pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 10 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Laput

Guru Berperan Menanamkan Adab

Oleh Muhammad Khaerul Muttaqien

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
26 May 2026
in Laput
0
Guru Berperan Menanamkan Adab

Foto: Pondok Modern Darussalam Gontor

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kemajuan bangsa hanya kokoh jika pendidikan berkualitas, dan itu lahir dari dedikasi para guru yang tak kenal lelah. “Guru merupakan tonggak yang paling penting dalam pembangunan bangsa ini,” ungkapnya pada acara Puncak Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) 2025 di Indonesia Arena, Kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Menyoroti fenomena meningkatnya perilaku murid yang tidak menghargai guru, bahkan berani membalas teguran atau menunjukkan sikap ‘kurang ajar’, Presiden Prabowo meminta para guru untuk tegas dalam menghadapi murid di sekolah yang berperilaku kurang baik sekaligus berpesan kepada seluruh orang tua agar tidak mencurigai guru jika bersikap tegas, karena bisa jadi anaknya yang perlu dibina. “Hai orang tua, kalau guru itu keras, jangan-jangan anakmu yang nakal. Kalau anak nakal terus dibiarkan nakal, dia nggak bisa jadi orang baik,” kata Prabowo disambut tepuk tangan para guru yang hadir.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menceritakan pengalamannya saat menjabat Menteri Pertahanan, ketika ada kepala sekolah binaan Kementerian Pertahanan mengeluarkan murid yang memberontak kepada guru. Diceritakan Presiden, keputusan tegas itu sempat membuat kepala sekolah itu ragu karena murid yang diberhentikan itu anak seorang jenderal. Mengetahui hal itu, Prabowo justru meminta kepala sekolah tidak ragu dengan keputusannya untuk mengeluarkan anak tersebut dari sekolah. “Kalau bapaknya orang besar, anaknya harus lebih sopan. Kalau bapaknya jenderal, atau bapaknya pemimpin, anaknya harus lebih sopan, dan lebih baik. Menteri Pendidikan nggak usah ragu-ragu, guru-guru harus kita dukung, guru-guru masa depan Indonesia. Semua anak Indonesia, saya selalu minta cintai orang tua, dan hormati guru,” katanya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, mengutip nasihat Presiden Prabowo Subianto mengingatkan lima nasihat kepada para murid: belajarlah dengan baik, cintai ayah dan ibu, hormati guru, rukun dengan teman, serta cintai tanah air dan bangsa. Muliakanlah dirimu dengan memuliakan gurumu. Ridha dan doa gurumu menentukan masa depanmu. Demikian dikutip oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendikdasmen, Suharti, yang membacakan teks pidato Mendikdasmen itu.

BACA JUGA

Jejak Pengusaha Alumni Gontor: Dari Dunia Usaha ke Pendidikan

Menghidupkan Kembali Budaya Baca

Menjaga Fitrah dan Istiqamah Pasca-Ramadhan

Perintah Menjaga Lingkungan Hidup

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Mendikdasmen menekankan pentingnya keteguhan, keikhlasan, dan kualitas pribadi seorang guru agar mampu menjalankan amanah besar tersebut. “Untuk tugas mulia ini idealnya guru memiliki stamina intelektual, sosial, moral yang prima, teguh, dan tegar di tengah berbagai tantangan dan permasalahan. Saya mengajak para guru untuk meluruskan niat, memperkuat motivasi, dan meneguhkan jati diri,” jelasnya.

Di tempat terpisah, pengasuh Lembaga Pengembangan Da’wah dan Pondok Pesantren Al-Bahjah, Cirebon, KH Yahya Zainul Ma’arif yang lebih dikenal sebagai Buya Yahya juga menekankan bahwa menjadi pendidik yang baik harus dimulai dari hati yang bersih. Seorang guru sejati yaitu mereka yang mengajar dengan hati, memperbaiki niat, dan menegakkan aturan dengan kasih sayang. Mereka menjadi teladan hidup. Murid belajar bukan hanya dari kata-kata, melainkan dari sikap dan perbuatan. “Yang pertama yang diingatkan oleh Imam Nawawi yaitu tata hati, niat yang benar,” ungkap Buya Yahya dalam sebuah tayangan yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV.

Menurut Buya Yahya, ketulusan guru terlihat dari kesungguhan dalam memperbarui niat melalui doa, terutama di waktu-waktu mustajab seperti tengah malam. Sebelum mengajar, disarankan shalat dua rakaat sambil memohon agar proses belajar menjadi ibadah, bukan rutinitas biasa. Guru harus memandang murid dengan kasih sayang, tanpa kepentingan duniawi. Karena guru yang tulus mengajar karena Allah akan lebih sabar, lebih lembut, dan lebih berpengaruh terhadap hati murid.

Selain itu, guru yang baik harus tegas menegakkan peraturan, sebab itulah kasih sayang sejati kepada murid. Ketegasan bukanlah kekerasan, melainkan cara menjaga lingkungan pendidikan tetap beradab. Aturan yang diterapkan dengan kelembutan dan nasihat justru membangun rasa hormat serta kedisiplinan.

Sebaliknya, jika aturan diabaikan, wibawa guru hilang dan murid kehilangan arah pedoman. “Banyak siswa baru menyadari manfaat ketegasan guru setelah mereka dewasa. Guru yang dulu tampak keras, justru menjadi sosok yang paling berkesan karena telah menanamkan adab dan batasan yang jelas,” imbuhnya.

Pendidikan Holistik

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur INSISTS, Prof Dr Hamid Fahmy Zarkasyi yang menekankan pentingnya pendekatan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga meliputi aspek emosional, fisik dan spiritual (afektif dan psikomotorik) sebagaimana yang diterapkan oleh pesantren. Bahkan konsep pendidikan holistik di pesantren jauh lebih utuh dibanding model serupa di Barat maupun Jepang.

Dalam presentasi Temu Ilmiah Akhir Tahun INSISTS di Kalibata, Jakarta, Sabtu (6/12/2025), bertajuk “Pendidikan Holistik Pondok Pesantren”,  Prof Hamid yang juga Rektor UNIDA Gontor itu menjelaskan bahwa pendidikan holistik di Jepang dipahami sebagai pelibatan fisik siswa dalam aktivitas sekolah—mulai dari menyapu kelas hingga bercocok tanam.

Sedangkan pendekatan holistik ala Barat seperti yang digagas John P Miller dan Scott H Forbes yaitu penggabungan aspek intelektual, emosional, fisik, dan spiritual dalam pendidikan.  Namun, aspek spiritual dalam pendidikan di Barat kerap terjebak pada praktik kontemplatif yang tidak terkait agama dan hukum moral yang jelas. Di Australia, guru menekankan pendidikan mental seperti kesabaran berantre dan keteraturan di ruang publik. “Matematika bisa dikuasai dalam tiga bulan, tapi pembentukan mental memerlukan waktu bertahun-tahun.  Meski unggul dalam disiplin dan empati, pendidikan spiritual mereka terpisah dari syariat, tanpa ibadah yang mengikat, karena hanya bergantung pada perasaan serta nilai umum dengan tujuan hidup terfokus pada kesuksesan duniawi dan  menjadi warga negara yang baik, bukan menjadi hamba Allah dan khalifah di bumi,” ujar Prof Hamid.

Ia menegaskan bahwa spiritualitas mereka hanya sebatas relaksasi belaka, bukan amal shalih yang konkret. Cacat epistemologis inilah yang menjadikannya tidak benar-benar holistik karena praktiknya tidak utuh. Berbeda dengan di pondok pesantren, segala aktivitas yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh santri selama 24 jam merupakan kurikulum. Ekosistemnya holistik. Kiai sebagai teladan, dengan masjid, asrama, dan pengajaran agama berjalan sepanjang waktu. Sejalan dengan itu pendidikan dalam Islam bukan sekadar transfer of knowledge, melainkan penanaman adab (ta’dib).

Merujuk pendapat Syed Muhammad Naquib al-Attas dan Ibnu Qayyim yang memandang adab sebagai inti agama, maka sains, matematika, dan keterampilan umum terikat worldview Islam.

Selanjutnya, Prof Hamid dengan mengutip pandangan profesor asing yang mengamati sistem pendidikan di Pondok Modern Darussalam Gontor menyimpulkan, pesantren di Indonesia justru lebih holistik ketimbang Jepang. Alasannya, nilai spiritual di pesantren menyatu dengan adab dan tindakan nyata sehari-hari, bukan sekadar meditasi atau refleksi umum.

Contoh integrasi itu tampak dalam praktik harian santri mempelajari fiqih thaharah di kelas lalu mempraktikkannya dalam wudhu dan shalat berjamaah; mempelajari akhlak lalu menerapkannya dalam penghormatan kepada guru, menjaga lisan, dan disiplin berasrama. Dimensi holistik lainnya terlihat dalam pekerjaan fisik santri, seperti piket kebersihan menyapu, mengepel, mengurus halaman dengan niat ibadah dan adab terhadap sesama. Di organisasi, santri ditugaskan mengelola acara besar, menyambut tamu, mengatur keamanan, konsumsi, dan protokoler. Kegiatan-kegiatan inilah yang dapat menumbuhkan kepemimpinan, komunikasi, dan tanggung jawab santri dalam semua bingkai akhlak dan aturan syariah. []

Tags: AdabGuruPendidikan
Share8Tweet5Send
Previous Post

Bersyukur dan Cobaan (Bagian Pertama)

Next Post

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

0
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

0
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

0
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

0
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

Drama Contest PMDG Kampus 12 Siak: Santri Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Asing

8 October 2026
Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

8 October 2026
DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

DAS Jadi Ruang Tumbuh Santri Darrurohmah Cirebon

8 October 2026
Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

Pimpinan Gontor Resmikan Masjid Pesantren Baitussalam Gunungkidul

8 October 2026
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result