Suasana haru dan bangga menyelimuti Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (19/9/2026). Ribuan santri, alumni, hingga tokoh-tokoh penting nasional dan internasional berkumpul dalam Resepsi Kesyukuran serta Reuni Akbar 100 Tahun Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor yang berlangsung megah dan khidmat.
Salah satu momen paling monumental terjadi ketika Pimpinan Pondok Gontor secara simbolis menyerahkan Mushaf Gontor dan buku sejarah satu abad perjalanan pondok kepada Presiden RI Prabowo Subianto. Penyerahan ini menegaskan komitmen kuat Gontor dalam merawat nilai keislaman, kebangsaan, dan tradisi literasi di Indonesia.
Api literasi yang dinyalakan oleh pimpinan pondok menjalar kuat hingga ke jajaran alumni. Bertempat di Gedung Robithah dalam rangkaian Reuni Akbar Ikatan Keluarga Darussalam Pos (IKDP), Guru Besar sekaligus Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Metro, Prof Dr M Ihsan Dacholfany MEd, menyerahkan tiga karya terbarunya seputar Pondok Gontor kepada para pengurus aktif Darussalam Pos (DP).
Sebagai alumnus Darussalam Pos (DP) yang dibesarkan di ranah pers dan pernah menjadi Pengurus dan Pembimbing Perpustakaan Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Darussalam, Prof Ihsan juga membagikan motivasi serta pandangan strategis agar pengelola DP masa kini makin terampil melahirkan produk jurnalistik yang tajam dan berbobot.
Bagi saya, Reuni ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul, melainkan momen napak tilas perjuangan, ajang transfer semangat, serta wujud kontribusi nyata alumni demi kemajuan penerus di pondok.
Darussalam Pos dalam Kenangan
Dalam kesempatan yang sama, saya bersama rekan-rekan Reuni Ikatan Keluarga Darussalam Pos (IKDP) mengadakan pertemuan yang berlangsung cair dan sarat nostalgia. Acara ini dihadiri oleh jajaran alumni senior dan pengurus dari berbagai angkatan, antara lain Ubaidilah, DH Ismail, Imam Ratrioso, Iskandar Zulkarnain, Nodin Hidayat, Lukman Hakim, Zaki Annafri Noval, Martin, Zulkarmain Bayan, Fajrianor, Zaki Annafri, Edwar Setiawan, Sigit Akbar, Adin Nidaudin, Makmun Affany, Sigit, Rangga, Rizal, Musyawarah, Ismet, serta puluhan alumni lainnya.
Selain diisi dengan diskusi arah pengembangan media pondok dan penggalangan donasi, keakraban makin hangat saat digelar tradisi khas: tajamuk makan ayam bakar bersama. Para alumni dan santri duduk berjejer memanjang menyerupai gerbong kereta api, sebuah tradisi kebersamaan unik yang terus dilestarikan oleh komunitas pers penerangan Gontor.
Menyongsong abad kedua, IKDP resmi melangsungkan pergantian estafet kepemimpinan secara mufakat. Empat figur pimpinan inti untuk periode 2026–2036 yang terpilih yaitu: Iskandar Zulkarnaen, Risang Arif Wijanarko, Husein Zahrul Muhsinin, M Shidqi Masyail. Mereka mewakili gabungan generasi angkatan 90-an, 2000-an, 2016, hingga 2022. Saya berharap kepengurusan baru ini siap membawa IKDP makin aktif, adaptif terhadap era digital dan membawa dampak positif yang lebih luas.
Manis-Pahit Dinamika Pers Santri
Perayaan seabad ini membawa ingatan para jurnalis pondok kembali ke masa-masa nyantri. Kenangan berburu berita hingga larut malam, mewawancarai pejabat dan tamu mancanegara, hingga kisah menggelitik saat kejar-kejaran dengan Bagian Keamanan demi menuntaskan terbitan media pondok kembali hangat diperbincangkan.
Seluruh pengalaman tersebut kini menjadi pijakan nilai, karakter keikhlasan, serta modal keistiqamahan bagi para alumni untuk terus mengamalkan nilai-nilai luhur Pondok Modern Darussalam Gontor di masyarakat. []





















