pesanan-majalah-edisi-khusus
33 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 28 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Oleh Dr KH Ikhwan Hadiyyin, Khadimul Ma'had Darel Azhar Rangkasbitung, Banten

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
12 July 2026
in Kolom
0
Akhlak dan Adab sebagai Fondasi Peradaban: Perspektif Imam Al-Ghazali, Ibn Miskawaih, Syed Muhammad Naquib Al-Attas, dan KH Imam Zarkasyi untuk Menyongsong Abad Kedua Gontor

Mukadimah

Dalam diskursus pendidikan Islam, akhlak dan adab merupakan dua istilah yang sering disebut secara bersamaan, bahkan tidak jarang dipahami sebagai sesuatu yang sama. Padahal, keduanya memiliki dimensi yang berbeda meskipun saling melengkapi. Akhlak lebih berkaitan dengan karakter dan kondisi batin seseorang, sedangkan adab berkaitan dengan tata perilaku yang lahir dari ilmu, kesadaran, dan kemampuan menempatkan segala sesuatu pada posisi yang semestinya.

Krisis yang melanda masyarakat modern dewasa ini sesungguhnya bukan hanya krisis ilmu pengetahuan, tetapi juga krisis akhlak dan adab. Banyak orang cerdas tetapi kurang bijaksana, berpengetahuan luas tetapi kehilangan rasa hormat, memiliki jabatan tinggi tetapi miskin keteladanan. Oleh karena itu, pembahasan tentang akhlak dan adab menjadi sangat relevan dalam konteks pembangunan manusia dan peradaban.

Akhlak Menurut Al-Qur’an dan Hadis

BACA JUGA

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

Mengubah Hafalan Menjadi Pembelajaran Bermakna

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Akhlak merupakan salah satu tujuan utama diutusnya Rasulullah. Beliau bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR Ahmad)

Al-Qur’an juga memberikan kesaksian tentang keagungan akhlak Rasulullah SAW.

“Dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (QS Al-Qalam: 4)

Ayat dan hadis tersebut menunjukkan bahwa kualitas seorang Mukmin tidak hanya diukur dari keluasan ilmu dan banyaknya ibadah, tetapi juga dari kemuliaan akhlaknya.

Analisis

Pandangan Imam Al-Ghazali: Akhlak sebagai Kondisi Jiwa

Dalam Ihya’ Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mendefinisikan akhlak sebagai: “Suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang darinya lahir perbuatan-perbuatan dengan mudah tanpa memerlukan pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu.”

Definisi ini menunjukkan bahwa akhlak bukan sekadar tindakan lahiriah, melainkan keadaan batin yang telah mengakar dalam diri seseorang.

Menurut Al-Ghazali, sumber utama akhlak kebersihan hati (tazkiyatun nafs). Hati yang dipenuhi iman akan melahirkan kejujuran, amanah, tawadhu’, kesabaran, dan kasih sayang. Sebaliknya, hati yang dikuasai hawa nafsu akan melahirkan kesombongan, dengki, riya’, dan berbagai penyakit moral lainnya.

Karena itu, Al-Ghazali memandang pendidikan akhlak sebagai proses penyucian jiwa melalui ilmu, ibadah, mujahadah, dan pembiasaan amal shalih.

Pandangan Ibn Miskawaih: Akhlak sebagai Hasil Pembinaan

Dalam kitab Tahdzib al-Akhlaq, Ibn Miskawaih menolak pandangan bahwa karakter manusia sepenuhnya ditentukan oleh faktor bawaan. Menurutnya, akhlak dapat dibentuk melalui pendidikan, latihan, dan pembiasaan. Manusia memiliki potensi untuk menjadi baik maupun buruk, dan perkembangan potensi tersebut sangat dipengaruhi oleh lingkungan pendidikan yang diterimanya.

Oleh karena itu, pendidikan akhlak harus dilakukan secara berkesinambungan melalui:

  1. Keteladanan.
  2. Pembiasaan.
  3. Pengendalian hawa nafsu.
  4. Penguatan akal dan hikmah.

Pandangan Ibn Miskawaih ini menjadi landasan penting bagi sistem pendidikan pesantren yang menekankan pembinaan karakter selama dua puluh empat jam sehari.

Adab Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas

Jika akhlak berkaitan dengan karakter batin, maka adab berkaitan dengan kemampuan menempatkan segala sesuatu pada posisi yang benar. Syed Muhammad Naquib Al-Attas mendefinisikan adab sebagai: “Pengenalan dan pengakuan terhadap realitas bahwa segala sesuatu memiliki tempat dan kedudukan yang tepat dalam tatanan penciptaan.”

Menurut Al-Attas, hilangnya adab (loss of adab) merupakan akar utama berbagai krisis yang menimpa umat Islam modern.

Ketika seseorang kehilangan adab, ia tidak lagi mampu membedakan antara yang utama dan yang sekunder, antara ulama dan selebritas, antara ilmu dan informasi, serta antara kebebasan dan kebablasan.

Karena itu, Al-Attas menegaskan bahwa tujuan pendidikan Islam bukan sekadar menghasilkan manusia yang terampil, melainkan melahirkan manusia yang beradab (insan adabi).

KH Imam Zarkasyi: Pendidikan adalah Keteladanan dan Pembentukan Jiwa

KH Imam Zarkasyi, salah seorang Trimurti Pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor, memberikan dimensi praktis yang sangat kuat dalam pendidikan akhlak dan adab.

Beliau menegaskan: “Pendidikan bukan sekadar pengajaran.”

Pengajaran hanya memindahkan ilmu, sedangkan pendidikan membentuk jiwa, watak, mental, dan cara hidup.

Dalam sistem KMI Gontor, pendidikan tidak dibatasi oleh ruang kelas. Masjid, asrama, lapangan, organisasi pelajar, bahkan antrean makan sekalipun merupakan sarana pendidikan.

KH Imam Zarkasyi juga menegaskan: “Metode lebih penting daripada materi, guru lebih penting daripada metode, dan jiwa guru lebih penting daripada guru itu sendiri.”

Ungkapan ini menunjukkan bahwa akhlak dan adab tidak cukup diajarkan melalui ceramah, tetapi harus ditransmisikan melalui keteladanan hidup. Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan sangat bergantung pada kualitas jiwa para pendidiknya.

Sintesis: Akhlak dan Adab dalam Perspektif Pendidikan Pesantren

Apabila pandangan para tokoh tersebut dirangkai, maka dapat disimpulkan bahwa:

– Imam Al-Ghazali menekankan penyucian jiwa sebagai sumber akhlak.

– Ibn Miskawaih menekankan pembiasaan dan latihan karakter.

– Syed Muhammad Naquib Al-Attas menempatkan adab sebagai tujuan pendidikan.

– KH Imam Zarkasyi menekankan keteladanan dan lingkungan pendidikan total.

Keempat pandangan tersebut bertemu pada satu titik yang sama, yaitu bahwa manusia unggul tidak lahir hanya dari kecerdasan intelektual, melainkan dari perpaduan antara iman, ilmu, akhlak, adab, dan keteladanan.

Refleksi untuk Generasi Yahanu

Memasuki abad kedua Gontor, tantangan terbesar bukanlah melahirkan generasi yang sekadar pintar, melainkan generasi yang memiliki kualitas moral, integritas, dan daya inspirasi.

Pantun KH Hasan Abdullah Sahal:

“Yahanu ya Yahanu, tapi harus berkualitas.”

dan

“Yahanu ya Yahanu, jangan lupa jadi inspirator.”

sesungguhnya mengandung pesan yang sangat mendalam.

Kualitas tanpa adab dapat melahirkan kesombongan. Ilmu tanpa akhlak dapat melahirkan kerusakan. Jabatan tanpa integritas dapat melahirkan penyalahgunaan kekuasaan.

Sebaliknya, akhlak yang baik dan adab yang luhur akan melahirkan keteladanan, sedangkan keteladanan akan melahirkan pengaruh dan peradaban.

Ihtitam

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa akhlak dan adab merupakan dua unsur yang berbeda, tetapi tidak dapat dipisahkan. Akhlak berakar pada kekuatan iman dan kebersihan hati, sedangkan adab berakar pada kedalaman ilmu dan ketepatan dalam menempatkan segala sesuatu pada kedudukannya.

Dalam perspektif Imam Al-Ghazali, akhlak lahir dari jiwa yang tersucikan. Dalam pandangan Ibn Miskawaih, akhlak tumbuh melalui pendidikan, latihan, dan pembiasaan. Menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, adab merupakan tujuan hakiki pendidikan Islam. Sedangkan KH Imam Zarkasyi menunjukkan bahwa adab dan akhlak tidak cukup diajarkan, tetapi harus dihidupkan melalui keteladanan dan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa:

Akhlak merupakan buah dari iman yang hidup dalam hati.

Adab merupakan buah dari ilmu yang benar dan keteladanan yang hidup dalam kehidupan.

Keteladanan merupakan jembatan yang menghubungkan ilmu dengan amal.

Ketika akhlak bertemu dengan adab, lahirlah manusia berintegritas. Ketika manusia berintegritas berhimpun dalam sebuah komunitas, lahirlah peradaban yang bermartabat.

Dalam konteks memasuki abad kedua Gontor, pesan KH Hasan Abdullah Sahal melalui pantun beliau sesungguhnya bukan sekadar nasihat sederhana, melainkan sebuah visi peradaban.

Kualitas yang dimaksud bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan spiritual, keluasan wawasan, keluhuran akhlak, dan ketinggian adab. Sedangkan inspirator yaitu mereka yang mampu memberi teladan, menebarkan manfaat, dan menggerakkan perubahan menuju kebaikan.

Karena itu, tantangan terbesar Generasi Yahanu bukan sekadar menjadi orang sukses, melainkan menjadi manusia yang bernilai; bukan hanya menjadi pemimpin, tetapi juga menjadi pendidik; bukan hanya membangun lembaga, tetapi juga membangun peradaban.

Sebagaimana ungkapan penyair Arab:

“Suatu bangsa akan tetap tegak selama akhlaknya tegak. Apabila akhlaknya runtuh, maka runtuh pula bangsa itu.”

Maka masa depan umat, pesantren, dan bangsa sesungguhnya sangat ditentukan oleh keberhasilan kita mewariskan iman yang kokoh, ilmu yang benar, akhlak yang mulia, dan adab yang luhur kepada generasi penerus, calon pemimpin Indonesia Emas 2045.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Darel Azhar, 10 Juli 2026

Tags: Ibn MiskawaihImam Al-GhazaliKH Imam ZarkasyiPondok Modern Darussalam GontorSyed Muhammad Naquib al-Attas
Share47Tweet29Send
Previous Post

Raker SDIT Insantama Leuwiliang 2026/2027 Fokus Perkuat Kolaborasi dan Inovasi Pembelajaran Berbasis Teknologi

Next Post

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Gelar Pertemuan Walisantri Baru dalam Upaya Satukan Visi, Misi dan Langkah Bersama di Tahun Ajaran 2026-2027

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santri Gontor Kampus 2 Terpapar Covid-19 Pulih dengan Cepat. Apa Faktornya?

Qismul Amn dan Pembicaraan yang Tiada Henti

24 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

22 August 2026
Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

Al Mujtama Al Islami 4 Cianjur Laksanakan Apel Tahunan Khutbatul Arsy

23 August 2026
Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

Sujud Syukur dan Laporan Pertanggungjawaban Menutup Rangkaian Ujian Tulis Al-Imtinan Putri

23 August 2026
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

0
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

0
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

0
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

0
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

0
Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

26 August 2026
Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

Ketika Guru Turun Arena, HKS SDIT Insantama Leuwiliang Jadi Luar Biasa!

24 August 2026
Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

Estafet Khidmah Alumni pada Kepengurusan Baru IKPM Gontor Indramayu

24 August 2026
Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

Teruskan Khidmah, IKPM Gontor Majalengka Gelar Pelantikan Pengurus Baru 2026-2031

24 August 2026
IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

IKPM Gontor Banten Sambut Kepulangan Santri Putra dan Putri

24 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor
  • Global Islamic Holistic Education Summit.
Lokasi : Hotel Borobudur Jakarta, Indonesia
Tanggal : 5 - 6 September 2026Akhir Pendaftaran : 27 Agustus 2026Dalam rangka Peringatan 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, kami mengundang Bapak/Ibu untuk berpartisipasi dalam Global Islamic Holistic Education Summit (GIHES) 2026.GIHES 2026 merupakan forum Internasional yang mempertemukan pimpinan pesantren, lembaga pendidikan Islam, akademisi, pembuat kebijakan, dan tokoh pendidikan untuk berbagi perspektif, membahas tantangan strategis, serta membangun sinergi dan kolaborasi bagi kemajuan pendidikan dan generasi mendatang.#gontornews #majalahgontor #gihes
  • Dari Los Angeles, California, Amerika Serikat, tepatnya di Hollywood Sign dengan jarak kurang lebih 14.000 kilometer dari pondok Modern Darussalam Gontor. Doa-doa kebaikan disampaikan kepada Pondok Modern Darussalam Gontor dan Keluarga Besar Gontor.#majalahgontor #gontornews #100tahungontor #gontorponorogo
  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
πŸ“– Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
πŸ“– Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
πŸ“– September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan AndaπŸ›’ Segera pesan sebelum kehabisan!
πŸ”— https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews

Β© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
β–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result