Aljazirah menulis dengan judul ‘Indonesia: More than 270 election staff died from Fatigue”. Aljazirah pada paragraf awal menggambarkan bagaimana setelah 10 hari pascapemilihan banyak petugas yang berguguran. Petugas sakit karena bekerja secara berlebihan.
Media Inggris BBC juga menulis judul dengan hampir sama. “Indonesia Election: More than 270 election staff die counting votes”. Sementara itu, Sky News menulis “272 election official die of exhaustion in Indonesia.” Sky mengutip keterangan dari pejabat KPU Arief Prio Susanto.
Sampai Ahad (28/4), Komisi Pemilihan Umum (KPU) merilis sedikitnya 287 petugas pemilu serentak tahun ini yang wafat selama bertugas. Jumlah tersebut bertambah dari catatan meninggal dunia, pada akhir pekan sebanyak 272 orang.
Komisioner KPU Evi Novida Ginting mengatakan, berdasarkan data jumlah petugas KPPS yang sakit, pun bertambah. Akhir pekan lalu, petugas yang mengalami kondisi sakit selama bertugas, sebanyak 1.878 orang. Tetapi, data terakhir KPU, pada Ahad (28/4) tercatat yang ‘tumbang’ lantaran sakit, sebanyak 2.095 orang.
“Jumlah yang meninggal dan yang sakit terus bertambah,” ucap Evi dikutip Republika.
Meski tidak menjelaskan secara rinci apa penyebab meningkatnya jumlah petugas KPPS yang sakit dan meninggal dunia, namun Evi mengatakan jumlah tersebut meningkat seratus persen dibandingkan pekan lalu. Menurut data yang disampaikan Evi, petugas penyelenggara pemilu banyak yang wafat dari wilayah pemilihan Jawa Barat (Jabar).[dj]




















