Di tengah hiruk-pikuk dunia modern yang begitu cepat, generasi muda hari ini dihadapkan pada tantangan besar. Arus informasi yang deras, kemajuan teknologi yang tanpa jeda, serta budaya instan yang merasuki sendi-sendi kehidupan, telah menciptakan generasi yang kian jauh dari akar nilai dan adab.
Fenomena lost generation, generasi yang kehilangan arah, bukan karena kurang cerdas, melainkan karena kehilangan kompas nilai. Banyak dari mereka yang pandai berbicara, namun tak bijak mendengar; mahir berselancar di media sosial, tapi gagap ketika berhadapan dengan realitas; haus pengakuan, tapi kering dari makna.
Namun di tengah arus besar itulah pesantren hadir sebagai mercusuar. Ia bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga benteng moral dan peradaban. Dari sinilah muncul gagasan: Aksi Literasi Majalah Gontor, sebuah ikhtiar kecil untuk menyalakan kembali lentera ilmu dan pena di tangan para santri, yang saat ini sudah kian redup.
Pena Sebagai Jalan Dakwah
Majalah Gontor, media resmi milik Pondok Modern Darussalam Gontor, ini menyadari bahwa di era digital, dakwah tak cukup hanya disampaikan lewat mimbar dan lisan. Pena dan tulisan kini menjadi senjata baru yang bisa menembus sekat ruang dan waktu.
Menurut Manajer Marketing Majalah Gontor Suryanto, melalui gerakan literasi ini, Majalah Gontor ingin membangkitkan kesadaran bahwa menulis merupakan bagian dari perjuangan, dan setiap huruf yang ditulis dengan niat yang benar merupakan bentuk jihad yang tak kalah mulia.
“Aksi Literasi bukan sekadar acara. Ia sebuah gerakan. Gerakan untuk melahirkan mujahid bil qalam — para pejuang pena yang berpikir tajam, menulis dengan nurani, dan menyuarakan kebenaran dengan santun,” ungkapnya.
Suryanto menambahkan, melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya diajak untuk mengenal dunia literasi, tetapi juga untuk menyelaminya. Mereka dilatih agar mampu berpikir kritis, berani mengungkapkan ide, dan menulis dengan penuh tanggung jawab moral.
Di antara tujuan dari Aksi Literasi ini meliputi: menumbuhkan kesadaran akan pentingnya ilmu dan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari, meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berpikir reflektif, mengasah kemampuan komunikasi dan mengekspresikan diri dengan santun dan menghidupkan tradisi intelektual Islam di lingkungan pesantren.
Kegiatan yang Menginspirasi
Aksi Literasi Majalah Gontor dirancang bukan hanya sebagai pelatihan, tetapi sebagai pengalaman belajar yang hidup dan bermakna. Dalam tiga hari kegiatan — mulai Jumat hingga Ahad — suasana pondok akan dihidupkan oleh semangat membaca, menulis, berdiskusi, dan berbagi gagasan.
Beberapa rangkaian acara yang dihadirkan antara lain:
- Pelatihan Jurnalistik – Santri diajak memahami bagaimana berita disusun, fakta diolah, dan nilai-nilai Islam ditransformasikan melalui tulisan.
- Talkshow & Bedah Buku – Sebuah ruang dialog yang membuka cakrawala berpikir dan menumbuhkan minat terhadap dunia literasi.
- Bazar Buku – Pesta ilmu tempat santri dan masyarakat dapat menjelajahi dunia ide lewat berbagai karya penerbit Islam.
Berikut rangkuman dari kegiatan Aksi Literasi yang diselenggarakan di Pesantren Modern Madinatunnajah Tangerang, Pesantren Tahfizh Madinatul Qur’an Depok dan Pesantren Modern Al Hassan Pondok Gede.
Pesantren Madinatunnajah Tangerang Selatan
Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan kolaborasi dengan Majalah Gontor mengadakan Aksi Literasi pada Jumat-Sabtu, 15-16 November 2024 lalu. Acara kolaborasi ini mengambil tema ‘Buku, Jendela Dunia dan Investasi Masa Depan’.
Penanggung jawab acara Aksi Literasi di Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang, Ciputat, Ustadz Arsan SPd MM, mengatakan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan dewan nadzir Pondok Pesantren Madinatunnajah yang mengharuskan pondok menyelenggarakan kegiatan literasi kepada santri.
“Terima kasih atas kesediaannya untuk mengisi pelatihan jurnalistik di Madinatunnajah. Kami memang memiliki program yang mengharuskan para santri kelas 6 khususnya, untuk menghasilkan karya tulis ilmiah sebagai tugas akhirnya,” kata guru senior Pondok Pesantren Madinatunnajah Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan kepada Gontornews.com.
Agenda Aksi Literasi di PP Madinatunnajah Jombang Ciputat dilaksanakan dengan sejumlah agenda seperti Bazar Buku, Pelatihan Jurnalistik yang diikuti dengan bazar makanan. Para santri juga diwajibkan untuk menulis naskah berita sebagai kelanjutan dari penyampaian materi pada sesi pertama pelatihan jurnalistik.
Pesantren Tahfizh Madinatul Qur’an Depok
Pesantren Tahfid Madinatul Qur’an (MQ) Depok merupakan Lembaga Pendidikan Islam berasrama yang pernah mendapatkan penghargaan sebagai Pesantren Ramah Anak dari Kementerian Agama di tahun 2020. Predikat ini bukan sekadar label, tapi hasil dari komitmen kuat untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman.
Program kegiatan Pesantren Madinatul Quran sangat beragam. Mulai dari kegiatan keilmuan, olahraga, kemasyarakatan hingga pengembangan skill, salah satunya dalam dunia tulis menulis. Baru-baru ini, Majalah Gontor berkolaborasi dengan Pesantren Madinatul Qur’an Depok mengadakan aksi literasi berbentuk bazar buku Islam, dan seminar jurnalistik pada 12-14 September 2025.
Menurut Ustadz Dhorifi Zumar selaku perwakilan Humas MQ, menurunnya minat menulis di era generasi Z tidak lepas dari dominasi media sosial dan budaya visual. Di tengah maraknya budaya digital dan media sosial di kalangan generasi muda, kecenderungan menulis kini mulai menurun. Fenomena ini turut menjadi perhatian serius di kalangan pesantren, termasuk Madinatul Qur’an Depok.
“Kecenderungan menulis agak berkurang di generasi Z karena mereka lebih asyik dengan media sosial, dunia virtual, serta konten visual dan audio. Akibatnya, kebiasaan menulis kian berkurang,” ujarnya.
Untuk itu, lanjut Dhorifi, pihaknya memulai langkah pembinaan literasi dari lingkungan pesantren. Humas MQ, kata dia, memiliki tanggung jawab dan misi untuk membangkitkan kembali tradisi menulis di kalangan santri.
Salah satu upaya konkret yang dilakukan adalah melalui Seminar dan Pelatihan Literasi Santri yang digelar di lingkungan Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Terpadu Madinatul Qur’an, Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari roadmap penerbitan majalah santri yang tengah dipersiapkan.
“Seminar ini merupakan langkah awal menuju penerbitan majalah pesantren. Pembekalan seperti ini merupakan bagian dari rencana besar kami untuk mencetak penulis dari kalangan santri,” tambahnya.
Dhorifi berharap, kegiatan literasi semacam ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga menjadi wadah bagi santri untuk menyalurkan bakat menulis dan mengasah keterampilan jurnalistik.
“Melalui kolaborasi dan kehadiran para narasumber berpengalaman, santri bisa menimba ilmu langsung dari praktisi jurnalistik. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan bibit-bibit penulis muda yang produktif dan inspiratif,” tutupnya.
Pesantren Al Hassan Pondok Gede
Pesantren Al Hassan Pondok Gede yang kini memasuki tahun ke-20 terus tumbuh dan berkembang. Para santri terus menikmati Pendidikan Islam dengan cara yang modern. Tak heran jika para santri Pesantren Al Hassan banyak yang meraih prestasi di berbagai bidang.
Wakil Mudir PPM Al Hassan, Dr Imam Toriqor Rahman MSos, mengatakan, dari tahun ke tahun, Al Hassan menorehkan prestasi di berbagai bidang. Di antaranya: Juara 1 Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) se-Jabodetabek, Juara 1 Storytelling Bahasa Inggris O2SM, Juara 1 Kaligrafi O2SM, Juara 1 Kompetisi Sains Madrasah (KSM) bidang Kimia dan Biologi, Juara 3 KSM Matematika Nasional, Juara 2 Da’i Muda TV One (Damai Indonesiaku), Juara 1 Kejurnas Silat Internasional, Juara 1 Tenis Meja O2SM dan Juara 1 Futsal se-Jabodetabek.
Untuk menguatkan keterampilan dalam dunia tulis menulis, Pesantren Al Hassan juga menggelar aksi literasi bekerjasama dengan Majalah Gontor, yang terselenggara pada 17-19 Oktober 2025. “Semoga kegiatan literasi ini bisa menambah wawasan para santri akan pentingnya dunia tulis menulis,” ungkapnya.
Kegiatan pengenalan jurnalistik diikuti oleh sekitar 500 santri putra dan putri. Para santri selama satu jam mendapatkan wawasan seputar jurnalistik. Selain kegiatan pengenalan singkat seputar jurnalistik dan tulis menulis, Majalah Gontor juga menggelar bazar buku-buku Islam yang ternyata banyak diminati oleh para santri Pesantren Al Hassan. []






















