10
Tonton Selengkapnya
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 2 July, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Oase

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Oleh: Muhammad Riza Diponegoro/Imam Besar Masjid NU Attaqwa Koga Ibaraki Jepang 2024-2025

Mohamad Deny Irawan by Mohamad Deny Irawan
1 July 2026
in Oase
0
Rumah di Negeri Samurai (Bagian 3-Selesai)

Langit Ueda cerah pada sore itu, dan udara Maret masih cukup dingin untuk membuat nafas berkabut tipis. Pukul 16.00, ketika bayangan Pegunungan Alpen Jepang mulai memanjang di atas lembah, acara peresmian dimulai. Ramadhan 1446 Hijriah sedang berjalan. Perut-perut kosong karena puasa, tapi ruangan penuh.

Pekerja pabrik dalam pakaian terbaik mereka, keluarga dengan anak-anak yang gelisah namun berseri, mahasiswa, warga Indonesia yang sudah puluhan tahun menetap di Jepang. Semua berjejal di bangunan tiga lantai yang dua bulan lalu masih menyimpan mesin pemotong batu.

Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Suara itu, familiar dan menenangkan, melampaui batas bahasa dan batas negara, mengisi ruang yang dua bulan lalu berdebu granit. Beberapa jamaah menundukkan kepala. Beberapa lainnya mengedipkan mata lebih cepat dari biasanya.

Hery Achmadi, Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, berdiri di depan, hadir bersama istrinya Nuning Wahyuniati. Di sebelahnya KH M Zahrul Muttaqin, Atase Kehutanan KBRI Tokyo sekaligus Mustasyar PCINU Jepang, dan Achmad Gazali, Ketua Tanfidziyah PCINU Jepang.

BACA JUGA

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 2)

Rumah di Negeri Samurai (Bagian 1)

Cara Muslim di AS Mendidik Non-Muslim

Menengok Kehidupan Muslim di Thailand Selatan

Jejak Perkumpulan Muslim di Finlandia

Achmad Gazali berbicara lebih dahulu. Ia berterima kasih kepada semua yang mendukung, lalu berkata sesuatu yang kepentingannya melampaui formalitas. “MINU harus menjadi tempat yang inklusif, memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi siapa pun, tanpa memandang latar belakang suku, bangsa, atau agama.” Di hadapan ratusan orang yang perutnya sedang lapar karena puasa, kata-kata itu terdengar seperti janji.

Hery Achmadi kemudian berdiri. Ia berbicara tentang angka-angka yang menggambarkan skala dari apa yang sedang terjadi. WNI di Jepang yang pada 2021 masih 60.000 orang kini melampaui 400.000 jiwa. “Masjid ini bukan sekadar tempat shalat. Tapi pusat kegiatan masyarakat. Kita perlu tempat berteduh di mana warga bisa mengadu jika ada masalah dan merasa seperti di rumah sendiri.”

Kemudian datanglah momen itu. Tumpeng disiapkan. Prasasti menunggu tanda tangan. Dan dalam keheningan yang terasa seperti seluruh ruangan sedang menahan nafas bersama, Dubes Hery Achmadi mengucapkan kalimat peresmian.

Takbir meledak, Allahu Akbar bergema di tiga lantai bangunan yang dua bulan lalu pabrik batu nisan, dan rasanya seperti bergema jauh lebih luas dari itu, menembus dinding, menembus salju Maret Nagano, menembus jarak yang memisahkan mereka dari kampung halaman. Lima belas tahun penantian, dirayakan dalam satu ledakan suara.

Malam itu, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Lukman Hakim Rohim dari Lembaga Dakwah PBNU, tentang jaminan Allah bagi yang memakmurkan masjid, tentang orang-orang yang hanya takut kepada Allah dan tidak kepada yang lain. Di luar, Maret Nagano masih dingin. Di dalam, ada kehangatan yang tidak bisa diukur dengan termometer. Setelah tausiyah, buka puasa bersama untuk lebih dari 200 orang. Dan sebelum malam turun, Dubes juga meresmikan MINU Halal Mart, unit usaha yang akan menopang kemandirian finansial masjid.

Benang yang Tidak Terlihat

Bayangkan peta Jepang, bukan peta prefektur dan kota yang biasa. Bayangkan titik-titik kecil yang menyala dari Hokkaido di ujung utara hingga Fukuoka di selatan. Komunitas-komunitas Muslim Indonesia yang masing-masing berjuang dengan caranya sendiri, tapi semuanya terhubung oleh benang yang tidak terlihat.

Benang itu bernama PCINU Jepang, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama. Di bawahnya kini berdiri 15 Majelis Wakil Cabang Istimewa yang tersebar di Fukuoka, Hiroshima, Osaka, Kyoto-Shiga, Aichi, Gifu, Ishikawa, Shizuoka, Tokyo, Ibaraki, Niigata, Miyagi, Hokkaido, Toyama, dan kini Nagano yang sekretariatnya berpusat di MINU.

Dari jaringan inilah Tim Koga datang. Jamaah Masjid NU At-Taqwa Koga, komunitas yang masjidnya sendiri baru diresmikan setahun sebelumnya sebagai pesantren NU pertama di Jepang, rela menempuh ratusan kilometer membantu renovasi MINU di tengah salju musim dingin. Mereka datang bukan karena instruksi atau kewajiban organisasi. Mereka datang karena mereka tahu betul rasanya menjadi Muslim Indonesia di negeri yang jauh, di mana bahkan menyebut nama kampung pun membuat dada sesak dengan kerinduan yang tidak ada obatnya kecuali saling menguatkan.

Dalam dua dekade, jumlah masjid di Jepang melonjak dari 15 menjadi lebih dari 110, dan Indonesia kini menjadi komunitas Muslim terbesar di negeri itu. Di balik angka-angka itu ada gambar yang lebih konkret: seseorang yang menggelar sajadah di pojok gudang pabrik karena tidak ada tempat lain, keluarga yang merayakan Idul Fitri di ruang sewa yang kursinya dipinjam dari masjid lain, anak-anak yang belajar mengaji dari video YouTube karena tidak ada guru ngaji dalam jarak yang terjangkau. MINU hadir tepat di titik itu.

“Yang Hidup” di dalam Tembok

Dua minggu setelah peresmian, pada 31 Maret 2025, qunut Shubuh dibacakan untuk pertama kalinya di lantai tiga bangunan itu. Tahlilan malam Jumat bergema di ruang yang kapasitasnya sekitar 250 orang. Maulid Barzanji dilantunkan di Nagano dengan irama yang dikenal. Tidak ada lagi rasa asing yang samar itu.

Bangunannya sendiri terdaftar resmi sebagai 一般社団法人 (Ippan Shadan Hōjin, General Incorporated Association), badan hukum yang diakui negara Jepang. Lantai dua untuk jamaah wanita, lantai tiga untuk pria. Di lantai bawah, MINU Halal Mart berjualan untuk komunitas Muslim Nagano dan sekitarnya. Tapi ada fungsi lain yang tidak tertulis di papan nama mana pun.

Pengajian rutin Sabtu malam, Tabligh Akbar yang menghadirkan pembicara dari Indonesia, dan yang paling terasa dampaknya dalam kehidupan harian, TPA atau Taman Pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak diaspora yang lahir dan tumbuh di Jepang. Anak-anak yang berbicara bahasa Jepang lebih lancar dari bahasa orang tua mereka, tapi diam-diam ingin tahu dari mana asal doa-doa yang mereka dengar setiap hari.

Untuk memakmurkan masjid secara konsisten, bukan hanya saat akhir pekan, MINU membuka diri untuk mahasiswa KKN dari universitas-universitas Islam Indonesia. Sebelum 2026, MINU telah menerima KKN gabungan dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Mahasiswa dari Ciputat dan Bandung itu datang ke kota pegunungan Nagano, menjalani hari-hari mereka bukan di laboratorium atau perpustakaan, melainkan memimpin shalat berjamaah, membuka halaqah, duduk bersama anak-anak diaspora yang mengeja huruf hijaiyah dengan aksen Jepang.

Tanpa fulltimer yang hadir setiap hari, masjid hanya akan ramai di akhir pekan. Sementara anak-anak TPA butuh konsistensi, butuh wajah guru yang mereka kenal, butuh rutinitas yang memberi rasa bahwa belajar agama merupakan bagian normal dari kehidupan mereka di Jepang.

Pada Februari 2026, estafet itu dilanjutkan oleh Universitas Islam Madura dan STAIM Madura. Mereka diterima oleh Bapak Ariestya Kurnia dalam prosesi yang dipimpin Rektor UIM sendiri. “Pengabdian di Jepang ini merupakan ruang belajar yang sangat berharga,” kata Rektor UIM Dr. H. Ahmad, S.Ag., M.Pd. “Mereka belajar memahami realitas Muslim minoritas, membangun empati lintas budaya.” Dari Jakarta, Bandung, hingga Madura, universitas-universitas itu mengirimkan mahasiswanya ke lembah Nagano dengan satu tujuan sederhana: agar anak-anak diaspora Indonesia yang tumbuh di Jepang tidak kehilangan akar mereka.

Cita-citanya tidak kecil. Para pengurus ingin MINU melahirkan dai-dai yang bisa berdiri di hadapan masyarakat Jepang dan menjawab pertanyaan tentang Islam tanpa mengintimidasi, tanpa defensif, tanpa eksklusif. Humanitarian Islam, kata mereka. Islam yang datang bukan untuk mengubah orang lain, tapi untuk menunjukkan bahwa ia bisa hidup berdampingan dengan siapa saja.

Kastil yang Tidak Pernah Ditembus

Ueda paling terkenal karena kastilnya yang tidak pernah bisa ditembus. Sanada Masayuki membangunnya pada 1583 dan menggunakannya untuk memukul mundur pasukan Tokugawa sebanyak dua kali. Kota yang dilingkupi gunung dari segala penjuru, yang dirancang agar tidak bisa ditembus dari luar. Kastil itu masih berdiri, masih menjadi kebanggaan kota, masih dikunjungi ribuan wisatawan setiap tahun.

Empat ratus tahun berlalu. Dan kini, komunitas Muslim Indonesia, pekerja-pekerja muda dari negeri yang di peta terlihat sangat jauh dari Nagano, dalam tiga pekan mengumpulkan 14 juta Yen, mengubah pabrik batu nisan menjadi masjid, dan diterima oleh masyarakat yang dulu terkenal paling tertutup untuk orang luar di seluruh Jepang.

Masyarakat Jepang yang terkenal konservatif memberikan izin. Pemerintah kota menerima pendaftaran badan hukum. Tetangga sekitar tidak protes. Seperti yang diungkapkan Chargés d’Affaires Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, “Orang-orang di daerah pedesaan Jepang akhirnya menyadari bahwa pekerja Indonesia itu rajin, jujur, dan baik. Itu sebabnya penerimaan terhadap mereka semakin besar.”

Kota kastil yang tidak pernah bisa ditembus itu kini punya tetangga baru yang adzan lima kali sehari. Dan tetangga itu disambut.

Kembali ke Pagi Ahad Itu

Kang Dodi Mulyadi dari Ciamis, Jawa Barat. Nama yang tidak akan terukir dalam buku sejarah mana pun, tidak akan disebut dalam pidato peresmian mana pun. Tapi di antara komunitas Indonesia di Nagano, ia  yang orang Sunda sebut sebagai pamingpin leutik, pemimpin kecil yang menopang semuanya dari bawah. Di Jawa Barat ada KDM yang menggerakkan provinsi. Di Ueda, ada Kang Dodi, KDM versi Nagano, yang menggerakkan sesuatu yang tidak kalah pentingnya, hati sebuah komunitas yang akhirnya pulang ke rumah.

Nama Dodi tidak ada di susunan lapis depan panitia. Ia hanya seorang engineer yang hari kerjanya diisi oleh toleransi mesin seperseribu milimeter, dan hari liburnya diisi oleh perjalanan 40 menit ke Ueda untuk berdiri di shaf shalat Ashar di masjid baru komunitasnya. Tempat qunut dibaca. Di tempat itu orang mengerti ketika ia menyebut Ciamis.

Dana 14 juta Yen yang terkumpul dalam 22 hari itu bukan berasal dari satu dermawan kaya. Ia datang dari ratusan orang seperti Kang Dodi, yang menyisihkan sebagian dari gaji bulan ini, dari upah lembur, dari tabungan yang seharusnya dikirim ke Ciamis pekan depan. Mereka menyumbang bukan karena ada kamera yang merekam, bukan karena nama mereka akan terukir di papan donatur. Mereka menyumbang karena mereka ingin ada tempat sujud yang benar-benar terasa seperti rumah.

Pada Ahad, 16 Maret 2025, di bekas pabrik batu nisan di Iwashita, Ueda, rumah itu akhirnya ada. Di lantai tiga yang dulu berdebu granit, kini tergelar sajadah. Di udara yang sama mengapung bacaan Al-Qur’an dan doa qunut yang sudah dirindukan bertahun-tahun.

Kang Dodi berdiri di shafnya. Di luar, Shinano Railway terus berlari di antara lembah dan gunung. Di dalam, seseorang memulai iqamat. Lima belas tahun. Dua puluh dua hari. Satu bangunan. Adzan berkumandang. []

Tags: Masjid Indonesia UEDAMuhammad Riza DiponegoroMuslim di JepangWNI di Jepang
ShareTweetSend
Previous Post

BAZNAS: Transformasi Tiga Aktor Zakat Kunci Filantropi Islam Berkelanjutan

Next Post

10,5 Miliar: Transaksi FORBIS National Economic Summit 2026

Mohamad Deny Irawan

Mohamad Deny Irawan

Reporter Media Online Gontornews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

23 June 2026
Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

Sidang Tahfizh ke-10 SIT Insantama Leuwiliang: Saksi Perjalanan 105 Generasi Qur’ani

22 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

18 Lembaga Pendidikan Hadiri Workshop Manajemen “Cara Unik Promosi & Branding Sekolah” di FORBIS National Economic Summit & Expo 2026

21 June 2026
Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

Ajang Kreativitas Arena Gembira PMDG Kampus 9 Sulit Air

21 June 2026
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

0
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

0
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

0
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

0
Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Hadiri Sarasehan Nasional Pesantren Memperingati 100 Tahun Gontor

0
BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

BAZNAS Salurkan Daging Kurban kepada Pengungsi Palestina di Suriah

24 June 2026
BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

BAZNAS Bersama Kemdiktisaintek Perluas Akses Pendidikan Tinggi dan Pemberdayaan

24 June 2026
Struktur dan Kultur

Gontor dan Panggilan Peradaban Abad Kedua

24 June 2026
Telaah Akhlak antara Adab dan Pencitraan: Meluruskan Makna ‘Cari Ridha’ dan ‘Cari Muka’

Menuju Abad Kedua Gontor: Tantangan Membangun Jaringan 1.500 Pesantren Menuju Lahirnya Ribuan Ma’had Ashriyah Muttahidah

23 June 2026
Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

Melalui BAZNAS RI, BAZNAS Kalsel Salurkan Bantuan untuk Aceh dan Sumatera

23 June 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Repost from @irengsepur Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan sebagai salah satu alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dapat turut menyemarakkan Milad Satu Abad ini. Meskipun belum dapat hadir secara langsung, Alhamdulillah di sela-sela kegiatan latihan saya diberikan izin oleh kesatuan untuk mengibarkan bendera Pondok Modern Darussalam Gontor di ketinggian  500 ft di atas langit Majalengka. Bagi saya, ini bukan sekadar sebuah penerjunan, tetapi bentuk penghormatan, rasa syukur, dan kecintaan kepada almamater yang telah membentuk karakter dan perjalanan hidup saya.Salam takzim kepada seluruh Bapak Kiai dan para Asatidz atas segala ilmu, doa, dan keteladanan yang telah diberikan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, dan membalas setiap pengabdian dengan pahala yang berlipat.Dirgahayu 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Semoga Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam, terus melahirkan generasi pemimpin yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga dan memberkahi Gontor sepanjang masa. Aamiin ya Rabbal
  • 🎓BEASISWA JALUR RAPOR✨Kabar gembira bagi alumni Pondok Modern Darussalam
Gontor & Pondok Pesantren Alumni Gontor!Dapatkan beasiswa Free Uang gedung dan Potongn UKT
50% disetiap semester sampai lulus kuliah di Universitas
Ary Ginanjar (UAG) dan wujudkan impianmu menjadi
profesional unggul di berbagai bidang!✍️Syarat Pendaftaran:
✅Lulusan Gontor dan rekanan Gontor tahun
2022-2025
✅Memiliki Hafalan Qur
  • Pre-Order Majalah Gontor Edisi Bulan Juli 2026.1 ABAD GONTOR DALAM SATU GENGGAMAN!
Edisi Paling Bersejarah yang Tak Akan Dicetak Ulang.Menyambut 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, miliki Majalah Gontor Edisi Spesial bulan Juli - September 2026.KUOTA CETAK SANGAT TERBATAS!
Sistem otomatis ditutup jika stok ludes. Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan edisi bersejarah ini!
Siapa cepat, dia dapat.AMANKAN STOK ANDA SEKARANG!
Kunjungi: https://bit.ly/keranjang-buku
Pengiriman Majalah di tanggal 10 juli 2026.
  • Alur Pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Pondok Modern Darussalam GontorSource: gontortv
https://youtu.be/cUA3pvD43i8Video ini menjelaskan alur pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor secara lengkap dan sistematis.Informasi lengkap terkait pendaftaran Program Persiapan Calon Pelajar KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dapat diakses melalui:
https://gontor.ac.id/persiapanPendaftaran online dilakukan melalui halaman resmi:
https://capel.gontor.ac.id
  • Kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor ke Pondok Pesantren Modern Darel Azhar RangkasbitungIntip momen seru kunjungan Tim Redaksi Majalah Gontor saat berkeliling melihat fasilitas, unit ekonomi, hingga suasana belajar di Pondok Pesantren Modern Darel Azhar Rangkasbitung.#DarelAzhar #MajalahGontor #KunjunganMahabbah #PondokModern #Rangkasbitung #SantriIndonesia #UkhuwahIslamiyah #DuniaPesantren #Gontor #LiterasiSantri
#majalahgontor
#gontornews
  • Tujuan dari sains Islam adalah meletakkan kembali jejak Tuhan di dalam kausalitas alam, agar manusia tidak arogan dan menganggap alam bekerja tanpa pencipta.Prof. Dr. KH. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil.#nasehat
#motivasionline
#belajarbaik
#hidupislami
#kehidupanislam
#majalahgontor
#gontornews
#kiaiku
#memperbaikidiri
#ilmupengetahuan
  • Membaca Al-Qur
  • Kebebasan dalam Islam bukanlah kebebasan tanpa batas, melainkan
  • Nasehat dalam memimpin suatu lembaga:
(Yang sulit dan menjadi tantangan dalam memimpin lembaga itu adalah:)
1. Noto Atine Dewe
2. Noto Atine Wong Liyo
3. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo
4. Noto Atine Wong Liyo Sing luwih Tuo Sing Tukaran.KH Hasan Abdullah Sahal#nasehat
#motivasi
#belajar
#hidup
#kehidupan
#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result