pesanan-baju-kaos
30 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 2 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

2019, Pertempuran Hidup Mati

Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
7 December 2018
in Kolom
0
2019, Pertempuran Hidup Mati

2019 sudah dekat. Bau pilpres makin menyengat. Dua kubu yang berseteru saling serang. Semua jurus mulai dikeluarkan. Dari jurus yang lembut, sampai jurus mabuk. Mulai dari “sontoloyo” hingga “genderuwo”.

Pilpres kali ini adalah ultimate fighting. Pertempuran final. Siapa kalah, ia akan menyingkir selamanya. Pensiun sebelum waktunya.

Jika Prabowo kalah, karir politiknya berakhir. Jadi begawan politik? Itu pilihan mulia. Setelah sekali nyapres gagal, dan sekali jadi cawapres tidak berhasil. Tetap jadi ketua Gerindra, dan hidup sebagai Bapak Bangsa akan lebih terhormat. Lalu, melanjutkan tugas lama: melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang lebih muda, berkapasitas dan punya integritas.

Jokowi, Ahok, Ridwan Kamil dan terakhir Anies Baswedan adalah para pemimpin yang lahir dari olahan tangan dingin Prabowo. Prabowo sangat berperan atas lahirnya mereka. Untuk peran ini, Prabowo jagonya. Sayangnya, mereka “membelot” dan memilih jadi “rival politik” Prabowo. Itulah politik, tak ada kawan dan lawan abadi. Kecuali Anies Baswedan. Ia dengan tegas menolak nyapres ketika sejumlah partai mendorongnya. Anies menolak karena ia tak mau berhadapan dan mengecewakan orang yang telah “dengan legowo” melahirkannya jadi pemimpin Jakarta, yaitu Sang Maestro bernama Prabowo. Pilihan Anies tepat jika dipahami sebagai investasi moral untuk jangka panjang.

BACA JUGA

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

Di Bawah Asuhan Gontor

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Tidak hanya buat Prabowo, pilpres 2019 juga ultimate fighting buat Jokowi. Kalah, Jokowi bisa balik ke solo. Pensiun dini. Ambil PDIP? Ada Puan Maharani, putri mahkota Megawati. Trah darah biru Soekarno, Bapak Proklamasi.

Santer kabar, Megawati mau mundur dari posisinya sebagai Ketum PDIP. Sudah sepuh, akunya. Ini alasan normatif. Boleh jadi alasan politisnya ingin menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Puan Maharani. Sebab, jika tak terkondisikan, Jokowi sangat berpeluang untuk mengambil PDIP. Jaringan kuat dan logistik memadai. Massa die hard Jokowi di PDIP cukup mengakar.

Kedua capres, baik Prabowo maupun Jokowi akan mengerahkan segala kemampuan yang mereka miliki. Ini pertempuran mati hidup. Tak ada pertempuran berikutnya. Menang, atau kalah selamanya.

Meski ultimate fighting, kompetisi harus tetap fairnes. Ini penting agar pertama, lahir pemimpin yang benar-benar dikehendaki rakyat. Bukan pemimpin hasil manipulasi dan menipu suara rakyat. Kedua, untuk memastikan bahwa demokrasi hidup dan terjaga dengan baik di negeri ini. Tidak saja ini akan dilihat oleh dunia, tapi yang terpenting dan paling utama bahwa ini akan jadi warisan moral bagi generasi dan anak bangsa.

Diantara ciri pemilu yang demokratis dan fairnes adalah pertama, ditegakkannya aturan pilpres secara tegas dan adil. Masing-masing Paslon taat. KPU dan Bawaslu harus memastikan bahwa pilpres berjalan dengan jujur dan adil. Mereka akan dikutuk sejarah jika ikut menjadi pemain. Kedua, menjaga kewajaran dan kepatutan dalam berpolitik. Tidak melakukan black campign, intimidasi, persekusi, diskriminasi, dan kriminalisasi. Ini akan melukai demokrasi Indonesia.

Dua syarat yaitu tegaknya aturan dan kepatutan berpolitik ini hanya akan bisa dipenuhi jika masing-masing calon siap untuk kalah. Kalau siap untuk menang, gak perlu ditanya. Keduanya maju memang untuk menang. Tapi, tak mungkin dua-duanya menang. Karena itu, selain siap menang, harus juga siap kalah. Ini soal mental dan moral. Menjunjung tinggi sportiftivitas.

Calon yang tidak siap kalah akan cenderung menabrak aturan dan mengabaikan etika berpolitik. Main sikat sana-sini dan main hajar lawan. Peluang ini lebih besar dimiliki petahana. Lah kok? Pertama, karena petahana pemegang kekuasaan. Secara psikologis, pada umumnya tak ada orang mau melepaskan kekuasaannya. Sudah ada di genggaman tangan dan ingin dilanggengkan. Orang yang punya kekuasaan cenderung mempertahankan kekuasaannya. Kalau dia berintegritas, dia akan pertahankan kekuasaan dengan cara-cara yang benar dan bijak. Jika tak berintegritas, ia abaikan aturan dan kepatutan moral demi untuk mempertahankan kekuasaan.

Kedua, petahana berpeluang untuk menggunakan semua fasilitas kekuasaan. Mulai dari logistik, hukum hingga aparat dan birokrasi. Bahkan juga media/pers. Semua bisa diakses jika mau. Umumnya penguasa, siapapun penguasanya, fasilitas itu menggoda. Hanya bedanya, ada yang rapi, sunyi, dan sembunyi-sembunyi. Tapi ada yang vulgar, terang-terangan dan bermuka tebal.

Ketiga, petahana dalam mengelola pemerintahan umumnya punya kesalahan. Jika kekuasaan diambil alih rivalnya, kesalahan kemungkinan akan terbongkar. Ini juga jadi beban psikologis, moral dan boleh jadi juga beban hukum bagi penguasa. Siapapun penguasa, umumnya menghalalkan segala cara untuk menang. Ini dilakukan, karena adanya beban.

Bagaimana dengan Prabowo? Mencermati salah satu ungkapannya: “saya tidak akan minta dukungan kepada siapa-siapa. Ini saya lakukan karena tanggung jawab saya kepada bangsa, kepada rakyat, dan kepada agama. Yang mau bergabung, Ayuk kita bersama-sama selamatkan bangsa ini’. Lihat ungkapan ini sekilas ada semacam kepasrahan. Wajar, karena ia berhadapan dengan kekuasaan yang memiliki akses aparat, birokrat dan logistik yang berlimpah. Secara mental, Prabowo lebih siap jika kalah. Meski demikian, kekalahan akan jadi beban di akhir hidupnya: bertarung untuk selalu kalah. Bagaimanapun, tak ada pilihan bagi Prabowo kecuali “all out” untuk memenangkan pertempuran. Apalagi melihat bangsa “yang menurutnya” sedang terancam kedaulatannya.

Jadi, pilpres 2019 bukan hanya arena pertempuran bagi paslon capres-cawapres, tapi juga pertaruhan moral dan demokrasi bagi bangsa ini. Baik buruknya aksi politik kedua belah pihak, akan dirasakan warisan moralnya bagi bangsa ini di masa depan. []

Tags: 2019PilpresPolitik
Share23Tweet15Send
Previous Post

Sumbar Kerahkan 2.000 Penyuluh Agama Cegah Perkembangan LGBT

Next Post

Helikopter TNI Ditembaki KKB, Wahyu Terkena Peluru

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

27 September 2026
100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

100 Tahun Gontor: Saatnya Mengubah Warisan Nilai Menjadi Kebaikan

25 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

Dari PPM Darel Azhar Banten untuk Dunia

27 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

0
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

0
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

0
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Pengalaman Gontor Mendidik Santri Terampil Komunikasi

29 September 2026
Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

Prof Syamsuddin Arif: Guru Besar Filsafat Islam Abad Pertengahan dari UNIDA Gontor

29 September 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

29 September 2026
Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

Empat Alumni KMI Gontor Resmi Menjadi Guru Besar UNIDA Gontor

28 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result