pesanan-baju-kaos
36 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 8 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Jejak

Kapten Kyai Ilyas, Pejuang Kemerdekaan dari Lumajang

Fathur Roji by Fathur Roji
17 February 2022
in Jejak
0
Kapten Kyai Ilyas, Pejuang Kemerdekaan dari Lumajang

Gontornews — Nama Kapten Kyai Ilyas tak asing bagi warga Lumajang. Sosok guru ngaji yang dermawan ini adalah pejuang yang punya andil dalam kemerdekaan Indonesia. Meski namanya tidak tercatum dalam jajaran Pahlawan Nasional. Namun di momentum Hari Pahlawan ini, sudah ada upaya dari sejumlah elemen, agar Kyai Ilyas juga diakui sebagai Pahlawan Nasional.

Sejarah mencatat, Ia adalah sosok pemberani sekaligus penggerak di balik perjuangan para pasukan dalam mengusir penjajah dari tanah Lumajang. Pada tanggal 21 Juli 1947 merupakan awal dilaksanakannya Agresi Militer Belanda I di Indonesia.

Saat itu, pasukan Marinir Belanda berhasil mendaratkan kapalnya di Pantai Pasir Putih Situbondo dan Pantai Meneng Banyuwangi. Sejak itu pula pasukan Belanda terus menduduki wilayah Jawa Timur bagian Timur, termasuk Lumajang.

Kedatangan pasukan Belanda sempat dihadang oleh warga di perbatasan Lumajang – Probolinggo. Akan tetapi usaha ini tidak berarti bagi pasukan Belanda, sehingga dengan mudah dapat diatasi dan pasukan Belanda semakin gencar untuk menduduki Lumajang.

BACA JUGA

KH Ahmad Sahal, Sosok Pendidik yang Sederhana

KH Ali Maksum: Mencerdaskan Bangsa Melalui Pesantren Krapyak

KH Bisri Syansuri, Perintis Pesantren Putri di Indonesia

Ahli Tafsir Alumni Gontor, Prof Roem Rowi Wafat, Ini Kiprah Semasa Hidupnya!

Machmud Singgirei Rumagesan Pahlawan Muslim dari Tanah Papua

Dalam menyusun kekuatan untuk mengusir Belanda di Lumajang, para pemuda maupun orang tua membentuk Laskar Hizbullah dan Laskar Sabilillah. Pemimpin Sabilillah umumnya adalah kyai-kyai yang mempunyai semangat tinggi dalam membela negara.

Pasukan Hizbullah dan Sabilillah melakukan konsolidasi di Pondok Pesantren Pulosari dan Gambiran. Hasil konsolidasi tersebut menempatkan Kompi Kyai Ilyas bermarkas di Gambiran dengan jumlah anggota 100 orang.

“Keberadaan pasukan Hizbullah di Galingan diketahui oleh Belanda, sehingga Belanda melakukan penyerangan ke Galingan,” kata Yopi Aris Widianto, salah satu pegiat sejarah Lumajang.

Pasukan Kapten Kyai Ilyas kemudian melakukan penghadangan dan menyerang pasukan Belanda. Karena kekuatan tidak seimbang akhirnya pasukan Kapten Kyai Ilyas bergeser ke arah timur ke wilayah operasi meliputi Yosowilangun, Kencong Jember dan daerah sekitarnya dengan markasnya di Meleman. Setelah sampai di Yosowilangun, Kapten Kyai Ilyas bergabung dengan Kompi Soekartijo untuk melakukan penyerangan.

Untuk menghindari sergapan Belanda yang semakin intensif ke daerah timur dan melakukan serangan balasan, maka pada suatu malam pasukan Kapten Kyai Ilyas bergerak meninggalkan desa Meleman (markasnya) melintasi sungai Bondoyudo. Ternyata Belanda bergerak menuju Desa Cakru dan akhirnya terjadi pertempuran antara Belanda dan pasukan Kapten Kyai Ilyas.

“Karena Belanda tidak menguasai medan akhirnya pasukan Belanda mundur ke arah Kencong (Jember),” ujar Yopi.

Keesokan harinya ada loporan bahwa Belanda dengan kekuatan besar akan mengadakan serangan balasan dari segala arah. Pasukan Kapten Kyai Ilyas benar-benar terjepit maka yang dilakukan adalah menghindar dan bersembunyi di kebun singkong, perlawananpun tidak dilakukan karena disamping kekuatan tidak seimbang juga dikhawatirkan penduduk sekitar nantinya banyak yang akan menjadi korban.

Setelah keadaan dianggap aman, Kapten Kyai Ilyas memerintahkan pasukannya untuk bergerak menuju Penanggal, perjalananpun dilakukan menuju ke desa Penanggal dengan jarak 40 km ditempuh selama 3 hari. Rupanya kedatangan pasukan Kapten Kyai Ilyas diketahui Belanda yang berkedudukan di Senduro, sehingga pada pukul 07.00 pagi Belanda melakukan penyerangan terhadap pasukan Kapten Kyai Ilyas yang berada di Penanggal.

Pada tanggal 2 April 1949. Pasukan Kapten Kyai Ilyas berada di Dusun Ledok Desa Banjarwaru. Serdadu Belanda mencium kehadiran pasukan Kapten Kyai Ilyas ini sehingga Belanda menyusun strategi perang yang lain dari biasanya. Tepat tanggal 9 April 1949, pagi-pagi terjadi pertempuran antara Belanda dengan regu Muchtar yang ada di Desa Babaan.

Ternyata pagi itu Belanda mengerahkan serdadunya dalam jumlah besar sebagian dari mereka menggunakan seragam hitam-hitam. Hal ini dilakukan dalam rangka mengelabuhi rakyat. Belanda melakukan tembakan dari segala arah. Pasukan Kapten Kyai Ilyas benar-benar dalam keadaan terkepung dari segala arah dan tidak ada jalan lain selain bertempur habis-habisan.

Pada saat pertempuran terjadi Kapten Kyai Ilyas melihat seorang serdadu Belanda yang terluka kemudian Kapten Kyai Ilyas berlari merampas senjata otomatis yang terlepas dari tangan serdadu Belanda tersebut, namun takdir ilahi bagi Kapten Kyai Ilyas. “Sebelum beliau sempat mengambil senjata otomatis lawan. Beliau diberondong peluru dari segala arah. Paha kanan dan pusarnyapun terluka parah terkena tembakan musuh,” terang Yopi.

Saat segera beberapa orang membawa Kapten Kyai Ilyas yang terluka parah. Sebagian ada yang melindunginya dengan tembakan-tembakan gencar kearah musuh. Namun tak lama, Kyai Ilyas gugur di medan perang.

Pertempuran tetap berlangsung tanpa berhenti walaupun ada yang wafat, hingga sore. Setelah serdadu Belanda mengundurkan diri ke kota maka jenazah Kapten Kyai Ilyaspun segera dimakamkan dengan segala penghormatan di Dusun Ledok Desa Banjarwaru.

Kapten Kyai Ilyas merupakan putera daerah Lumajang, beliau anak desa yang lahir di Desa Uranggantung Kecamatan Sukodono Lumajang. kemudian menikah di dusun Galingan Desa Boreng, Kecamatan Lumajang dan beliau dikarunia 4 orang anak yaitu 3 putera dan 1 puteri.

Di dusun Galingan ini beliau dikenal sebagai seorang Kyai karena setiap hari mengajar ngaji pemuda di dusun tersebut, selain itu beliau dalam kesehariannya bertani dan membuka toko yang menjual sembako, Kyai Ilyas dikenal sebagai seorang yang dermawan karena beliau sering memberikan sembako berupa beras atau jagung kepada orang yang membutuhkan. [fath]

 

 

Tags: kiai ilyas
Share1412Tweet883Send
Previous Post

Zubair Bin Awwam, Sahabat yang Ahli Pedang dalam Peperangan

Next Post

Fitra R. Syasna Alumni Gontor Jadi Komandan Kompi Kontingen Garuda di Lebanon  

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

Inilah Profil Habib Salim Segaf Al-Jufri

29 July 2018
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result