Gontornews — Finlandia dengan nama resmi Republik Finlandia adalah sebuah negara Nordik yang terletak di Eropa Utara yang memiliki perbatasan darat dengan Swedia di barat, Norwegia di utara, dan Rusia di timur. Sedangkan batas lautnya yaitu Laut Baltik di barat daya, Teluk Finlandia di selatan, dan Teluk Bothnia di barat.
Kendati menempati urutan kedelapan dalam jajaran negara-negara dengan luas wilayah terbesar di Eropa, Finlandia hanya dihuni sekitar 5,5 juta jiwa yang mencakup berbagai kelompok minoritas dengan bahasa, dan agama yang berbeda dari mayoritas penduduk Finlandia yang beragama Kristen.
Menurut statistik Pemerintah Finlandia sebagaimana dikutip state.gov, Finlandia adalah sebuah negara mayoritas Kristen. Sekitar 67,8% dari 5,5 juta total populasi merupakan anggota Gereja Lutheran Injili Finlandia (Protestan), dan 1,1 persen anggota Gereja Ortodoks Finlandia. Sementara 29,4 persen tidak mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok agama apa pun dan 0,3 persen (sekitar 17.000) memiliki keanggotaan resmi dalam jamaah Islam.
Beberapa sumber lain menunjukkan populasi Muslim telah tumbuh pesat dalam beberapa tahun terakhir, karena masuknya imigran dalam jumlah yang signifikan. Para pemimpin agama Islam memperkirakan jumlah Muslim sebenarnya meningkat menjadi sekitar 120.000 pada tahun 2022, yang sekitar 75 persennya Sunni dan 25 persen Syiah.
Secara historis Islam diperkenalkan ke Finlandia oleh bangsa Tatar Baltik pada akhir abad ke-19. Bangsa Tatar Baltik tiba di Finlandia sebagai pedagang dan tentara pada akhir abad ke-19. Mereka kemudian bergabung dengan anggota keluarga lainnya dan membentuk komunitas Islam pertama di Finlandia, Asosiasi Islam di Finlandia (Finlandia: Suomen Islam-seurakunta) yang didirikan pada tahun 1925, setelah Finlandia mendeklarasikan kemerdekaan penuhnya (1917).
Perkumpulan beranggotakan orang-orang yang berkebangsaan Tatar atau Turki ini beraktivitas di Helsinki, Järvenpää, Kotka, Turku dan juga memiliki masjid di Helsinki, Tampere, dan Lahti. Pascakehadiran Muslim Tatar, populasi Muslim di Finlandia secara perlahan mulai bertambah diikuti dengan pendirian masjid dan komunitas yang cukup pesat pada tahun-tahun berikutnya.
Pada awal tahun 1980-an, beberapa ratus Muslim yang sebagian besar berasal dari Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA) telah berimigrasi sebagai mahasiswa, buruh, dan pasangan (keluarga). Pada tahun 1987 mereka membentuk The Islamic Society of Finland/Suomen islamilainen yhdyskunta yang sebagian besar beranggotakan orang Arab, dan orang Finlandia mualaf. Komunitas ini juga memiliki masjid dan sekolah Al-Qur’an di Helsinki.
Selanjutnya pada awal 1990-an gelombang imigran Muslim di Finlandia mengalami peningkatan signifikan yang diikuti dengan pendirian masjid dan komunitas yang cukup pesat pada tahun-tahun berikutnya. Antara lain pada tahun 1995 berdiri Helsinki Islamic Center. Perkumpulan yang keanggotaannya mencakup umat Muslim dari latar belakang etnis yang berbeda ini didirikan oleh imigran Somalia yang keluar dari Asosiasi Islam Finlandia.
Seiring dengan banyaknya imigran dan pengungsi, jumlah Muslim di Finlandia meningkat pesat pada awal tahun 1990-an, sebagian besar berasal dari negara-negara MENA serta Somalia dan Balkan. Tak lama kemudian, para imigran baru mendirikan masjid dan perkumpulan mereka sendiri. Pada tahun 1996, kelompok-kelompok ini bersama-sama membentuk “The Federation of Islamic Organizations in Finland” untuk menjadi semacam organisasi induk pada tahun 1996.

Sebagian besar organisasi tersebut menyediakan layanan dalam berbagai bahasa, dengan bahasa Inggris dan Finlandia sebagai bahasa yang paling umum digunakan. Sedangkan layanan keagamaan dilakukan dalam bahasa Arab. Meski begitu tidak semua Muslim di Finlandia menjadi anggota resmi dari suatu komunitas atau kelompok Muslim tertentu. [Muh Khaerul Muttaqien/Windy Amelia]
























