Jakarta, Gontornews — Politikus Partai Amanat Nasional (PAN), Mustofa Nahrawardaya, memastikan pernyataan akun Twitter Opposite6890 dapat dipertanggungjawabkan. Menurut dia, pemilik akun tersebut cukup kredibel dan pernyataannya dapat dibuktikan dengan data yang akurat.
“Dia (pemilik akun Opposite6890) profesional. Dia sering melakukan hal seperti itu. Sudah sering saya bawa ke kantor apa yang dia tulis. Secara teknis forensik digital yang dilakukan Opposite sudah betul prosedurnya,” kata Mustofa kepada Indonesia Inside, saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (9/3).
Karenanya, Mustofa pun meminta Mabes Polri untuk membuktikan sendiri pernyataan akun Opposite6890 secara digital forensik. Pasalnya, alamat IP (internet protocol) dalam unggahan akun Opposite6890 memang merujuk kepada Jalan Trunojoyo, Gedung Mabes Polri.
“Saya dapat keterangan dari Pak Dedi (Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo—red) kalau itu hoaks. Tapi kan kalau membantah data digital forensic, harus dibantah dengan data digital forensic juga. Bukan dengan menjawab ‘bukan’ gitu,” ujar Mustofa dikutip Indonesiainside.
“Jadi, harus membantah dengan penelusuran forensik juga. Karena semua orang bisa menelusuri itu. Bukan hanya Mabes Polri. Ahli IT kan banyak. Jadi, kalau melakukan hal yang sama seperti Opppsite itu bisa,” ucapnya.
Mustofa mengaku mengenal pemilik akun Opposite6890 sejak lama, dan bahkan menjalin komunikasi intensif dengannya melalui media sosial. “Iya kenal-kenal di sosmed. Kalau diundang, dia mau datang. Tapi enggak tahu kalau dengan yang lain ya,” tuturnya.
Kendati demikian, dia enggan menceritakan lebih jauh kedekatan hubungannya dengan pemilik akun tersebut. “Saya nggak bisa cerita itu. Jadi, enggak ada yang salah dengan dia. Kalau hari pertama kan teman-teman bisa melihat. Kalau sekarang sudah ditutup dan sudah berubah. Saya nggak tahu siapa (yang menutup),” kata Mustofa.
Sebelumnya, jagat media sosial dibuat heboh oleh cuitan akun Twitter @Opposite6890. Akun itu membeberkan keterlibatan oknum di institusi Polri dalam pengerahan pasukan buzzer untuk mendukung salah satu pasangan capres dan cawapres di Pilpres 2019.
Akun tersebut membongkar adanya pengerahan ratusan anggota Polri untuk menjadi tim buzzer mulai dari tingkat Polres sampai Mabes Polri. Disebutkan ada 100 polisi buzzer di setiap Polres.
Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri tengah menelusuri akun Twitter @opposite6890. “Langkah-langkah progresif sudah kami lakukan, Dit Siber tengah melakukan identifikasi siapa yang memiliki akun @Opposite6890 sebagai akun anonymous,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, di Jakarta, Jumat (8/3) lalu.
Dedi menyatakan, sumber informasi yang berasal dari Opposite6890 tidak bisa dipertanggungjawabkan karena berasal dari akun anonymous sehingga tidak bisa dilakukan klarifikasi, konfirmasi, dan juga verifikasi.
“Apabila ada pihak-pihak yang dirugikan terkait hal tersebut dapat dilaporkan dan akan ditindak lanjuti,” sambungnya.
Dia juga menegaskan tudingan akun @Opposite6890 tidak benar. Jenderal bintang satu ini juga memastikan bahwa Polri bersikap netral pada Pemilu 2019 ini.[DJ]





















