pesanan-majalah-edisi-khusus
27 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Friday, 7 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Kapten Kyai Ilyas, Pejuang Kemerdekaan dari Lumajang

Fathur Roji by Fathur Roji
17 February 2022
in Jejak
0
Kapten Kyai Ilyas, Pejuang Kemerdekaan dari Lumajang

Gontornews — Nama Kapten Kyai Ilyas tak asing bagi warga Lumajang. Sosok guru ngaji yang dermawan ini adalah pejuang yang punya andil dalam kemerdekaan Indonesia. Meski namanya tidak tercatum dalam jajaran Pahlawan Nasional. Namun di momentum Hari Pahlawan ini, sudah ada upaya dari sejumlah elemen, agar Kyai Ilyas juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Sejarah mencatat, Ia adalah sosok pemberani sekaligus penggerak di balik perjuangan para pasukan dalam mengusir penjajah dari tanah Lumajang. Pada tanggal 21 Juli 1947 merupakan awal dilaksanakannya Agresi Militer Belanda I di Indonesia.

Saat itu, pasukan Marinir Belanda berhasil mendaratkan kapalnya di Pantai Pasir Putih Situbondo dan Pantai Meneng Banyuwangi. Sejak itu pula pasukan Belanda terus menduduki wilayah Jawa Timur bagian Timur, termasuk Lumajang.

Kedatangan pasukan Belanda sempat dihadang oleh warga di perbatasan Lumajang – Probolinggo. Akan tetapi usaha ini tidak berarti bagi pasukan Belanda, sehingga dengan mudah dapat diatasi dan pasukan Belanda semakin gencar untuk menduduki Lumajang.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Dalam menyusun kekuatan untuk mengusir Belanda di Lumajang, para pemuda maupun orang tua membentuk Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah. Pemimpin Sabilillah umumnya adalah kyai-kyai yang mempunyai semangat tinggi dalam membela negara.

Pasukan Hizbullah dan Sabilillah melakukan konsolidasi di Pondok Pesantren Pulosari dan Gambiran. Hasil konsolidasi tersebut menempatkan Kompi Kyai Ilyas bermarkas di Gambiran dengan jumlah anggota 100 orang.

“Keberadaan pasukan Hizbullah di Galingan diketahui oleh Belanda, sehingga Belanda melakukan penyerangan ke Galingan,” kata Yopi Aris Widianto, salah satu pegiat sejarah Lumajang.

Pasukan Kapten Kyai Ilyas kemudian melakukan penghadangan dan menyerang pasukan Belanda. Karena kekuatan tidak seimbang akhirnya pasukan Kapten Kyai Ilyas bergeser ke arah timur ke wilayah operasi meliputi Yosowilangun, Kencong Jember dan daerah sekitarnya dengan markasnya di Meleman. Setelah sampai di Yosowilangun, Kapten Kyai Ilyas bergabung dengan Kompi Soekartijo untuk melakukan penyerangan.

Untuk menghindari sergapan Belanda yang semakin intensif ke daerah timur dan melakukan serangan balasan, maka pada suatu malam pasukan Kapten Kyai Ilyas bergerak meninggalkan desa Meleman (markasnya) melintasi sungai Bondoyudo. Ternyata Belanda bergerak menuju Desa Cakru dan akhirnya terjadi pertempuran antara Belanda dan pasukan Kapten Kyai Ilyas.

“Karena Belanda tidak menguasai medan akhirnya pasukan Belanda mundur ke arah Kencong (Jember),” ujar Yopi.

Keesokan harinya ada loporan bahwa Belanda dengan kekuatan besar akan mengadakan serangan balasan dari segala arah. Pasukan Kapten Kyai Ilyas benar-benar terjepit maka yang dilakukan adalah menghindar dan bersembunyi di kebun singkong, perlawananpun tidak dilakukan karena disamping kekuatan tidak seimbang juga dikhawatirkan penduduk sekitar nantinya banyak yang akan menjadi korban.

Setelah keadaan dianggap aman, Kapten Kyai Ilyas memerintahkan pasukannya untuk bergerak menuju Penanggal, perjalananpun dilakukan menuju ke desa Penanggal dengan jarak 40 km ditempuh selama 3 hari. Rupanya kedatangan pasukan Kapten Kyai Ilyas diketahui Belanda yang berkedudukan di Senduro, sehingga pada pukul 07.00 pagi Belanda melakukan penyerangan terhadap pasukan Kapten Kyai Ilyas yang berada di Penanggal.

Pada tanggal 2 April 1949. Pasukan Kapten Kyai Ilyas berada di Dusun Ledok Desa Banjarwaru. Serdadu Belanda mencium kehadiran pasukan Kapten Kyai Ilyas ini sehingga Belanda menyusun strategi perang yang lain dari biasanya. Tepat tanggal 9 April 1949, pagi-pagi terjadi pertempuran antara Belanda dengan regu Muchtar yang ada di Desa Babaan.

Ternyata pagi itu Belanda mengerahkan serdadunya dalam jumlah besar sebagian dari mereka menggunakan seragam hitam-hitam. Hal ini dilakukan dalam rangka mengelabuhi rakyat. Belanda melakukan tembakan dari segala arah. Pasukan Kapten Kyai Ilyas benar-benar dalam keadaan terkepung dari segala arah dan tidak ada jalan lain selain bertempur habis-habisan.

Pada saat pertempuran terjadi Kapten Kyai Ilyas melihat seorang serdadu Belanda yang terluka kemudian Kapten Kyai Ilyas berlari merampas senjata otomatis yang terlepas dari tangan serdadu Belanda tersebut, namun takdir ilahi bagi Kapten Kyai Ilyas. “Sebelum beliau sempat mengambil senjata otomatis lawan. Beliau diberondong peluru dari segala arah. Paha kanan dan pusarnyapun terluka parah terkena tembakan musuh,” terang Yopi.

Saat segera beberapa orang membawa Kapten Kyai Ilyas yang terluka parah. Sebagian ada yang melindunginya dengan tembakan-tembakan gencar kearah musuh. Namun tak lama, Kyai Ilyas gugur di medan perang.

Pertempuran tetap berlangsung tanpa berhenti walaupun ada yang wafat, hingga sore. Setelah serdadu Belanda mengundurkan diri ke kota maka jenazah Kapten Kyai Ilyaspun segera dimakamkan dengan segala penghormatan di Dusun Ledok Desa Banjarwaru.

Kapten Kyai Ilyas merupakan putera daerah Lumajang, beliau anak desa yang lahir di Desa Uranggantung Kecamatan Sukodono Lumajang. kemudian menikah di dusun Galingan Desa Boreng, Kecamatan Lumajang dan beliau dikarunia 4 orang anak yaitu 3 putera dan 1 puteri.

Di dusun Galingan ini beliau dikenal sebagai seorang Kyai karena setiap hari mengajar ngaji pemuda di dusun tersebut, selain itu beliau dalam kesehariannya bertani dan membuka toko yang menjual sembako, Kyai Ilyas dikenal sebagai seorang yang dermawan karena beliau sering memberikan sembako berupa beras atau jagung kepada orang yang membutuhkan. [fath]

 

 

Tags: kiai ilyas
Share1396Tweet873Send
Previous Post

Zubair Bin Awwam, Sahabat yang Ahli Pedang dalam Peperangan

Next Post

Fitra R. Syasna Alumni Gontor Jadi Komandan Kompi Kontingen Garuda di Lebanon  

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

Antusiasme Puluhan Ribu Jamaah Warnai Puncak Idul Khotmi Nasional Ke-234

25 July 2026
Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

Sosialisasi RLS dan Open House 2026: INAIS Perkuat Sinergi Pendidikan Bogor Barat

2 August 2026
Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

Penerbit Erlangga Raih Apresiasi Radar Surabaya Awards 2026

3 August 2026
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

3 August 2026
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

0
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

0
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

0
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

0
FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

FITK INAIS Bogor Siapkan Calon Pendidik yang Tak Tergantikan AI Menuju Indonesia Emas 2045

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

6 August 2026
Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

6 August 2026
Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

Peringati HUT RI Ke-81, PB JATMA ASWAJA Gelar Doa Keselamatan Bangsa di Istiqlal

6 August 2026
Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

Ribuan Peserta Hadiri Multaqa Ilmi Bersama Prof Abdul Somad di Al-Amien Prenduan

5 August 2026
BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

BAZNAS dan PP PERSIS Perkuat Kerjasama Program Strategis

4 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔️ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔️ Kontribusi Rp1.500.000.
✔️ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor
  • EDISI KHUSUS SPESIAL 100 TAHUN GONTOR TELAH TERBIT! ✨Perjalanan satu abad tidak datang dua kali.📖 Majalah Gontor Edisi Juli & Agustus 2026 hadir sebagai bagian dari koleksi bersejarah 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor. Mengangkat perjalanan, gagasan, dan kontribusi Gontor dalam membangun peradaban, dua edisi ini layak menjadi koleksi bagi setiap keluarga besar Gontor.Jangan menunggu sampai stok habis.
📚 Pesan sekarang:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah🌐 www.gontornews.com#majalahgontor #100tahungontor #gontor #pondokmoderngontor #mediaperekatumat #unidagontor #keluargabesargontor #alumnigontor #walisantrigontor #koleksibersejarah
  • Dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Gontor membuka kesempatan bagi 100 UMKM milik wali santri untuk menjadi bagian dari Edisi Khusus September 2026.📌 Yang ditampilkan:
✅ Logo/Nama Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Media Sosial (jika ada)💚 Kontribusi seikhlasnya
⚠️ Kuota hanya 100 UMKM.Jadilah bagian dari edisi koleksi bersejarah yang akan dibaca dan disimpan oleh keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result