rutin setiap dua pekan pada hari Senin. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing organisasi perlu menyampaikan catatan permasalahan, hasil evaluasi kegiatan, rencana program berikutnya, gagasan inovatif, serta capaian mahasiswa. Evaluasi yang disampaikan juga perlu diikuti dengan penentuan solusi dan langkah tindak lanjut yang jelas agar berbagai persoalan organisasi dapat ditangani secara efektif.
Selain penguatan tata kelola organisasi, Rakor Perdana ini turut membahas strategi peningkatan prestasi dan rekognisi mahasiswa. Pengembangan kompetensi diarahkan pada berbagai bidang, termasuk kepenulisan ilmiah, publikasi jurnal, serta partisipasi dalam perlombaan akademik maupun nonakademik.
Mahasiswa didorong untuk memperluas wawasan dan mengembangkan kemampuan lintas disiplin, tanpa membatasi diri pada bidang yang secara langsung berkaitan dengan keilmuan Fakultas Ushuluddin. Untuk mendukung upaya tersebut, pendampingan atau mentoring bagi mahasiswa yang mengikuti perlombaan akan diupayakan sesuai kebutuhan dan bidang kompetensinya.
Dilansir unida.gontor.ac.id, Ustadz Muhamad Shofwan Muttaqin MAg menyampaikan bahwa SEMA memiliki peran strategis dalam menaungi dan mengoordinasikan kegiatan HMP, sekaligus menjadi ruang konsultasi bagi pelaksanaan program kerja. Ia juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali peran senior yang memiliki kualitas, pengalaman, dan prestasi sebagai sumber motivasi serta teladan bagi mahasiswa. Melalui pendampingan yang tepat, pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki para senior diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas generasi mahasiswa berikutnya.
Rakor ini juga menegaskan perlunya pembaruan informasi secara berkala mengenai kegiatan, perlombaan, capaian, dan berbagai kendala yang dihadapi mahasiswa. Komunikasi yang terbuka antara SEMA, HMP, pembimbing, dan pimpinan fakultas menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan program serta memastikan setiap kebutuhan mahasiswa memperoleh perhatian yang memadai. []























