pesanan-majalah-edisi-khusus
36 °c
Pecenongan
Mon
Tue
Sunday, 16 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Oleh Assoc. Prof Dr KH Ikhwan Hadiyyin MM, Pimpinan PPM Darel Azhar Rangkasbitung

Edithya Miranti by Edithya Miranti
16 August 2026
in Kolom
0
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Mukadimah
Piagam Jakarta merupakan salah satu dokumen penting dalam sejarah lahirnya Republik Indonesia. Di dalamnya terdapat rumusan sila pertama yang berbunyi: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya.” Rumusan tersebut kemudian mengalami perubahan pada tanggal 18 Agustus 1945 menjadi “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Perubahan tersebut telah menjadi bagian dari konsensus nasional yang mengantarkan Indonesia menuju kemerdekaan.

Namun demikian, dalam diskursus intelektual dan pemikiran politik Islam, pertanyaan mengenai kemungkinan arah perjalanan bangsa apabila tujuh kata tersebut tetap dipertahankan masih menjadi tema yang menarik untuk dikaji.

Tulisan ini tidak bertujuan untuk menstigma apalagi untuk mengubah fakta sejarah, melainkan hanya melakukan refleksi intelektual melalui pendekatan filosofis, ontologis, epistemologis, dan aksiologis guna memahami hubungan antara agama, negara, moralitas pejabat publik, dan tata kelola pemerintahan.

Analisis
A. Perspektif Filosofis: Negara dan Tujuan Kehidupan Manusia
Dalam filsafat politik, pertanyaan mendasar yang selalu muncul adalah: untuk apa negara dibentuk?
Pandangan sekuler modern cenderung memandang negara sebagai instrumen administratif untuk mengatur kehidupan masyarakat. Sebaliknya, dalam pandangan Islam, negara tidak hanya berfungsi menjaga ketertiban sosial, tetapi juga menjadi sarana mewujudkan kemaslahatan, keadilan, dan penghambaan kepada Allah SWT.

BACA JUGA

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Metode Pendidikan dan Pembinaan Santri Melalui Lisaanul Haal

Dari Santri Menjadi Guru: Transisi Identitas di Era Digital

Al-Farabi dalam konsep Al-Madinah Al-Fadhilah (Negara Utama) menjelaskan bahwa tujuan negara membimbing manusia menuju kebahagiaan hakiki (as-sa’adah), yaitu kebahagiaan dunia dan akhirat.

Bila ditinjau dari perspektif ini, tujuh kata Piagam Jakarta dapat dipahami sebagai upaya menegaskan dimensi transendental negara, yaitu bahwa kehidupan berbangsa tidak dilepaskan dari tanggung jawab manusia kepada Allah SWT dan nilai ukhrawi.

Dengan demikian, pertanyaan “Bagaimana jika tujuh kata itu tidak dihapus?” Sesungguhnya bukan hanya persoalan konstitusi, tetapi juga menyangkut orientasi filosofis bangsa: apakah pembangunan diarahkan semata-mata untuk kemajuan material atau juga untuk kemuliaan moral dan spiritual.

B. Perspektif Ontologis: Hakikat Manusia, Kekuasaan, dan Korupsi
Ontologi berbicara tentang hakikat keberadaan. Dalam pandangan Islam, manusia pada hakikatnya hamba Allah sekaligus khalifah di muka bumi.
Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.” (QS Al-Baqarah: 30)

Sebagai khalifah, manusia memikul amanah yang sangat besar. Kekuasaan bukanlah hak mutlak, melainkan titipan yang harus dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Dari sudut ontologis, korupsi bukan sekadar pelanggaran hukum administratif. Korupsi adalah penyimpangan hakikat manusia sebagai pemegang amanah. Ketika seseorang menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi, ia telah mengkhianati hakikat kekhalifahannya.

Karena itu, apabila nilai-nilai syariat Islam lebih kuat mewarnai sistem kenegaraan, sebagian kalangan meyakini bahwa kesadaran ontologis sebagai hamba dan khalifah Allah akan lebih tertanam dalam diri para pemegang kekuasaan.

C. Perspektif Epistemologis: Dari Mana Sumber Kebenaran Bernegara?
Epistemologi membahas sumber dan validitas pengetahuan. Dalam sistem politik modern, sumber legitimasi kebijakan umumnya berasal dari kesepakatan manusia, pengalaman empiris, dan rasionalitas sosial. Islam menerima ketiga sumber tersebut, tetapi menempatkan wahyu sebagai sumber tertinggi.

Al-Qur’an dan Sunnah tidak hanya mengatur persoalan ibadah, tetapi juga memuat prinsip-prinsip keadilan, musyawarah, persamaan hukum, perlindungan hak-hak masyarakat, dan pengelolaan kekayaan publik.

Oleh sebab itu, sebagian umat Islam berpendapat bahwa keberadaan tujuh kata Piagam Jakarta berpotensi memperkuat posisi wahyu sebagai salah satu sumber inspirasi utama dalam pembentukan hukum dan kebijakan publik.

Namun pada saat yang sama, pengalaman sejarah menunjukkan bahwa teks yang baik tidak otomatis melahirkan praktik yang baik. Kualitas manusia yang menjalankan sistem tetap menjadi faktor yang sangat menentukan.

Karena itu, persoalan bangsa sesungguhnya bukan hanya persoalan sistem, melainkan juga persoalan ilmu, integritas, dan kesadaran moral para pelaku sejarah.

D. Perspektif Aksiologis: Untuk Apa Nilai-Nilai Islam Dihadirkan?
Aksiologi membahas tujuan dan manfaat suatu nilai. Tujuan utama syariat Islam bukanlah memperbanyak aturan, melainkan mewujudkan kemaslahatan manusia.

Para ulama merumuskan “Maqashid Syariah” yang mencakup perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.

Jika ditinjau dari perspektif aksiologis, maka substansi tujuh kata Piagam Jakarta bukan hanya semata-mata persoalan simbolik, melainkan harapan agar nilai-nilai Islam mampu melahirkan:

1. Kepemimpinan yang amanah, transparan, partisipatif dan akuntabilitas di hadapan manusia dan Allah SWT.
2. Pemerintahan yang bersih dari korupsi.
3. Penegakan hukum yang adil ke semua lini.
4. Distribusi kesejahteraan yang merata kepada penduduk dan warganegara yang asli.
5. Pendidikan yang membentuk akhlak mulia.
6. Kehidupan sosial yang berlandaskan ukhuwah islamiyah dan keadilan.

Dengan kata lain, ukuran keberhasilan suatu bangsa bukanlah banyaknya simbol keagamaan yang dimiliki, tetapi sejauh mana nilai-nilai agama menghasilkan kemaslahatan nyata bagi masyarakat.

Ikhtitam
Perdebatan mengenai tujuh kata Piagam Jakarta akan selalu menjadi bagian dari dinamika intelektual bangsa Indonesia. Namun yang jauh lebih penting: mengambil hikmah filosofis dari peristiwa tersebut.

Secara filosofis, bangsa ini membutuhkan arah pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga kemuliaan moral.

Secara ontologis, manusia harus kembali menyadari dirinya sebagai hamba Allah dan khalifah yang memikul amanah.

Secara epistemologis, pembangunan bangsa harus bertumpu pada sinergi antara wahyu, akal, dan pengalaman sejarah.

Secara aksiologis, seluruh sistem kenegaraan harus diarahkan untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat dan keadilan sosial.

Pada akhirnya, apakah tujuh kata itu tetap ada atau tidak, tantangan terbesar umat Islam tetap sama: menghadirkan Islam sebagai sumber nilai yang hidup dalam perilaku, kepemimpinan, pendidikan, ekonomi, dan tata kelola negara.

Apabila nilai-nilai Islam benar-benar menjadi ruh kehidupan berbangsa, maka cita-cita Al-Qur’an tentang negeri yang diberkahi akan semakin dekat menjadi kenyataan: “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.” []

Bilik Darel Azhar Rangkasbitung
12 Agustus 2026

Tags: Assoc Prof Dr KH Ikhwan Hadiyyin MMPimpinan PPM Darel AzharTujuh Kata Piagam Jakarta
Share1Tweet1Send
Previous Post

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Next Post

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Elite Intelektual dan Masa Depan Bangsa: Refleksi atas Taklimat Presiden

Adab Ilmu

25 January 2026
Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga Sampaikan Pentingnya Kesadaran Membersamai Teknologi di Universitas Fatoni Thailand

Dekan FUPI UIN Sunan Kalijaga Sampaikan Pentingnya Kesadaran Membersamai Teknologi di Universitas Fatoni Thailand

31 January 2026
Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

Euforia Apel Tahunan Darel Azhar Rangkasbitung Sukses Tarik Antusiasme Ribuan Peserta

15 August 2026
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

0
Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

0
Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

0
Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

Ujian Tulis Persiapan Calon Pelajar di Gontor Putri Kampus 2 Resmi Dibuka

0
Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

Pelantikan IKPM Gontor Wonosobo, Kuatkan Khidmah Alumni

0
saiful falah pemerhati pendidikan

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

16 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

Gontor Raih Penghargaan ‘Pesantren Teladan Pajak’ dari DJP Jawa Timur

16 August 2026
Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

Penegakan Hukum yang Adil: Wujudkan Keamanan dan Harmoni

16 August 2026
Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

Ribuan Santri Gontor Putri Kampus 3 Ikuti Ujian Tulis Awal Tahun

15 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri
  • KHUSUS ALUMNI GONTOR 📣Perkenalkan usaha Anda.
Majalah Gontor Edisi Khusus September 2026 – Spesial 100 Tahun Gontor.✔ Perkenalkan usaha Anda kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia.
✔ Kontribusi Rp1.500.000.
✔ Pendaftaran hingga 7 Agustus 2026 atau kuota terpenuhi.📝 https://tinyurl.com/iklan-magon📞 0877-8707-2412 | 0813-1510-6479
  • Ada momen yang bisa diulang, ada pula yang hanya terjadi sekali dalam sejarah. Jangan lewatkan kesempatan memperkenalkan usaha Anda pada Edisi Spesial 100 Tahun Gontor.Link Pendaftaran :
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg#majalahgontor #gontornews #walisantrigontor #gontor
  • Kesempatan yang Tidak Datang Dua KaliJadilah bagian dari Edisi Khusus Majalah Gontor September 2026 dalam rangka 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor.Kami mengundang Wali Santri Gontor yang memiliki usaha untuk memperkenalkan produknya kepada ribuan keluarga besar Gontor di seluruh Indonesia melalui edisi koleksi yang akan menjadi bagian dari sejarah.📌 Kontribusi seikhlasnya
📌 Syarat: Anak masih aktif sebagai santri Gontor
📌 Pendaftaran hanya sampai 7 Agustus 2026Kirimkan:
✅ Logo Usaha
✅ Foto Produk
✅ Deskripsi Singkat
✅ Website/Sosial Media (jika ada)📲 Daftar sekarang:
https://tinyurl.com/daftar-umkm-mg📞 Informasi:
0877-8707-2412
0813-1510-6479#majalahgontor #100tahungontor #walisantri #pengusahamuslim #gontornews #pesantrengontor #gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result