Jeddah, Gontornews – Sebanyak 224 jamaah umrah dari Indonesia mendarat di Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, Ahad (1/11) sore waktu setempat. Dua jam sebelumnya, juga di bandara yang sama, telah mendarat 38 jamaah dari Pakistan.
Ini untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan, Arab Saudi kembali menerima jamaah umrah dari mancanegara, yang sempat terhenti karena pandemi virus corona.
Arabnews.com melansir, Bandara Internasional King Abdul Aziz kedatangan penerbangan pertama, dari Pakistan yang tiba pukul 4 sore dengan membawa 38 jamaah. Sedangkan penerbangan kedua, dari Indonesia tiba pukul 6 sore, dengan 224 jamaah.
Jamaah diterima oleh Menteri Haji dan Umrah Muhammad Saleh Benten dan wakilnya, Abdel Fattah Mashat, serta direktur bandara, Issam Nour.
Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Issam Al-Thaqafi bertemu dengan para jamaah Indonesia di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Ia mengatakan, Saudi menjamin perjalanan yang aman dan meyakinkan jamaah bahwa kesejahteraan mereka menjadi prioritas Kerajaan Saudi.
Peziarah dites sebelum tiba di Saudi. “Ini tahap yang lambat dan dipertimbangkan dengan baik. Kami mengambil semua tindakan kesehatan sebelum kedatangan jamaah dari negara mereka, dan selama perjalanan umrah mereka di Kerajaan Saudi,” kata wakil menteri haji kepada saluran TV satelit Al-Ekhbariya.
“Semua sudah siap menerima jamaah sejak penerbangan pertama kali tiba,” ujarnya. “Kami memantau dan merevisi semuanya setiap hari.”
Kementerian telah menetapkan standar dan kontrol untuk semua penyedia layanan dan perusahaan umrah untuk memastikan penerapan tindakan pencegahan dan penularan tingkat tertinggi yang disetujui oleh Kementerian Kesehatan.
Kementerian Haji dan Umrah meminta para peziarah, pengunjung, dan jamaah dari dalam dan luar Kerajaan untuk mematuhi tindakan pencegahan seperti mengenakan masker, menjaga kebersihan tangan, dan menjaga jarak sosial.
Peziarah dapat tinggal di Kerajaan hingga 10 hari. Mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan pada saat kedatangan sebelum didistribusikan di antara perusahaan haji dan umrah, di mana setiap kelompok tidak boleh lebih dari 50 orang.
Mereka kemudian akan diangkut dengan bus ke hotel untuk diisolasi selama tiga hari sebelum diperiksa dan diizinkan oleh Kementerian Kesehatan untuk melakukan umrah.
Ini terjadi pada hari pertama dari tahap ketiga dimulainya kembali umrah. Kerajaan sedang bersiap untuk menerima 10.000 jamaah internasional setiap hari. Batas usia maksimal jamaah internasional 50 tahun. Masjidil Haram akan menampung kapasitas 100 persen.
Arab Saudi akan menerima jamaah umrah dari negara-negara yang situasi pandeminya stabil. Negara-negara itu harus mengikuti evaluasi berkelanjutan dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi (Weqaya) sesuai dengan protokol khusus. []


















