Bogor, Gontornews — Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Leuwiliang, Irma Cahyani SPd SD, memberikan apresiasi kepada SDIT Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, yang secara konsisten menggelar Insantama Market Day (IMD) sebagai sarana pembelajaran kewirausahaan dan pendidikan karakter bagi siswa.
Irma menyampaikan apresiasi tersebut saat membuka kegiatan IMD di Sport Center SDIT Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Rabu (16/9/2026).
“Saya bersyukur bisa hadir pada acara yang luar biasa ini,” kata Irma.
Menurut dia, konsep “Berniaga ala Rasulullah” yang diusung dalam kegiatan tersebut memiliki nilai pendidikan yang penting bagi siswa. Aktivitas jual beli, kata dia, tidak semata-mata berkaitan dengan transaksi dan keuntungan, tetapi juga harus dilandasi akhlak.
“Berniaga ala Rasulullah, baik pedagang maupun pembeli harus jujur, amanah, dan memiliki komunikasi yang baik antara pedagang dan pembeli,” ujarnya.
Irma juga mengapresiasi SDIT Insantama yang menjadikan IMD sebagai kegiatan rutin setiap semester. Menurutnya, konsistensi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung.
“Apresiasi yang tinggi kepada SDIT Insantama Leuwiliang yang setiap semester menggelar acara IMD,” katanya.
Menghidupkan Budaya Sunda
Selain praktik kewirausahaan, IMD kali ini mengangkat tema “Lestarikan Budaya Sunda”. Para siswa menampilkan lagu dan permainan tradisional Sunda yang mulai jarang ditemui dalam keseharian generasi muda.
Irma menilai pengenalan kembali kaulinan Sunda penting dilakukan di tengah perubahan pola bermain anak yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi digital.
Ia mendorong sekolah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keberlangsungan budaya lokal agar tetap dikenal oleh generasi berikutnya.
“Kaulinan Sunda sekarang mulai ditinggalkan generasi muda. Kita harus melestarikan budaya Sunda,” ujarnya.
Menurut Irma, kegiatan semacam IMD dapat menjadi salah satu ruang pembelajaran yang mempertemukan pendidikan karakter, kewirausahaan, dan pengenalan budaya daerah dalam satu kegiatan.
Hanya Ada di Insantama
Apresiasi serupa disampaikan Pemerintah Kecamatan Leuwiliang. Camat Leuwiliang yang diwakili Agus Nurnawan menyebut IMD sebagai kegiatan yang memiliki kekhasan tersendiri karena menggabungkan pengalaman berdagang dengan pembelajaran nilai-nilai Islam.
“Acara seperti ini hanya ada di Insantama,” ujar Agus dengan nada bangga.
Agus mengaku telah beberapa kali menghadiri kegiatan IMD di SDIT Insantama Leuwiliang. Namun, setiap pelaksanaan selalu menghadirkan sesuatu yang berbeda.
“Sudah beberapa kali saya menghadiri IMD dan selalu ada yang baru,” katanya.
Menurut Agus, pengalaman yang diperoleh dari kegiatan tersebut tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh para tamu dan masyarakat yang hadir.
“Pengetahuan yang kita peroleh dari IMD ini luar biasa. Anak-anak diajari cara berdagang sesuai syariah,” ujarnya.

Dalam pelaksanaan IMD kali ini, siswa kelas 3 dan 4 SDIT Insantama Leuwiliang berperan sebagai penjual, sedangkan siswa dari kelas lainnya menjadi pembeli.
Dengan model pembelajaran tersebut, kegiatan jual beli tidak berhenti pada transaksi. Siswa memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana menawarkan produk, berkomunikasi dengan pembeli, menjalankan amanah, dan menerapkan kejujuran dalam berniaga.
Di saat yang sama, kehadiran lagu dan kaulinan Sunda membuat IMD menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya berbicara tentang perdagangan, tetapi juga tentang bagaimana generasi muda mengenal dan merawat budaya yang hidup di lingkungan mereka. []




















