pesanan-baju-kaos
31 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 17 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
13 July 2026
in Tafsir
0
Tetap Jujur Meski Berhadapan dengan Kepentingan

Foto: BincangSyariah

Landasan Teologis

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ لِلّٰهِ شُهَدَاۤءَ بِالْقِسْطِۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ عَلٰٓى اَلَّا تَعْدِلُوْاۗ اِعْدِلُوْاۗ هُوَ اَقْرَبُ لِلتَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada takwa. Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Ma’idah: 8)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Tafsir As-Sa’di menyebutkan makna “Wahai orang-orang yang beriman’’, yaitu orang-orang yang telah beriman kepada apa yang diperintahkan untuk diimani, laksanakanlah konsekuensi dari keimanan kalian dengan menjadi orang-orang yang senantiasa menegakkan (kebenaran) karena Allah, dan menjadi saksi dengan adil. Maksudnya, hendaklah seluruh gerak lahir maupun batin kalian bersemangat dalam menegakkan keadilan. Hendaklah penegakan keadilan itu dilakukan semata-mata karena Allah, bukan demi tujuan-tujuan duniawi. Selain itu, hendaklah yang kalian tuju keadilan yang sesungguhnya, yaitu tidak berlebihan dan tidak pula mengurangi hak, baik dalam ucapan maupun perbuatan.

Adapun makna “Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorongmu untuk berlaku tidak adil”, maksudnya, jangan sampai kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kalian meninggalkan keadilan, sebagaimana dilakukan oleh orang-orang yang tidak memiliki sifat adil dan tidak mengenal kebenaran. Kebenaran yang dibawanya harus diterima karena memang itu kebenaran, bukan karena siapa yang mengucapkannya.

Sementara itu Tafsir Al-Baghawi menyebutkan makna firman Allah, “Berlaku adillah,” yaitu berlaku adillah terhadap orang-orang yang kalian cintai maupun terhadap musuh-musuh kalian. Adapun makna firman-Nya, “Karena adil itu lebih dekat kepada takwa,” maksudnya, keadilan merupakan jalan yang paling dekat untuk mencapai ketakwaan kepada Allah.

Sedangkan makna firman-Nya, “Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” maksudnya, bertakwalah kepada Allah dalam seluruh urusan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala amal yang kalian lakukan, tidak ada satu pun perbuatan yang tersembunyi dari-Nya, dan Dia akan memberikan balasan yang setimpal atas semuanya.

Dalam ayat ini, menurut Tafsir Al-Qurthubi, terdapat dalil bahwa putusan hukum seorang hakim terhadap musuhnya tetap sah apabila dilakukan karena Allah, demikian pula kesaksiannya terhadap musuh tersebut tetap diterima. Sebab Allah memerintahkan untuk berlaku adil sekalipun terhadap orang yang dibenci. Seandainya keputusan hukum dan kesaksiannya terhadap orang yang dibenci tidak sah hanya karena adanya kebencian, tentu perintah Allah untuk berlaku adil dalam keadaan seperti itu tidak memiliki makna.

Ayat ini juga menunjukkan bahwa kekafiran seseorang tidak menghalangi kewajiban untuk berlaku adil kepadanya. Oleh karena itu, tindakan terhadap orang-orang kafir harus dibatasi pada apa yang memang dibenarkan syariat, seperti peperangan dan penawanan yang memang menjadi hak dalam kondisi tertentu. Tidak boleh melampaui batas dengan melakukan penyiksaan atau mutilasi terhadap mereka, sekalipun mereka telah membunuh perempuan dan anak-anak kaum Muslimin serta menimbulkan kesedihan.

Sedangkan Tafsir Ath-Thabari menjelaskan, janganlah kalian berbuat zalim dalam keputusan hukum maupun dalam tindakan kalian, sehingga melampaui batas-batas yang telah Allah tetapkan terhadap musuh-musuh kalian hanya karena permusuhan mereka kepada kalian. Demikian pula, janganlah kalian mengurangi pelaksanaan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah terhadap orang-orang yang kalian cintai hanya karena kedekatan dan loyalitas mereka kepada kalian.

Sebaliknya, hendaklah kalian berhenti pada batas-batas yang telah Allah tetapkan terhadap seluruh manusia tanpa membeda-bedakan, dan laksanakanlah semua itu sesuai dengan perintah-Nya.

Keadilan terhadap mereka lebih mendekatkan kalian kepada ketakwaan, yaitu agar dengan menegakkan keadilan kalian termasuk orang-orang yang bertakwa di sisi Allah. Orang-orang bertakwa yaitu mereka yang memiliki rasa takut dan kewaspadaan kepada Allah sehingga tidak menyelisihi sedikit pun perintah-Nya dan tidak melakukan sesuatu yang termasuk maksiat kepada-Nya.

Inti Reflektif

Kejujuran sejati tidak diuji ketika keadaan menguntungkan, tetapi ketika kejujuran berbenturan dengan kepentingan pribadi, kelompok, atau emosi. Surat Al-Ma’idah ayat 8 mengajarkan bahwa seorang Mukmin harus tetap berpegang teguh pada kebenaran dan berlaku adil, bahkan kepada orang yang tidak disukai.

Integritas seorang Muslim diukur bukan dari banyaknya ibadah yang dilakukan, melainkan dari konsistensinya menjaga kejujuran dan keadilan dalam setiap keadaan. Ketika kepentingan menguasai hati, kebenaran mudah dikorbankan. Namun, ketika takwa menjadi landasan hidup, kejujuran akan tetap tegak meskipun harus menanggung risiko.

Nilai-Nilai Pedagogis

Surat Al-Ma’idah ayat 8 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan (pedagogis) bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Pendidikan Keimanan (Iman). Ayat ini diawali dengan panggilan kepada orang-orang yang beriman. Hal ini menunjukkan bahwa keimanan menjadi fondasi utama perilaku seorang Muslim. Pendidikan Islam harus mengarahkan peserta didik agar menjadikan iman sebagai dasar dalam berpikir, bersikap, dan bertindak.

Guru dan orang tua harus menanamkan keyakinan peserta didik bahwa seluruh perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, sehingga peserta didik akan melakukan segala aktivitas hanya karena Allah dan mencari ridha Allah. Anak yang dididik dengan keimanan sedari kecil akan tumbuh menjadi hamba-hamba Allah yang memegang teguh agama, persaudaraan, dan kebenaran.

Kedua, Nilai Pendidikan Keadilan dan Kejujuran. Allah memerintahkan hamba-Nya untuk selalu adil kepada siapa pun. Keadilan merupakan inti ajaran Islam. Orang yang adil telah menegakkan kebenaran, kejujuran dan terhindar dari kezaliman dan perbuatan dosa. Salah satu keutamaan adil yaitu mendekatkan kepada ketakwaan kepada Allah SWT.

Seorang pendidik maupun peserta didik harus mampu bersikap objektif tanpa dipengaruhi emosi ataupun kepentingan tertentu. Guru harus mengajarkan peserta didik untuk senantiasa menghargai hak setiap orang dan menumbuhkan budaya kejujuran dan sportivitas. Sehingga anak yang tumbuh dengan sifat keadilan dan kejujuran sejak kecil akan menjaga sifat berlaku adil dan berkata jujur kepada siapa pun.

Ketiga, Nilai Pendidikan Pengendalian Emosi. Nilai ini mengajarkan kecerdasan emosional (emotional intelligence), yaitu kemampuan mengendalikan amarah, kebencian, dan dendam. Pengendalian amarah butuh latihan karena kebanyakan manusia selalu melampiaskan amarahnya daripada menahan amarah.

Guru dan orang tua harus memberikan teladan kepada peserta didik dalam menyelesaikan konflik secara bijaksana, memberikan arahan dan mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi serta menghindari tindakan diskriminatif. Anak yang mampu mengendalikan emosi akan menjadi anak yang tenang, mampu menyelesaikan masalah dan tidak akan bertindak kasar. Dia tumbuh menjadi anak yang berpegang teguh kepada Allah.

Landasan Teoretis

Jujur dalam Islam berasal dari bahasa Arab yaitu kata “Shidiq” yang artinya benar dan dapat dipercaya. Dalam Islam, jujur merupakan hal yang utama atau induk dari sifat-sifat terpuji (mahmudah). Jujur adalah sikap yang sesuai antara perkataan dan perbuatan. Seseorang dikatakan jujur apabila ia berkata sesuai dengan kenyataan. Salah satu keutamaan kejujuran mengantarkan pelakunya kepada kebaikan dan surga.

Rasulullah SAW bersabda:

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا ، وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا

“Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantar ke surga. Dan seseorang yang terus-menerus berlaku jujur dan tetap memilih untuk jujur akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa kepada kejahatan, dan kejahatan mengantar ke neraka. Dan seseorang yang terus-menerus berdusta dan memilih kedustaan akan dicatat di sisi Allah sebagai pendusta (pembohong).” (HR Bukhari dan Muslim)

Imam Al-Ghazali membagi tingkat jujur sebagai berikut:

  • Jujur dalam lisan atau ucapan, menyangkut penyampaian informasi, apakah benar atau hoaks.
  • Jujur dalam niat, mengenai keikhlasan di hati. Misal, ketika beribadah, seseorang hendak mengharap ridha Allah SWT atau mengikuti riya’ karena nafsunya.
  • Jujur dalam tekad. Maksudnya, seberapa kuat keinginan seseorang untuk menggapai apa yang diharapkannya. Apakah ia bisa tergoyahkan atau bersungguh-sungguh.
  • Jujur dalam perbuatan, perihal kesesuaian seseorang dalam menampilkan perilaku yang dilakukannya dengan apa yang ada di dalam hatinya.
  • Jujur dalam menerapkan maqamat dalam agama, seperti khauf (takut kepada Allah), dan raja’ (berharap hanya kepada Allah). Tingkatan jujur inilah yang paling tinggi, dan ini biasa dilakukan oleh para ahli tasawuf.

Islam mengajarkan bahwa seorang Mukmin harus tetap teguh memegang kejujuran (shidiq) meskipun kejujuran itu bertentangan dengan kepentingan dirinya sendiri atau orang-orang yang dicintainya. Kejujuran bukan sekadar etika sosial, tetapi merupakan perintah Allah dan ciri utama orang-orang yang bertakwa.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Ayat ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan pilihan, melainkan kewajiban yang harus melekat dalam kehidupan seorang Muslim.

Ayat di atas mengajarkan bahwa orang jujur layak dipercaya karena mereka selalu berkata benar dan menepati janji. Hikmah perilaku jujur inilah yang menjadikan seseorang dihormati dan diandalkan oleh orang lain.

Mempertahankan kejujuran di tengah benturan kepentingan membutuhkan integritas yang kuat. Hal ini menjadi ujian moral tertinggi yang memerlukan keberanian untuk menolak kompromi, mengutamakan kebenaran di atas keuntungan pribadi.

Rasulullah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيْبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيْبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِيْنَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيْبَةٌ

“Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian, menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran merupakan ketenangan, dan kebohongan merupakan kebimbangan.” (HR Tirmidzi)

Seorang Mukmin tidak boleh mengubah kebenaran hanya karena rasa suka atau benci.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُوْنُوْا قَوَّامِيْنَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاۤءَ لِلّٰهِ وَلَوْ عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ اَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالْاَقْرَبِيْنَۚ

“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan dan saksi karena Allah, walaupun kesaksian itu memberatkan dirimu sendiri, ibu bapakmu, atau kerabatmu…” (QS An-Nisa’: 135)

Ayat ini mengajarkan bahwa kejujuran harus ditegakkan meskipun merugikan kepentingan diri sendiri maupun keluarga.

Cara Memperteguh Kejujuran

Lalu bagaimana cara memperteguh kejujuran meski berhadapan dengan kepentingan? Pertama, senantiasa berdoa agar bisa senantiasa menjadi orang yang jujur.

Allah SWT berfirman:

وَقُلْ رَّبِّ اَدْخِلْنِيْ مُدْخَلَ صِدْقٍ وَّاَخْرِجْنِيْ مُخْرَجَ صِدْقٍ وَّاجْعَلْ لِّيْ مِنْ لَّدُنْكَ سُلْطٰنًا نَّصِيْرًا

“Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Ya Tuhanku, masukkan aku (ke tempat dan keadaan apa saja) dengan cara yang benar, keluarkan (pula) aku dengan cara yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuasaan yang dapat menolong(-ku)’.” (QS Al-Isra’: 80)

Kedua, senantiasa bertakwa di mana pun kita berada. Orang yang bertakwa akan selalu berkata jujur dan amanah dalam setiap hal yang terjadi, dan tidak akan mementingkan kepentingan pribadi, saudaranya, kelompoknya, dan keluarganya. Yang mereka cari ridha Allah dan ampunan-Nya.

Rasulullah Saw bersabda:

اِتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ

“Bertakwalah kepada Allah di mana saja engkau berada” (HR Tirmidzi)

Ketiga, perkuat tauhid dan ingat konsekuensi akhirat. Kuatkan keyakinan akan sifat Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Sadari bahwa berbohong demi kepentingan duniawi tidak akan menambah rezeki yang telah digariskan, tapi justru menghilangkan keberkahan dan mendatangkan siksa di akhirat.

Allah SWT berfirman:

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ۝٧وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗࣖ ۝٨

“Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya.” (QS Al-Zalzalah: 7-8)

Keempat, meninggalkan hal yang membimbangkan. Orang yang jujur akan meninggalkan perkara yang membimbangkan hati dan beralih kepada hal yang meyakinkannya, karena mereka mengetahui bahwa kebimbangan merupakan sebuah kebohongan yang harus mereka jauhi.

Rasulullah SAW bersabda:

دَعْ مَا يَرِيبُكَ إِلَى مَا لَا يَرِيبُكَ فَإِنَّ الصِّدْقَ طُمَأْنِينَةٌ وَإِنَّ الْكَذِبَ رِيبَةٌ

“Tinggalkanlah hal yang membimbangkan kalian, menuju sesuatu yang tidak membimbangkan, sesungguhnya kejujuran merupakan ketenangan, dan kebohongan merupakan kebimbangan”. (HR Tirmidzi)

Kelima, jauhi lingkungan yang kompromistis. Bergaul dengan orang-orang yang senantiasa menjaga kejujuran akan menjadi pengingat dan peneguh iman saat kita berada di posisi yang rentan. Dukungan dari komunitas yang baik akan memudahkan kita memilih jalan kebenaran.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Keenam, lakukan muhasabah (evaluasi diri). Sebelum mengambil keputusan yang melibatkan benturan kepentingan, biasakan merenung sejenak. Pertimbangkan apakah tindakan tersebut mendatangkan ridha Allah atau murka-Nya. Mengatakan yang benar walau pahit merupakan wujud integritas tertinggi.

Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢ بِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Al-Hasyr: 18)

Kisah Teladan

Dalam kitab At-Thariqah Al-Qadiriyah Ushuluha wa Qawa’iduha karangan Sayyid Mi’ad Syarafuddin Al-Kailani dikisahkan Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani, yang selanjutnya disebut dengan nama Al-Jaelani. Hingga sekarang, pengikut tarekatnya tersebar di beberapa wilayah seperti Yaman, Suriah, Mesir, Turki, hingga Indonesia.

Sejak kecil Al-Jaelani tumbuh dalam lingkungan yang berbudi tinggi dan berkeadaban. Dalam hal ini Al-Jaelani tumbuh di lingkungan yang  memiliki budi pekerti baik dan mengedepankan nilai-nilai religiusitas, serta memiliki ketaatan dalam menjalankan ajaran agama.

Di antara banyak keteladanan dari Al-Jaelani yang kita soroti satu sikap atau nilai mulia yang selalu dipegang teguh yaitu sikap jujur. Kaitannya dengan kejujuran, ibunda Al-Jaelani sampai berpesan padanya agar berjanji untuk jujur di mana pun ia berada dan bagaimana pun kondisinya. Pengaruh kejujuran terhadap beliau begitu dalam sehingga kejujuran menjadi landasan yang kukuh dan tiang yang kuat dalam perjalanan spiritualnya.

Ada satu kisah masyhur tentang kejujuran dari sang Sultan Al-Auliya’. Kisah yang dimaksud yaitu perjumpaan Al-Jaelani dengan perampok saat dalam perjalanan menuju Baghdad. Dikisahkan saat bertemu perampok, Al-Jaelani ditanya tentang harta apa saja yang dimilikinya. Dengan mantap, Al-Jaelani menjawab jujur bahwa ia memiliki harta empat puluh dinar pemberian dari ibunya.

Sang pemimpin perampok yang keheranan dengan jawaban dari Al-Jaelani kemudian bertanya mengapa ia menjawab jujur pertanyaannya. Al-Jaelani menjawab dengan mantap, “Ibuku telah memintaku untuk selalu jujur dan aku tidak ingin mengingkari janjiku.” Mendengar jawaban tersebut hati pemimpin perampok tersentuh. Ia bersama anak buahnya lantas bertobat dan mengembalikan semua harta kafilah yang dirampoknya.

Kejujuran Al-Jaelani patut menjadi teladan bagi banyak orang. Sebab berperilaku jujur akan membawa kita pada hal-hal yang baik. Misalnya, mudah dipercaya oleh orang lain, memperkuat hubungan antarmanusia, dan masih banyak kebaikan lainnya.

Sebetulnya masih banyak lagi keteladanan dari Al-Jaelani. Keteladannya tidak akan cukup jika hanya dibahas dalam satu tulisan saja. Mengingat istiqamahnya Al-Jaelani dalam belajar, mengajar, beribadah, dan berdzikir.

Kisah ini memberikan pelajaran yang menggugah hati untuk senantiasa jujur dalam kondisi apa pun. Karena kejujuran merupakan awal kebangkitan ilmu spiritual dan ketenangan hidup yang kita rasakan.

Kejujuran membawa kepada kebaikan dan kebaikan akan membawa kita kepada surganya Allah. Semoga kita mampu senantiasa jujur dalam kondisi apapun walaupun saat bahaya dan konflik yang terjadi. Jangan biarkan kebenaran tertutup dan kebatilan terus tersebar. Mari kita jaga kejujuran dan banyak berdoa agar senantia jujur walaupun saat keadaan genting dan tertekan sebagaimana yang dilakukan imam Al-Jaelani.

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚاِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau  Maha Pemberi.” (QS Al-Imran: 8)  []

Tags: Imam Al-GhazaliSyekh Abdul Qadir Al-JaelaniTauhid
Share41Tweet26Send
Previous Post

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Next Post

Tiga Pilar Penting dalam Pengelolaan Pesantren: Mesin, Karoseri, dan Asesoris

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

0
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

0
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

16 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

15 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

15 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result