10
Tonton Selengkapnya
Prof Syam
27 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 19 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
31 May 2026
in Tafsir
0
Menghidupkan Spirit Haji Pasca-Idul Adha dalam Kehidupan Sehari-hari

Foto: Wisata Mulia Insani

Landasan Teologis

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ

“(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal yaitu takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.” (QS Al-Baqarah: 197)

Asbabun Nuzul

BACA JUGA

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Menjadi Pribadi yang Menenangkan, Bukan Meresahkan

Menyambut Dzulhijjah dengan Semangat Ibadah dan Amal Terbaik  

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Membangun Integritas Pendidik dan Peserta Didik

Ayat ini turun untuk menegur kebiasaan jamaah haji dari Yaman yang pada masa itu enggan membawa bekal. Akhirnya, sesampai di Mekkah mereka harus meminta-minta kepada jamaah haji yang lain guna memenuhi kebutuhan mereka.

Dalam hadits riwayat Imam al-Bukhari dalam Kitab al-Hajj, Bab Qaul Allah Ta‘ala hlm. 371, hadis nomor 1523, menyebutkan sebab turunnya ayat ini:

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Dulu penduduk Yaman biasa berangkat haji tanpa membawa bekal. ‘Kami orang-orang yang bertawakal,’ begitu kata mereka. Sampai di Mekkah, mereka pun terpaksa meminta-minta kepada jamaah haji yang lain. Berkaitan dengan hal ini Allah menurunkan firman-Nya, watazawwaduu fainna khairaz-zaadit-taqwa (Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal yaitu takwa).” (HR Imam Al-Bukhari)

Interpretasi Para Mufasir

Tafsir As-Sa’di menyebutkan tujuan utama haji ialah menghadirkan kerendahan dan ketundukan kepada Allah, mendekatkan diri kepada-Nya dengan berbagai bentuk ibadah yang mampu dilakukan, serta menjauhkan diri dari perbuatan dosa. Dengan demikian, haji menjadi haji yang mabrur, sedangkan haji mabrur tidak ada balasan baginya selain surga.

Kemudian Allah memerintahkan untuk membawa bekal dalam perjalanan yang mulia ini. Membawa bekal membuat seseorang tidak bergantung kepada orang lain, menjaga diri dari meminta-minta dan mengharapkan harta manusia. Banyaknya bekal juga memberi manfaat dan membantu para musafir serta menjadi tambahan kedekatan kepada Allah, Tuhan semesta alam. Bekal yang dimaksud di sini yaitu bekal lahiriah untuk menjaga kekuatan tubuh berupa makanan dan perlengkapan perjalanan.

Dalam tafsir As-Sa’di juga disebutkan bahwa bekal yang sejati dan manfaatnya terus berlangsung bagi pemiliknya di dunia dan akhirat yaitu bekal takwa. Takwa merupakan bekal menuju negeri keabadian dan jalan menuju kenikmatan yang paling sempurna serta kebahagiaan yang abadi. Siapa yang meninggalkan bekal ini, maka ia bagaikan musafir yang terputus perjalanannya, rentan terhadap segala keburukan, dan terhalang dari mencapai negeri orang-orang bertakwa. Ini merupakan pujian bagi takwa dan orang yang bertakwa.

Kemudian Allah memerintahkan takwa kepada orang-orang yang berakal. Maksudnya, wahai orang-orang yang memiliki akal yang matang dan lurus, bertakwalah kepada Tuhan kalian. Sebab takwa adalah perkara paling agung yang diperintahkan oleh akal yang sehat, sedangkan meninggalkannya merupakan tanda kebodohan dan rusaknya pandangan hidup.

Tafsir Al-Muyassar menyebutkan bahwa pelaksanaan haji itu pada bulan-bulan yang telah dimaklumi, yaitu bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan 10 hari dari bulan Dzulhijjah. Maka barangsiapa telah memantapkan niat haji atas dirinya pada bulan-bulan tersebut dengan memasuki keadaan ihram, maka diharamkan atas dirinya untuk ber-jimak dan aktivitas-aktivitas pengantarannya.

Dan haram atas dirinya keluar dari ketaatan kepada Allah dengan berbuat maksiat, dan perdebatan dalam berhaji yang dapat menyeret padat tersulutnya kemarahan dan kebencian. Dan apa pun kebaikan yang kalian perbuat niscaya Allah mengetahuinya. Dan bawalah bagi kalian perbekalan dari jenis makanan dan minuman bagi perjalanan ibadah haji, dan perbekalan dari jenis amal shalih untuk kampung akhirat. Karena sesungguhnya sebaik-baik perbekalan yaitu ketakwaan kepada Allah.

Sementara itu dalam tafsir Aisarut Tafasir disebutkan pelajaran dari QS Al-Baqarah: 197, yaitu: Keharaman melakukan perbuatan keji (rafats), kefasiqan, dan permusuhan tatkala sedang ihram; Disunnahkan bagi jamaah haji untuk memperbanyak amalan kebaikan selama ibadah hajinya agar pahalanya bertambah dan mabrur hajinya.

Inti Reflektif

Ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik menuju Baitullah, tetapi perjalanan spiritual untuk membentuk ketakwaan. Setelah Idul Adha, setiap Muslim dituntut untuk menjaga nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari, yaitu memperkuat hubungan dengan Allah, menjauhi perbuatan maksiat, mengendalikan emosi dan konflik, serta memperbanyak amal shalih. Keberhasilan seseorang dalam mengambil pelajaran dari haji dan Idul Adha tidak diukur dari kemeriahan perayaannya, melainkan dari sejauhmana nilai ketakwaan, kesabaran, keikhlasan, dan pengurbanan terus hidup dalam sikap dan perilakunya.

Nilai-nilai Pedagogis

QS Al-Baqarah: 197 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi umat manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Akhlak. Ayat ini mengajarkan hamba-Nya agar menjauhi larangan terhadap rafats yaitu ucapan/tingkah laku yang mengandung unsur seksual atau tidak senonoh dan perilaku fusūq yaitu maksiat, perbuatan dosa atau menyimpang dari kebenaran serta perilaku jidāl yaitu perdebatan/pertengkaran yang tidak perlu. Sehingga ayat ini mengajarkan nilai pengendalian diri, kesopanan, serta menjauhi konflik dan dosa, terutama di tengah ibadah.

Demikian bagi guru, orang tua dan tokoh masyarakat harus senantiasa memberikan keteladanan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik tidak menyimpang dari kebenaran dan tidak melakukan perbuatan rafats, fusuq dan jidal yang dapat merusak ibadah dan akhlaknya.

Kedua, Nilai Akidah (Keimanan). Ayat ini menegaskan bahwa ibadah haji merupakan perintah Allah yang memiliki waktu tertentu untuk mengajarkan pentingnya ketaatan pada aturan Allah. Kalimat “Apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya”, ayat ini menanamkan keyakinan bahwa Allah Maha Mengetahui setiap amal hamba-Nya

Guru, orang tua dan tokoh masyarakat harus menanamkan keimanan sejak anak berusia dini agar mereka meneladani ketaatan kepada Allah sebagaimana Nabi Ismail AS yang meneladani keshalihan Nabi Ibrahim AS. Anak akan mampu memilah semua apa yang dilihat dan didengar karena mereka memiliki keimanan yang kuat sehingga tidak terbawa arus yang salah dan menyimpang.

Ketiga, Nilai Takwa. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama ibadah haji dan seluruh amal yaitu membentuk ketakwaan kepada Allah. Frasa “sebaik-baik bekal yaitu takwa” menunjukkan bahwa pendidikan Islam tidak hanya menyiapkan kemampuan intelektual, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan kedekatan dengan Allah.

Orang tua dan guru harus membiasakan peserta didik untuk rajin beribadah, berdoa, menanamkan keikhlasan dalam belajar dan beramal dengan menjadikan nilai agama sebagai dasar perilaku. Seseorang yang bertakwa akan taat dalam beribadah dan menjalankan perintah Allah serta menjauhi kemurkaan dan larangan Allah. Sehingga ia akan lebih berhati-hati karena takut kepada Allah.

Keempat, Nilai Pendidikan Intelektual (Ulil Albab). Ayat ini menyeru kepada “ulil albab” (orang yang berakal) untuk mendorong manusia menggunakan akalnya dalam memahami perintah Allah, termasuk dalam menjalankan ibadah haji secara sadar dan penuh makna serta berbekal amal shalih dalam menjalankan ibadah.

Penting bagi guru, orang tua dan tokoh masyarakat mengarahkan peserta didik menjadi orang-orang yang berakal agar mereka memahami perintah Allah dan mengambil pelajaran dari apa yang Allah sudah berikan karena kekuasaan Allah tampak jelas. Peserta didik harus menjadi cendekiawan Muslim yang berilmu, beriman, berakhlak dan bertakwa kepada Allah SWT.

Nilai-Nilai Teoretis

Spirit haji merupakan nilai-nilai spiritual, moral, dan sosial yang terkandung dalam ibadah haji yang tidak berhenti pada pelaksanaan ritual semata, tetapi harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Haji merupakan ibadah yang mengintegrasikan hubungan manusia dengan Allah (ḥabl min Allāh) dan hubungan dengan sesama manusia (ḥabl min al-nās). Nilai tersebut meliputi tauhid, ketakwaan, kesabaran, pengurbanan, kedisiplinan, persaudaraan, serta kepedulian sosial.

Secara bahasa, haji berarti “menuju” atau “menyengaja”. Sedangkan secara istilah, haji adalah mengunjungi Baitullah pada waktu tertentu untuk melaksanakan serangkaian ibadah sesuai syariat Islam. Namun, esensi haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Mekkah, melainkan perjalanan spiritual menuju kedekatan dengan Allah SWT dan pembentukan kepribadian Muslim yang lebih baik.

Allah SWT berfirman:

وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍۙ ۝٢٧لِّيَشْهَدُوْا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ فِيْٓ اَيَّامٍ مَّعْلُوْمٰتٍ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۚ فَكُلُوْا مِنْهَا وَاَطْعِمُوا الْبَاۤىِٕسَ الْفَقِيْرَۖ ۝٢٨

Artinya: “(Wahai Ibrahim, serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh. (Mereka berdatangan) supaya menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang telah dianugerahkan-Nya kepada mereka berupa binatang ternak. Makanlah sebagian darinya dan (sebagian lainnya) berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS Al-Hajj: 27-28)

Idul Adha memiliki hubungan erat dengan ibadah haji karena momentum ini menghadirkan nilai keteladanan dari Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Siti Hajar. Spirit haji pasca-Idul Adha berarti menjaga dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang dipelajari dari ibadah haji dan kurban dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian makna menghidupkan spirit haji pasca-Idul Adha yaitu mengimplementasi dan mengaktualisasikan nilai-nilai luhur ibadah haji dan kurban dalam kehidupan sehari-hari. Nilai tersebut mencakup tauhid, ketakwaan, pengurbanan, kesabaran, persaudaraan, kepedulian sosial, keikhlasan dan meningkatkan kedisiplinan beribadah untuk membentuk karakter yang lebih baik dari sebelumnya.

Menghidupkan Spirit Haji

Lalu bagaimana cara menghidupkan spirit haji pasca-Idul Adha dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, Menjaga konsistensi ibadah (istiqamah) termasuk qiyamul lail. Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ

”Sesungguhnya orang-orang yang berkata, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), ‘Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu’.”  (QS Fushshilat: 30)

Kedua, Meningkatkan kepedulian sosial yang tinggi. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS Al-Maidah: 2)

Ketiga, Menghias diri dengan akhlak mulia. Rasulullah SAW bersabda:

أَكْمَلُ المُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا

“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya yaitu yang paling baik akhlaknya.” (HR Tirmidzi No. 1162)

Keempat, Memperdalam ilmu agama. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ أَرَادَ الدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِاْلعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَ الآخِرَهَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ باِلعِلْمِ

“Barangsiapa yang hendak menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu.” (HR Ahmad)

Kelima, Memberikan teladan di lingkungan sekitar. Allah SWT berfirman:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِۗ وَلَوْ اٰمَنَ اَهْلُ الْكِتٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْۗ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ وَاَكْثَرُهُمُ الْفٰسِقُوْنَ

“Kamu (umat Islam) merupakan umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Seandainya Ahlul Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka orang-orang fasik.” (QS Ali Imran: 110)

Keenam, Memperbanyak doa agar tetap semangat dalam segala hal terutama dalam ibadah, takwa dan memperbaiki diri (tobat). Allah SWT berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ

“Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina’.” (QS Ghafir: 60)

Ketujuh, Menyebarkan kedamaian. Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS Al-Hujurat: 10)

Kedelapan, Belajar untuk sabar, tawakal, patuh dan ikhlas dalam beribadah sebagaimana Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS dan Siti Hajar. Allah SWT berfirman:

قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

“Ia (Ibrahim) berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?’ Dia (Ismail) menjawab, ‘Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar’.” (QS Ash-Shaffat: 102)

Kisah Teladan

Kisah teladan nan agung yang menjadi fondasi spiritual ibadah haji dan kurban hingga hari ini merupakan kisah perjalanan Nabi Ibrahim AS, istrinya Hajar, dan putranya Ismail AS. Sebuah keluarga yang diuji dengan perintah-perintah besar dari Allah SWT, namun mampu menjawabnya dengan iman, kesabaran, dan kepasrahan yang sempurna. Allah mengabadikan kisah Nabi Ibrahim AS ketika meninggalkan keluarganya di lembah tandus Mekkah yang kering (QS Ibrahim: 37).

Ketika Nabi Ibrahim AS hendak pergi meninggalkan mereka, Hajar mengejarnya sambil bertanya dengan suara penuh kegelisahan, “Apakah ini perintah Allah?” Setelah Ibrahim AS menjawab, “Ya,” maka Hajar pun berkata dengan keyakinan yang luar biasa, “Kalau begitu Allah tidak akan menyia-nyiakan kami.” Kalimat sederhana itu menjadi simbol tawakal yang begitu mendalam. Hajar tidak memiliki bekal yang cukup, tidak ada manusia lain di sekitar mereka, dan tidak ada sumber air. Namun, keyakinannya kepada Allah lebih besar daripada rasa takutnya terhadap keadaan.

Tidak lama kemudian, persediaan air mulai habis. Ismail kecil menangis kehausan. Hajar yang diliputi kecemasan berlari menuju bukit Shafa untuk mencari pertolongan. Dari sana ia berlari lagi menuju Marwa, berharap menemukan sumber air atau kafilah yang lewat. Ia melakukan itu sebanyak tujuh kali. Sa’i bukan sekadar ritual fisik. Ia simbol perjuangan manusia dalam menghadapi kehidupan. Hajar mengajarkan bahwa tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha. Ia tetap berlari, berikhtiar, dan mencari jalan keluar, meskipun keadaan tampak mustahil.

Di tengah kelelahan dan keputusasaan itu, Allah menunjukkan kuasa-Nya. Dari hentakan kaki Ismail kecil, memancarlah air Zamzam yang terus mengalir hingga hari ini. Air itu menjadi mukjizat sekaligus bukti bahwa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang bertawakal.

Namun ujian keluarga Ibrahim AS belum selesai. Ketika Ismail tumbuh menjadi anak yang kuat dan membanggakan, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi untuk menyembelih putranya sendiri. Dalam ajaran para nabi, mimpi itu merupakan wahyu. Allah mengabadikan dialog menyentuh antara ayah dan anak tersebut dalam Al-Qur’an surat Ash-Shaffat ayat 102.

Dialog ini memperlihatkan puncak kepasrahan dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Nabi Ibrahim AS rela mengurbankan sesuatu yang paling dicintainya demi Allah. Sementara Ismail menunjukkan keteguhan iman dengan menerima perintah itu tanpa perlawanan. Sampai akhirnya Ismail diganti dengan domba kibasy.

Demikian, ibadah haji dan kurban mengajarkan nilai solidaritas sosial. Saat seseorang berkurban, dagingnya dibagikan kepada masyarakat, terutama kaum fakir dan membutuhkan. Ini menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga sosial dan kemanusiaan.

رَبَّنَآ اِنِّيْٓ اَسْكَنْتُ مِنْ ذُرِّيَّتِيْ بِوَادٍ غَيْرِ ذِيْ زَرْعٍ عِنْدَ بَيْتِكَ الْمُحَرَّمِۙ رَبَّنَا لِيُقِيْمُوا الصَّلٰوةَ فَاجْعَلْ اَفْـِٕدَةً مِّنَ النَّاسِ تَهْوِيْٓ اِلَيْهِمْ وَارْزُقْهُمْ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُوْنَ ۝٣٧

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak ada tanamannya (dan berada) di sisi rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati. Ya Tuhan kami, (demikian itu kami lakukan) agar mereka melaksanakan shalat. Maka, jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan anugerahilah mereka rezeki dari buah-buahan. Mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS Ibrahim: 37)  []

Tags: HajarIbadah hajiIbrahim ASIsmail ASKurban
Share18Tweet11Send
Previous Post

BAZNAS RI Salurkan Daging Kurban bagi Masyarakat Prasejahtera di Kampung Pemulung Jurangmangu

Next Post

BAZNAS Salurkan 1.240 Kambing Dam Jemaah Haji 2026 untuk Mustahik di Berbagai Provinsi

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Al-‘Afwu dan Al-Maghfirah: Hierarki Ampunan dalam Perspektif Spiritual Islam di Akhir Ramadhan

Kiat-Kiat Agar Anak Betah di Pesantren: Sebuah Rangkuman Pidato Masyayikh Gontor

3 May 2026
kh fauzi tidjani djauhari

Pesantren Al-Amien Prenduan akan Gelar Idul Khotmi Nasional Tarekat Tijaniyah Ke-234

13 July 2026
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

12 July 2026
Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

12 July 2026
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

13 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

0
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

0
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

0
Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

Sarasehan Guru Besar Alumni UNIDA Gontor Bukti Penguatan Misi Menuju World Class University

0
Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

Waka BAZNAS Apresiasi Kepedulian Pemkab Pasaman Barat terhadap Zakat

17 July 2026
Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

Bentengi Generasi Sejak Dini: Siswa Kelas VI SDIT Insantama Leuwiliang Ikuti Penyuluhan Bahaya Narkoba

17 July 2026
200 Lebih Alumni Angkatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

200 Lebih Alumni Angakatan 2005 Ramaikan Reuni Akbar Gontor Putri

16 July 2026
FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

FORBIS Isi Pembekalan Mental Wirausaha di Muaskar Wisuda Ke-46 UNIDA Gontor

16 July 2026
Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

Sambut Tahun Baru Islam 1448 H, PC IKPM Gontor Lampung Gelar Silaturahmi Perdana Bersama Alumni

16 July 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • 100 Tahun Gontor bukan sekadar peringatan, tetapi sejarah yang layak disimpan.Miliki Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor yang terbit selama Juli–September 2026.📚 Koleksi terbatas.
⏳ Jangan menunggu sampai kehabisan.📲 Pesan sekarang:
https://bit.ly/pesan-majalah#100TahunGontor #MajalahGontor #Gontor #PondokModern #DarussalamGontor #MediaPerekatUmat #GontorMendunia #KoleksiBersejarah #alumnigontor #gontornews #majalahgontor
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Pre-Order telah dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eksemplarMengingat kuota cetak yang terbatas, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Pemesanan Anda di sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @ikpmmadiun
Bagi keluarga besar Gontor, setiap nasihat Pimpinan adalah bekal sepanjang perjalanan hidup. 🤍Kali ini, mari kita luangkan waktu sejenak untuk kembali mendengarkan petuah dari K.H.Hasan Abdullah Sahal (Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor)Insya Allah apa yang kita dengar bukan hanya menambah ilmu, tetapi juga menguatkan niat untuk terus berkhidmat kepada umat.🤲 Jangan berhenti di kita. Bagikan agar semakin banyak yang memperoleh manfaat.💬 Antum Alumni Gontor angkatan berapa? Share di kolom komentar.
  • Jangan sampai koleksi Majalah Gontor Edisi Khusus 100 Tahun Gontor Anda kehabisan.Menuju Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Majalah Majalah Gontor menerbitkan Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Mumpung BELUM terlambat, Pre-Order Edisi Agustus & September resmi dibuka!💰 Harga: Hanya Rp 15.000 / eks eksemplar
⏳ Batas Waktu PO Edisi Agustus: 10 Juli 2026, Pukul 11:59 WIB (Tinggal menghitung hari!)Mengingat kuota cetak yang sangat ketat, amankan eksemplar Anda sekarang juga sebelum sistem tertutup otomatis.Amankan Slot Pemesanan Anda di Sini:
👉 https://bit.ly/pesan-majalah
  • Repost from @unida.gontor and @miladunidagontor
Bismillahirrahmanirrahim
👋Sampai jumpa di Kampus UNIDA Gontor!
Tabligh Akbar bersama Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.Dalam rangka memperingati Milad UNIDA Gontor ke-63, Hadirilah Tabligh Akbar Universitas Darussalam Gontor:✨ Tema: Pentingnya Pesantren
👤 Bersama: Al Ustadz Dr. (H.C.) Adi Hidayat, Lc., M.A.
🗓️ Hari/Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
🕗 Waktu: 20:00 WIB – Selesai
🏛️ Tempat: Universitas Darussalam Gontor (Jl. Raya Siman, Ponorogo, Jawa Timur)Link Pendaftaran:
bit.ly/tablighakbar_unidagontorAcara ini terbuka untuk umum dan menyediakan doorprize menarik bagi jemaah yang beruntung.Mari jadikan momentum ini sebagai sarana memperkuat ukhuwah serta meningkatkan kapasitas keilmuan kita.#MiladUNIDAGontor63 #UstadzAdiHidayat #PesantrenPerekatUmat #TablighAkbarPonorogo #unidagontor
#majalahgontor #gontornews
  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result