Ponorogo, Gontornews – Fantastis. Gelaran FORBIS National Economic Summit and Expo 2026 sukses mencatatkan nilai transaksi mencapai Rp10,5 miliar hanya dalam waktu tiga hari.
Laman forbis.id merilis, capaian ini berasal dari penjualan langsung (direct selling) 70 peserta expo dari berbagai varian jenis usaha, dan transaksi formal dalam bentuk kesepakatan kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) sebagai tindak lanjut dari perhelatan event yang berlangsung pada 19–21 Juni 2026, di Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Ponorogo, Jawa Timur.
Prestasi ini mengulang sukses tahun lalu saat FORBIS berhasil menggalang komitmen dana wakaf dari para alumni sekitar Rp7 miliar dalam satu malam melalui acara gala dinner peletakan batu pertama New BPPM. Saat ini, gedung tersebut telah berdiri dan digunakan oleh santri, alumni, serta masyarakat umum dalam rangkaian Peringatan 100 Tahun Gontor.
”Kami bersyukur pada Peringatan 100 Tahun Gontor ini, peran FORBIS mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Meski demikian, pekerjaan kami ke depan masih banyak. Ini baru awal dari sebuah permulaan. Optimalisasi lahan wakaf dengan membangun ekosistem ekonomi berjamaah masih menjadi PR kami selanjutnya,” kata Ketua Umum FORBIS IKPM Gontor, H Agus Maulana.
Di bawah kepemimpinan Agus Maulana selama tiga periode, business networking FORBIS diharapkan mampu terus melebarkan sayap demi membangun ekosistem bisnis dari dan untuk kesejahteraan umat.
FORBIS bercita-cita membangun basis ekonomi berjamaah yang profesional di lingkungan pesantren melalui pendampingan dan pendirian unit-unit usaha demi mewujudkan kemandirian ekonomi.
Sejak didirikan pada peringatan 90 tahun Gontor tahun 2016 silam, manfaat jaringan bisnis FORBIS semakin meluas, baik bagi pondok maupun komunitas wirausaha alumni.
Ketua Panitia Peringatan 100 Tahun Gontor, Prof Dr KH Hamid Fahmy Zarkasyi MAEd MPhil, dalam pembukaan Sarasehan Nasional Kiai dan Muballigh Alumni Gontor, mengapresiasi kiprah para pengusaha ini. Langkah ini, menurutnya, menjadi bukti ketaatan alumni Gontor kepada nilai-nilai pondok.
”Meskipun alumni Gontor menjadi pebisnis, mereka juga mendirikan pesantren-pesantren. Ini merupakan ketaatan terhadap pesan KH Imam Zarkasyi, bahwa di mana pun kalian berada dan apa pun profesinya jangan melupakan mengajar, ” kata Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor itu.
Pengusaha Muda Gen-Z
Hal lain yang menggembirakan dari ajang National Economic Summit and Expo tahun ini yaitu tingginya antusiasme para pengusaha muda dari generasi Gen-Z kalangan alumni Gontor. Kehadiran para pengusaha muda ini dinilai menjadi angin segar bagi keberlanjutan organisasi.

“Mereka menjadi kader penerus perjuangan yang memandang bisnis bukan sekadar sarana menumpuk materi, melainkan sebagai instrumen perjuangan umat Li I’lai Kalimatillah (menegakkan kalimat Allah),” ujar Agus Maulana.
Pada gelaran expo ini, FORBIS IKPM Gontor memfasilitasi penandatanganan 11 MoU strategis, yaitu:
1. FORBIS IKPM Gontor dengan UNIDA Gontor.
2. FORBIS IKPM Gontor dengan UIN Raden Mas Said Surakarta.
3. FORMAQIN dengan UNIDA Gontor.
4. Agus Lio Ban dengan FKPM Banten.
5. Agus Lio Ban dengan PP Darunnajah.
6. Surabraja dengan PT Mumtaz El-Hakim Perkasa.
7. Surabraja dengan PM Tazakka.
8. FORBIS IKPM Gontor dengan FORMAQIN.
9. Surabraja dengan PT Lautan Surga Group.
10. FORBIS IKPM Gontor dengan Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG).
11. FORMAQIN dengan Naumi Calma. []




















