pesanan-majalah-edisi-khusus
29 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 10 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien  

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
15 January 2026
in Laput
0
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Foto: Suara Muhammadiyah

Penentuan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, selalu menjadi perhatian umat Islam di berbagai penjuru dunia. Fahmi Fatwa Rosyadi Satria Hamdani, dosen Universitas Islam Bandung (UNISBA), menjelaskan dalam penentuan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah beberapa negara Muslim menggunakan mix method, kuantitatif (perhitungan astronomis) dan kualitatif (pengamatan lapangan), dengan pendekatan (bayani) yang digunakan metode ru’yat, merujuk pada hadis Nabi SAW.  

Namun ada perbedaan dalam memahami term ru’yat yang terdapat dalam hadis. Ada yang memahami ru’yat dengan ru’yat bil fi’li dan ada yang memahami ru’yat dengan ru’yat bil ‘ilmi. Selain itu juga ada perbedaan dalam kriteria yang digunakan dalam memulai awal Ramadhan. Misalnya, negara-negara MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, Singapura) menggunakan kriteria ketinggian hilal 3° dan elongasi 6,4° setelah matahari terbenam.

Tapi, karena berbeda garis bujur astronomisnya, semakin ke timur, akan semakin awal mulainya dan ini tampak pada gerakan rotasi bumi secara retrograd. Pada kondisi tertentu bisa sama, namun juga bisa berbeda, tergantung posisi penampakan hilal pada saat matahari terbenam di tanggal 29 bulan Hijriah. Misalnya tempat yang berada di belahan bujur astronomis bumi paling timur, atau setelah garis IDL (international date line), hilal tampak, maka kemungkinan besar negara-negara yang berada di sebelah barat daerah tersebut akan sama dalam mengawali Ramadhan.

“Di masa Rasulullah, sependek pengetahuan saya tidak pernah terjadi perbedaan dalam mengawali Ramadhan, karena keputusan kapan memulai dapat ditanyakan langsung kepada Rasulullah SAW. Beberapa literatur, ulama menjelaskan berpuasa sebanyak sembilan kali sejak diwajibkannya puasa ditahun ke-2 Hijriah, hingga wafatnya di 11 Hijriah,” paparnya.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Guru Berperan Menanamkan Adab

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Namun di saat Pemerintahan Muawiyah bin Abu Sufyan, pernah terjadi perbedaan, dan ini cukup populer dengan hadis Kuraib. Ia beserta penduduk di Syam melihat hilal Ramadhan di malam Jumat sehingga mereka memulai berpuasa berdasarkan pengamatan hilal tersebut. Saat kembali ke Madinah dan bertemu Ibnu Abbas, mereka seolah berdiskusi tentang hilal, Ibnu Abbas dan penduduk Madinah melihatnya di malam Sabtu sehingga memulai puasa Ramadhan berdasarkan rukyat tersebut, sedangkan Kuraib dan penduduk Syam ketika itu memulainya di hari Jumat, sehingga ada perbedaan sehari dalam memulai puasa.

Sementara itu Guru Besar Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof Dr Susiknan Azhari MA menjelaskan dalam menentukan awal Ramadhan sebetulnya tidak bisa dipisahkan dengan bulan-bulan lainnya. Hal ini sebagaimana diisyaratkan dalam QS At-Taubah ayat 36. Ayat ini menjelaskan bahwa satu tahun terdapat 12 bulan (Muharam hingga Dzulhijjah), tapi mengapa umat Islam fokus pada bulan Ramadhan dan Syawal. Hal ini merujuk pada pemahaman tekstual terhadap hadis-hadis rukyat. Dahulu Rasulullah SAW memulai bulan Hijriah melalui rukyat atau melihat hilal secara langsung, dan jika hilal tak terlihat, dilakukan istikmal, yaitu menyempurnakan bulan menjadi 30 hari. Berikutnya di kalangan sahabat terdapat variasi praktik karena kondisi geografis dan kemampuan observasi yang berbeda. Namun prinsip dasarnya tetap sama yaitu kepastian waktu ibadah harus dapat dipertanggungjawabkan secara syar’i.

Founder Galeri Astronomi Islam itu menjelaskan, dalam kamus Lisanul ‘Arab disebutkan kata ru’yat memiliki tiga makna, yaitu ru’yat bil aini (rukyat dengan mata), ru’yat bil ilmi (rukyat dengan ilmu), dan ru’yat bil qalbi (rukyat dengan hati). Ketiganya dipraktikkan di Indonesia. Rukyat dengan mata (Nahdlatul Ulama), rukyat dengan ilmu (Muhammadiyah), dan rukyat dengan hati (Thariqat Naqsyabandiyah). Jika hal ini dilakukan terus-menerus maka sulit untuk mencari titik temu. Upaya memadukan hisab dan rukyat sudah lama dilakukan oleh pemerintah, yaitu pada era A Mukti Ali sebagai Menteri Agama Republik Indonesia yang ditandai dengan berdirinya Badan Hisab Rukyat yang diketuai oleh Sa’adoeddin Jambek. Berbagai kegiatan dilakukan dan berdampak positif bagi usaha mempertemukan pengguna hisab dan rukyat. Sayangnya dalam perjalanan berikutnya ada perubahan kebijakan.

Misalnya di era Menag Lukman Hakim Saifuddin sangat intensif membangun silaturahmi dengan melakukan kunjungan ke ormas Islam mencari titik temu dengan membentuk Tim Unifikasi Kalender Hijriah Indonesia. Kebijakan ini tidak dilanjutkan pada era Gus Yaqut dan diganti Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia dengan pendekatan moderasi beragama.

MABIMS dan KHGT

Lebih lanjut Susiknan Azhari membeberkan selain Indonesia, berbagai negara juga menerapkan metode berbeda dalam menetapkan awal bulan Hijriah. Saudi Arabia dan Maroko misalnya menggunakan metode rukyat murni. Negara lain, termasuk Turki dan Singapura, memanfaatkan perhitungan hisab dengan kriteria astronomi tertentu. Sementara ASEAN terutama Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam menggabungkan keduanya untuk mendapatkan penentuan yang lebih komprehensif. Awalnya hanya tiga negara yang tergabung dalam MABIM (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia). Kemudian Singapura bergabung berubah menjadi MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapore). Perkumpulan ini bertujuan menjaga kemaslahatan dan kepentingan umat tanpa mencampuri hal-hal yang bersifat politik negara anggota.

Dalam pertemuan Jawatankuasa Penyelarasan Rukyat dan Taqwim Islam ke-3 di Labuan (1992) ditetapkan kriteria hilal MABIMS: tinggi 2°, elongasi 3°, atau umur bulan 8 jam sebagai syarat alternatif untuk awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Keputusan ini menjadi dasar lahirnya kriteria visibilitas hilal MABIMS (2,3,8). Indonesia, Malaysia, dan Singapura menerapkannya melalui rukyat atau hisab, sedangkan Brunei Darussalam tetap dengan rukyat atau istikmal.

Selama tiga dekade, kriteria ini menyatukan awal bulan di tiga negara, sementara Brunei beberapa kali berbeda, seperti pada 1440 H. Selanjutnya setelah kriteria Visibilitas Hilal MABIMS 2,3,8 digunakan selama kurang lebih 20 tahun ada upaya untuk melakukan evaluasi. Keinginan anggota MABIMS mengevaluasi kriteria Visibilitas Hilal MABIMS 2,3,8 telah berlangsung lama dan secara resmi dimunculkan pada Muzakarah Rukyat dan Takwim Islam Negara Anggota MABIMS 1435/2014 di Jakarta.

Selanjutnya dibahas pada Muzakarah Rukyah dan Takwim Islam Negara Anggota MABIMS pada 28 Syawal-1 Dzulqa’dah 1437/2-4 Agustus 2016 di Dewan Utama Klana Beach Resort Port Dickson Negeri Sembilan Malaysia. Dalam pertemuan itu diputuskan kriteria baru MABIMS ketinggian 3 derajat dan elongasi 6.4 derajat. Kriteria ini diharapkan menjadi titik temu antara praktik rukyat dan hisab sehingga keputusan awal bulan lebih konsisten. Kriteria Neo-Visibilitas Hilal MABIMS (3,6.4) ini mulai digunakan pada tahun 1443 H. Sayangnya dalam praktiknya sesama anggota MABIMS masih berbeda, khususnya dalam menentukan awal Syawal 1443 H. Hal ini disebabkan berdasarkan data hisab belum memenuhi kriteria baru. Namun di lapangan ada yang berhasil melihat hilal. Salah satunya Angku Bolkhizan Ahmad Thani di Labuan Sabah Malaysia.

Perubahan besar terjadi pada 1437/2016 ketika Turki menginisiasi Konferensi Kalender Islam Global yang dihadiri oleh para astronom, ulama, dan perwakilan resmi dari 60 negara. Untuk pertama kalinya, sebuah model kalender dirumuskan dengan metodologi ilmiah yang jelas, kriteria astronomi yang terukur, dan konsensus luas. Hasil konferensi tersebut menjadi tonggak sejarah modern karena untuk pertama kalinya umat Islam memiliki model kalender global yang lengkap: kriteria ijtimak, awal bulan universal, dan struktur penanggalan hingga puluhan tahun ke depan.

Turki berhasil memadukan khazanah fiqih klasik dengan sains modern, sehingga layak dijadikan model utama dalam penyatuan kalender Islam global. Banyak negara dan organisasi internasional semakin menyadari pentingnya kalender Islam global, terutama untuk kepentingan ibadah dan sosial ekonomi. Di Indonesia, wacana Kalender Hijriah Global Turkiye (KHGT) semakin menguat dengan adanya dialog antarormas dan dukungan akademik. Kini, tanggung jawab berpindah ke pundak negara-negara Islam, lembaga fikih, dan masyarakat Muslim untuk menggunakan Kalender Hijriah Global Turkiye sebagai simbol persatuan umat. Jika langkah ini diambil, maka dunia akan menyaksikan kebangkitan baru peradaban Islam yang tegak di atas ilmu, harmoni, dan visi global. Saatnya umat Islam bersatu melalui kehadiran Kalender Hijriah Global Turkiye. []

Tags: KHGTMABIMSRamadhan
Share157Tweet98Send
Previous Post

Sejarah Berdirinya Pondok Modern Darussalam Gontor* (Bagian 1)

Next Post

Masyarakat Indonesia Ingin Awali-Akhiri Ramadhan Bersama

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

Kapolri Listyo Dukung Pramuka PUI Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda

4 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

0
PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

PBNU Berharap Hubungan NU-Gontor Kian Harmonis di Usianya yang Ke-100

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

6 September 2026
JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

JK Tegaskan Pentingnya Reorientasi Pendidikan Modern dan Makna 100 Tahun Gontor

6 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result