Ponorogo, Gontornews — Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta menunjukkan komitmennya dalam penguatan ekosistem pendidikan berbasis wakaf dengan menghadiri acara peluncuran dua program strategis di Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor dalam rangka Milad ke-63, yaitu Sekolah Wakaf Berkah Indonesia dan Desa Binaan Agro Tourism.
Acara yang berlangsung di Kampus UNIDA Gontor pada Rabu, 8 Juli 2026, ini diresmikan langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti, untuk Sekolah Wakaf Berkah Indonesia, dan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia, H Yandri Susanto SPt MPd, untuk Desa Binaan Agro Tourism.
Kehadiran lembaga setingkat bank sentral dan kementerian dalam acara ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap pengembangan ekonomi berbasis wakaf dan pemberdayaan desa. Program ini lahir di tengah tantangan akses pendidikan dan kesenjangan ekonomi yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi bangsa. Berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, sekitar 60.000 calon mahasiswa lolos seleksi PTN tetapi tidak melakukan daftar ulang pada tahun 2025 karena faktor biaya. Wakaf produktif dinilai sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan tersebut.
Hal ini sejalan dengan nilai-nilai Panca Jiwa yang menjadi fondasi UNIDA Gontor: Keikhlasan, Kesederhanaan, Berdikari, Ukhuwah Islamiyyah, dan Kebebasan, serta motto “Berbudi Tinggi, Berbadan Sehat, Berpengetahuan Luas, dan Berpikiran Bebas”.
Universitas Darunnajah diwakili oleh Dr Muhammad Irfanudin Kurniawan, yang hadir untuk mempererat silaturahmi dan menjajaki peluang kolaborasi strategis antarlembaga pendidikan berbasis pesantren. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan salam hangat dari Keluarga Besar Universitas Darunnajah kepada Menteri Desa dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia.
Menteri Desa Yandri Susanto dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya terhadap program ini. Ia juga masih mengingat dengan baik kehadirannya dalam Grand Launching Universitas Darunnajah pada tahun 2022 silam. “Sampaikan salam saya untuk Darunnajah,” ujarnya dengan penuh keramahan, seraya mengenang momen bersejarah yang turut dihadiri oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan Ketua Dewan Penyantun Jusuf Kalla.
Sementara itu, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destri Damayanti, menekankan pentingnya peran wakaf produktif dalam mendorong kemandirian ekonomi umat dan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Ia menyoroti bahwa pengelolaan wakaf yang profesional dapat menjadi instrumen strategis dalam mengurangi kesenjangan pendidikan di Indonesia.
Dr Muhammad Irfanudin Kurniawan selaku perwakilan Universitas Darunnajah menyampaikan harapannya agar kolaborasi serupa dapat terus diperluas. “Kami melihat model Sekolah Wakaf dan Desa Binaan ini sebagai langkah konkret dalam pemberdayaan umat. Darunnajah siap belajar dan berbagi pengalaman dalam pengelolaan wakaf produktif untuk kemajuan pendidikan Islam di Indonesia,” ujarnya. ia juga menambahkan bahwa sinergi antarinstitusi seperti ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang mandiri dan berkelanjutan.
Pengamat ekonomi syariah itu menilai bahwa kolaborasi antara lembaga pendidikan dan pemerintah dalam pengelolaan wakaf produktif merupakan langkah maju yang strategis. Berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia, total aset wakaf di Tanah Air mencapai triliunan rupiah, namun pengelolaan produktif di sektor pendidikan masih perlu ditingkatkan secara signifikan. Program seperti Sekolah Wakaf Berkah Indonesia diharapkan dapat menjadi model replikasi bagi institusi pendidikan pesantren lainnya di seluruh Indonesia.
Presiden Universitas Darunnajah, KH Hadiyanto Arief, dalam Konferensi Internasional tentang Pesantren (ICOP) 2026 menegaskan bahwa institusi pendidikan Islam harus mengambil peran terdepan dalam mengelola wakaf secara modern dan berdampak. Darunnajah sendiri mengelola lebih dari 1.200 hektare lahan wakaf produktif yang menopang 23 kampus cabang, yang 14 di antaranya lahir langsung dari wakaf masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa pengelolaan wakaf yang profesional mampu menciptakan kemandirian lembaga pendidikan dan memperluas akses bagi masyarakat.
Kolaborasi antarinstitusi seperti ini diharapkan dapat terus mengalir, menghubungkan nilai-nilai pesantren dengan tata kelola modern. Program-program seperti Sekolah Wakaf Berkah Indonesia dan Desa Binaan Agro Tourism menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara lembaga pendidikan, pemerintah, dan lembaga keuangan dapat menciptakan dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan pendidikan nasional.
Ke depan, Universitas Darunnajah berkomitmen untuk terus memperluas jaringan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk UNIDA Gontor, guna bersama-sama memajukan pendidikan Islam berbasis wakaf di Indonesia. Semangat kemandirian dan pengelolaan wakaf yang profesional akan terus menjadi nafas dalam setiap langkah pengabdian Darunnajah bagi umat dan bangsa. [Abi Ghassan dan Hattan]





















