PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT

Sejarah Pendirian Pondok Manahijussadat :

Pondok Pesantren Modern Manahijussadat lahir di atas keinginan seorang hamba Allah untuk mewakafkan beberapa gram emas, jika diuangkan kurang lebih Rp. 6.000.000,- (Enam juta rupiah) peninggalan almarhumah istrinya. Keinginan kuat tersebut disampaikan kepada KH. Sulaiman Effendi yang saat itu sedang bergerilya mencari tanah wakaf untuk mendirikan lembaga pendidikan. Kemudian dilanjutkan dengan pendirian yayasan Manahijussadat dalam kerangka membangun dan berperan aktif membina Sumber Daya Manusia di dalam proses globalisasi baik sains maupun teknologi yang sarat tantangan dan persaingan.

Maka pada tanggal 21 September 1996 dibuatlah Akta Notaris sebagai langkah awal administrasi pendirian Yayasan Manahijussadat. Berbekal uang kira-kira enam juta rupiah tersebut Drs. K. Sulaiman Effendi sebagai orang yang dititipi amanat, memulai pembangunan Pondok Pesantren Modern Manahijussadat diawali dengan membebaskan tanah + 5.000 M2 di Kampung Serdang Ds. Pasarkeong Kec. Cibadak Kab. Lebak Prov. Banten. Bangunan pertama yang didirikan adalah sebuah masjid hasil sumbangan dari lembaga Bantuan Islam Internasional (Haiatul Ighotsah Al-Islamiyah) di Jakarta. Pada tanggal 03 Agustus 1997 Pondok Pesantren Modern Manahijussadat resmi dibuka dengan santri/siswa pertama 13 orang yang diajar dan dididik oleh 6 (enam) orang tenaga pendidik/pengajar.

Berangkat dari sinilah Sang Kiyai dan semua pendidik mulai membina santri-santri dengan berbagai doktrin-doktrin religius, science, etos kerja yang tinggi dan pemahaman lebih mendalam dan mendasar berbagai aspek kehidupan.
Penentuan Lokasi

Sejak tahun 1984 di masa-masa orde baru Lebak masih menjadi salah satu Kabupaten di bawah pemerintahan Provinsi Jawa Barat yang berpusat di Bandung. Kabupaten Lebak adalah Kabupaten yang paling tertinggal dalam segala bidang, terutama dalam bidang ekonomi. Di samping jaraknya yang paling jauh dari ibukota provinsi ditambah lagi adanya suku terasing yang berdomisili di Kabupaten Lebak yang saat ini belum tersentuh oleh kemajuan zaman. Dari 300 desa yang ada di Kabupaten Lebak, 180 desa tergolong desa tertinggal.
Kelemahan dibidang ekonomi inilah menjadi peluang Kristenisasi masuk ke Kabupaten Lebak secara terorganisir dengan rapi, sehingga sering terdengar ungkapan dari tokoh-tokoh pemerhati Lebak bahwa Lebak saat itu laksana hidangan yang enak yang berada di tengah-tengah orang yang kelaparan, yang pada saatnya hidangan itu siap dilahap.

Kondisi inilah pilihan pendiri jatuh ke Lebak untuk mendirikan pesantren dengan harapan semoga dapat mengimbangi gerakan Kristenisasi yang sudah tidak bisa dinafikan lagi oleh setiap orang.

PENDIRI / PIMPINAN PONDOK PESANTREN MANAHIJUSSADAT
Nama : Drs. K.H. Sulaiman Effendi, M.Pd.I
Tempat, Tgl. lahir : Asahan, 10 Desember 1964
Alumni Gontor : Tahun 1984
Yang dilakukan usai keluar dari Gontor :
Prosesi Pembacaan Yudisium Di Gontor Tidaklah Seperti Pelaksanaan Yudisium Di Pondok-Pondok Pesantren Saat Itu, Saat Itu Kelas 6 Di Kumpulkan Di BPPM ( Balai Pertemuan Pondok Modern ) Kemudian Majlis Dewan Guru Memanggil Kami keKelompok- kelompok Yang Jumlahnya Tidak Sama, Masing-Masing Kelompok Mendapatkan arahan Yang Berbeda-beda Dan Medapatkan Tugas yang Berbeda Juga. Ada Yang wajib mengabdi di Gontor ada pula yang wajib mengabdi di Pondok-pondok Alumni yang ditentukan.

Adapun Kelompok Saya yang berjumlah belasan Orang Mendapatkan asahan dari Pak Zar (K.H Ahmad Zarkasyi) yang berbeda , Dimana Kami Belasan Orang Tersebut Di Arahkan Untuk Menentukan Dua Pilihan :

  1. Mengabdi Di Gontor Dengan Syarat Membuat Surat Permohonan Siap Mengabdi
  2. Boleh Mengabdi Di Salah satu Pondok Pesantren Alumni Yang Jumlah Belum Banyak saat itu

Dengan kebebasan memilih itu kami mendapatkan arahan dari salah satu teman asal banten, kami memilih pondok pesantren Dareel Qolam tempat untuk mengabdi. Setelah salam salaman didepan BPPM, kamipun berangkan ke Jakarta menghabiskan hari hari dibulan Ramadhan yang tinggal 5 hari lagi. Sekitar 5 Syawwal dengan diantar teman asala banten kamipun tiba dipondok pesantren Dareel Qolam yang langsung disambut olehh Pimpinan K.H. Ahmad Rifa’i Arif.

Kami berdua dengan teman dari banjarmasin diterima sebagai pengajar dipondok pesantren tersebut.

Sungguh luar biasa pengalaman yang berharga sekali di tahun pertama mengabdi kami mendapatkan amanat yang sangat berat yaitu diangkat oleh pimpinan pondok untuk menjadi wali kelas 1 Experimant A dan menjabat menjadi pengasuhan santri.

Dua tugas ini kami jalani dengan sungguh sungguh dan tanggung jawab dan semangat yang tinggi disamping itu juga di tahun pertama ngabdi kami juga memulai perkuliahan di IAIN Serang.

Alhamdulillah perkuliahan berjalan walaupun kadang kadang susah dalam berbagi waktu dan membimbing santri pun berjalan walau kadang kadang badan terasa lelah tetapi tetap kami jalani dengan didasari tanggung jawab. Perkuliahan dilalui dan selesai 5 tahun dan pengabdian berlanjut sampai 13 tahun. Semuanya saya jalani hingga tahun 1997.

Riwayat Berorganisasi :
• Pengurus KOPWAPEL OPPM 1982-1983
• Bagian Pengasuhan Dareel Qolam 1984-1985
• Bagian Nahdhotul Lughah 1985-1987
• Bagian LPTQ Dareel Qolam 1987-1989
• Bagian Pengajaran Dareel Qolam 1993-1989
• Pimpinan Pondok Darul Ihsan (1993-1995)
• Dir. 5 Bagian. Bahasa Dareel Qolam (1995-1997)
• Kepala Bidang Usaha Dareel Qolam (1995-1997)
• Ketua lembaga keuangan Tabsis (1995-1997)
• Sekjen IKPM Banten (2007-2010)
• Ketua Harian FSPP Kab. Lebak
• Ketua IKPM Prov. Banten (2010-2013)
• Ketua FSPP Prov. Banten (2020-Sekarang)

Pengalaman dalam oraganisasi Haji :
• Ketua KBHI Multazam (2007)
• TPIHI Kloter Lebak (2009)

Pimpinan Pondok

Drs. K.H. Sulaiman Effendi, M.Pd.I
Pimpinan Pondok Pesantren Modern Manahijussadat

Visi :

Menjadikan Manahijussadat sebagai lembaga pendidikan Islam yang berperan dalam pembangunan bangsa dengan menggali nilai-nilai Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Misi :

  1. Mempersiapkan kader-kader muslim masa depan yang menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), memiliki daya juang yang tinggi, mampu berkarya nyata secara aktif, kreatif, inovatif, dan dinamik dilandasi dengan iman dan taqwa yang kuat.
  2. Memperluas medan juang santri meliputi seluruh aspek kehidupan dengan bekal iman sebagai landasan nilai keyakinan, dan sikap hidup yang benar.
  3. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional dalam bidang tenaga kependidikan, dan kecakapan hidup (life skill) lainnya sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.
  4. Mengembangkan sumber daya insani yang seimbang antara intelektual, emosional dan spiritual yang berakhlak karimah.

Tujuan : Mencetak generasi yang kamil, berakhlak mulai, berdisiplin tinggi, berwawasan luas dan peka terhadap perubahan dan pembaharuan.

Landasan Filosofis :
”Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyeru kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah”. (Q.S. Ali Imron : 110).
”Sebaik-baiknya manusia adalah yang memberi manfaat bagi yang lainnya”.

Program dan Sistem Pendidikan :

Pada hakekatnya, Pondok Pesantren Manahijussadat merupakan sebuah lembaga pendidikan pesantren, meskipun banyak orang menyebutnya “Modern”. Modern dengan penerapan sistem pendidikannya dengan tetap berjiwa pesantren. Berbeda dengan sekolah biasa pada umumnya, ia merupakan lembaga pendidikan yang menjadikan Kiyai sebagai sentral figur, dan masjid sebagai pusat kegiatannya.

Mengapa dinamakan Modern? Meskipun banyak orang yang mengatakan bahwa kata modern merupakan ekspresi masyarakat pada masa itu, namun yang jelas Manahijussadat memang telah modern sejak awal berdirinya di tahun 1997. Hal ini dapat dilihat dari beberapa aspek, diantaranya:

  1. Sistem, Metodologi dan Tujuan
  2. Memiliki Panca Jiwa
  3. Sikap, Nilai-nilai, dan disiplin.

Manahijussadat telah menggunakan sistem klasikal (belajar dalam ruangan kelas), dimana ada guru, murid, materi pengajaran, metode mengajar, sistem belajar, evaluasi, dll. Berbeda dengan sistem pengajaran di lingkungan pesantren pada zaman itu yang lebih menerapkan metode sorogan. Di sisi lain, guru pada saat ini memakai dasi, jas, dan santri memakai kemeja dan celana panjang, berbeda dengan kondisi pesantren di masa itu yang dominan memakai pakaian adat dan budaya tradisional. Hingga sekarang, ekspresi masyarakat akan kata modern terus melekat mengikuti nama pondok.

Adapun sistem pendidikan yang diterapkan Pondok Modern Manahijussadat lebih berprinsip pada pendidikan mental dan multi sistem. Maka seluruh totalitas kehidupan santri dari apa yang dilihat, didengar, dandirasakan adalah pendidikan, dengan berpijak pada nilai, ruh, dan kultur yang tercermin dalam dinamika kehidupan para santri.
Pendidikan tersebut memiliki orientasi kemasyarakatan yang tercermin dalam panca jiwa dan filsafat hidup para santrinya.

Sebagai pondok pesantren, Manahijussadat memiliki jiwa yang lebih dikenal dengan Panca Jiwa, dimana seluruh aktivitas dan kegiatan santri dijiwai oleh Panca Jiwa, yaitu: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhwah Islamiyah dan Kebebasan (dalam bingkai Islam). Adapun filsafat hidup pondok seperti, Bondo bahu pikir lek perlu sak nyawane pisan, Berjasalah tapi jangan minta jasa, Manahijussadat berdiri di atas dan untuk semua golongan, Siap dipimpin dan siap memimpin, Patah tumbuh hilang berganti, dll.

Dalam mengembangkan pondoknya, Manahijussadat memiliki lima jangka panjang yang dikenal dengan Panca Jangka, yaitu; Pendidikan dan Pengajaran, Perluasan tanah wakaf, Pembangunan Sarana dan prasarana, Kaderisasi, dan Kesejahteraan Guru dan santri. Adapun santri dan guru dalam kehidupan sehari-harinya memiliki motto yang disebut dengan Motto Pondok Modern, yaitu: Berbudi tinggi, Berbadan sehat, Berpengetahuan luas dan Berfikiran bebas (dalam bingkai Islam).

Kurikulum yang diterapkan oleh TMI Pondok Pesantren Manahijussadat adalah kurikulum terpadu antara kurikulum pesantren (modern dan klasikal) dan kurikulum pemerintah (Kemenag, Diknas) yang disesuaikan dengan potensi yang ada di Pondok Pesantren.

Program Unggulan Pondok :

  1. Tahfidzul Qur’an
  2. Lifeskill Tata Boga (Bakery Manahij)

Potensi Ekonomi Pondok Pesantren :

  1. Peternakan Penggemukan Sapi.
  2. Budidaya Ikan Patin.

Kurikulum terpadu
Kurikulum yang diterapkan oleh TMI Pondok Pesantren Manahijussadat adalah kurikulum terpadu antara kurikulum pesantren (modern dan klasikal) dan kurikulum pemerintah (Depag, Diknas dan Dikmenjur) yang disesuaikan dengan potensi yang ada di Pondok Pesantren.

Kegiatan Akademik (Intra-Kurikuler)
Pendidikan dan pengajaran di Pondok Pesantren Manahijussadat diselenggarakan dengan sistem pembelajaran yang modern (Direct method, Quantum Teaching, Life Skill Education Method, dan Broad-Base Education Method), dan senantiasa memperhatikan perkembangan dalam sistem pendidikan modern. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan dan pengjaran di Pondok Pesantren Manahijussadat berdasasrkan teori dan praktek pembelajaran modern, terutama dalam pembelajaran bahasa asing dan teknologi.
Program intrakurikuler diberikan secara klasikal, dengan menggunakan sistem terpadu antara pesantren dan pemerintah (Kementerian Agama dan Diknas) dengan waktu belajar mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan pukul 12.15 dan masuk kembali pukul 14.15 WIB sampai dengan pukul 15.00 WIB.

Program Co-Kurikuler
Program ini dirancang untuk memberikan pengayaan kepada kegiatan intra kurikuler sehingga santri memiliki kemampuan yang memadai, seperti kegiatan :

  1. Bedah buku (Bahtsul masail)
  2. Rihlah Ilmiah (Study Tour)
  3. Praktikum Mengajar (Teaching Practise)
  4. Diskusi ilmiah
  5. Praktikum Imamah dan Khotbah.

Program Extra Kurikuler
Program ekstra kurikuler merupakan program yang dilakukan di luar jam formal yang memiliki pengaruh penting terhadap pembentukan karakter santri. Program-program tersebut antara lain :

  1. OPPM (Organisasi Pelajar Pesantren Manahijussadat)
  2. Pramuka
  3. Pidato (Bahasa Ingris, Arab dan Indonesia).
  4. Seni bela diri (IBELMA) Ikatan Beladiri Manahijussadat
  5. Olahraga
  6. Leadership (Kepemimpinan).
  7. Kursus bahasa (Arab dan Inggris).
  8. Kursus Komputer
  9. Kursus menjahit
  10. Kursus tata boga
  11. Kursus letter dan seni rupa.
  12. Kursus kaligrafi.
  13. Kursus seni musik
  14. Kursus qosidah
  15. STIM (Sanggar Teater Islam Manahijussada)
  16. PERSEMA (Persatuan Senam Manahijusadat)
  17. Marching Band
  18. Tasmi’ Mujawwadah

Jadwal Harian

Waktu Aktifitas
04.00 Bangun pagi, sholat subuh berjama’ah, pengajian kitab, muhadatsah Arab dan Inggris
05.00 Mengulangpelajaran dan olahraga
06.30 Mandi dan sarapanpagi
07.00 Belajar di kelas
08.30 SholatDhuha
12.15 IstirahatuntuksholatDzuhurberjama’ah dan makansiang
14.15 Belajar di kelas
15.00 Istirahat (persiapansholatAsharberjama’ah).
15.30 Olahraga, kursusketerampilan dan senibudaya.
17.30 Mandi, baca Al-Qur’an dan persiapansholat
18.00 SholatMaghribberjamaah dan baca Qur’an dan makanmalam.
19.00 PersiapansholatIsyaberjama’ah.
20.00 Mengulangpelajaran, diskusikelompok.
22.00 Istirahat/Tidur
03.30 SholatTahajjud (dianjurkan).

Jadwal Mingguan

Aktifitas Hari
Seni Baca Al-Qur’an Tiap malam Senin & hari Jum’at
Olahraga (lari pagi, dll). Selasa & Jum’at pagi
Ihya-I-lughah bahasa Arab dan Inggri Selasa & Jum’at pagi
Muhadhoroh tiga bahasa (Arab, Inggris, Indonesia) Kamis siang & Jum’at malam
Kerja bakti membersihkan pekarangan, kamar dan asrama Jum’at pagi.
Seni bela diri Rabu sore
PERSEMA (Persatuan Senam Manahijussadat) Jum’at Sore
Pramuka Kamis sore
Diskusi Ilmiah Jum’at siang
Yasinan Malam Jum’at
KURSUS-KURSUS
Bahasa Arab Tiap pagi Sabtu, Senin, Rabu
Bahasa Inggris Minggu, Selasa, Kamis
Seni Musik Minggu sore
Seni Rupa (Melukis) Kamis sore
STIM Selasa sore
Khutbah Jum’at Jum’at sore

Jadwal Bulanan

Aktifitas Hari
Perpindahankamar Per 6 bulan
Diskusi ilmiah Tengah bulan
Lomba majalah Dinding antar kelas dan kamar Awal bulan
Pemeriksaan rambut, pakaian, peralatan sekolah Awal bulan

Jadwal Tahunan

Aktifitas Hari
Khutbatul-I-Iftitah (Pekan Perkenalan) Awal Tahun Ajaran Baru
Kuliah Etiket (kuliah sopan santun) Sebelum liburan semester
Rihlah Ilmiah (Economic Study Tour) Akhir tahun
Bedah buku (Bahsul Masail) Awal Tahun
Pentas Seni Santri Awal Tahun/Akhir Tahun
Perkemahan Awal Tahun
Happening Arts Akhir Tahun
Amaliyah Tadris (Praktikum mengajar) Akhir Tahun
Haflah at-takhrij (Wisuda Santri akhir) Akhir Tahun
Leadership (Kepemimpinan) Awal Tahun
Pergantian Pengurus Organisasi Santri (OPPM) Akhir Tahun
Pemilihan Ketua Konsulat Awal Tahun
Laporan Pertanggungjawaban OPPM Akhir Tahun
Pengarahan Ujian Lisan dan Tulis Awal Tahun/Akhir Tahun
Ujian Lisan dan Tulis Awal Tahun/Akhir Tahun
Pembekalan santri akhir TMI Akhir Tahun
Khutbatul Wada’ dan Haflah Attakhriz Akhir Tahun
Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) Idul Fitri dan Adha, Maulid Nabi, Tahun Baru Hijriyah, Nuzulul Qur’an, Isra Mi’raj.
Lomba pidato tiga bahasa se-Pondok Pesantren Manahijussadat Awal Tahun
Pemeriksaan dan Pendataan Buku Santri Akhir (TMI) Akhir Tahun
Perkemahan Kamis Jum’at (Perkajum) Akhir/Tengah Tahun

Ujian/Evaluasi Belajar di Pondok Pesantren Modern Manahijussadat

Evaluasi belajar yang ada di Tarbiyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Pondok Pesantren Modern Manahijussadat menggunakan sistem evaluasi setiap semester. (Semester I dan II). Adapun tiap-tiap semester dibagi menjadi dua macam ujian.

A. Ujian Lisan (Oral Examination) meliputi :

  1. Bahasa Arab (Muhadasah, muthola’ah, nahwu, shorof, balaghoh, mahfudzot, mufradat, uslub, tarjamah, imla’, hadits).
  2. Bahasa Inggris (Conversation, reading, grammar, vocabulary, structure, dictation, pronounciation).
  3. Al-Qur’an (Membaca Al-Qur’an, Tajwid, tafsir).
  4. FahmulKitab (Tafsir, fiqih).
  5. Praktek (IbadahQouliyah/wirid dan do’a, praktekkhutbah dan imamah).

B. UjianTulis (WrittingExam).
Seluruh mata pelajaran di Pondok Pesantren baik agama maupun umum (matematika, fisika, biologi, ekonomi, sejarah umum, sejarah kebudayaan Islam, dll).

Pengakuan Ijazah di Pondok Pesantren Manahijussadat
Ijazah yang diterima oleh santri Pondok Pesantren Modern Manahijussadat setelah menyelesaikan program pendidikan di Tarbiyyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) yaitu :

  1. Ijazah Pondok (TMI).
  2. Ijazah MTs,
  3. Ijazah Madrasah Aliyah
  4. Sertifikat Bahasa (lulus ujian bahasa Arab dan bahasa Inggris).
  5. Serfifikat Imamah (lulus menempuh praktikum imamah dan khotbah).
  6. Sertifikat LPTQ (lulus hafalan surat-surat Al-Qur’an yang ditentukan).
  7. Sertifikat Tahfidzul Qur’an bagi yang mengikuti.
  8. Sertifikat Amaliyah Tadris (praktikum mengajar).

Program Keahlian/Unggulan dan Beasiswa

1. Tahfidzul Qur’an
Pada semester II (Genap) Tahun Pelajaran 2012/2013 Pondok Pesantren Modern Manahijussadat membuka program Tahfidzul Qur’an. Bagi yang berminat dan lulus dalam seleksi (mendapat Surat Izin Menghafal) diberi kesempatan untuk menghafal Al-Qur’an dengan bimbingan Ustadz yang Hafal 30 Juz. Bagi santri yang hafal 10 Juz Al-Qur’an mendapat beasiswa dari pondok 100% selama belajar di pondok, dan santri yang hafal 20 Juz sampai dengan 30 Juz mendapat beasiswa 100% ditambah uang saku selama belajar di pondok. Dengan kegiatan ini diharapkan program Tahfidzul Qur’an ini menjadi program unggulan pondok dengan harapan agar santri kelak menjadi ulama yang intelek untuk menyongsong kebangkitan umat Islam dimasa yang akan datang.

2. Bidang Pertanian
Dengan luas lahan +10 Ha Pondok Pesantren Modern Manahijussadat telah membuka program pengembangan keterampilan, khusus bidang pertanian yang dimasukkan ke dalam kurikulum inti pondok. Program ini diharapkan dapat memberikan keterampilan kepada para santri dalam bidang pertanian seperti budidaya tanaman palawija dan jenis kegiatan pertanian yang dibimbing langsung oleh guru Biologi.

3. Peternakan
Poteni lahan yang luas berusaha dikembangkan dengan usaha pengembangan peternakan sapi dan domba (breeding and fattening), bekerja sama dengan lembaga-lembaga formal maupun informal. Peternakan dan penggemukan sapi dan domba ini selain sebagai sarana pembelajaran santri akan tetapi memiliki manfaat ekonomi sebagai tambahan pemasukan pondok.

4. Perikanan
Selain pertanian Pondok Pesantren Modern Manahijussadat saat ini sedang dan terus berusaha mengembangkan budi daya ikan, yang akan dijadikan sebagai konsumsi bagi para santri dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Beasiswa untuk guru dan santri

Beasiswa diberikan kepada para santri berupa beasiswa prestasi, beasiswa bagi santri penghafal Al-Qur’an, beasiswa anak yatim dan orang tidak mampu yang bekerja sama dengan lembaga pemerintah maupun swasta.

Manajemen Pondok

Penyelenggaraan pendidikan, pengajaran dan kegiatan lain dilakukan dalam satu struktur kepengurusan dengan mengedepankan kerjasama (teamwork). Kiyai berfungsi sebagai koordinator dalam seluruh aktivitas. Beban pendidikan dan pengajaran tidak tertumpu pada kiyai tetapi didelegasikan kepada Direktur TMI lalu didistribusikan kepada para asatid/guru berdasarkan kualifikasi dan kaderisasi. Sehingga pondok pesantren bekerja di atas sistem bukan personal, hal ini tergambar dalam struktur di bawah ini.

VIDEO PROFILE

TESTIMONI ALUMNI

Lokasi Pondok

Virtual Tour Pesantren #6 Bersama Majalah Gontor dan Gontornews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com