Jakarta, Gontornews — Dunia pesantren memiliki kekayaan gagasan dan tradisi intelektual yang besar. Tantangannya bagaimana kekayaan tersebut dikembangkan menjadi karya yang berkualitas dan dapat menjangkau pembaca yang lebih luas.
Upaya itu menjadi salah satu fokus kerjasama Pondok Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group. Kedua lembaga sepakat berkolaborasi dalam pengembangan penerbitan, percetakan, sumber daya manusia, karya akademik, serta berbagai kegiatan literasi.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Rabu (9/9/2026). Ketua Yayasan Darunnajah KH Hadiyanto Arief dan CEO Rene Turos Group Luqman Hakim Arifin, menandatangani dokumen kerjasama tersebut.
Salah satu agenda utama kolaborasi yaitu memperkuat Universitas Darunnajah Press (UDN Press). Penerbit di lingkungan Universitas Darunnajah itu diarahkan untuk berkembang menjadi institusi penerbitan yang profesional, tidak hanya melayani kebutuhan internal kampus, tetapi juga mampu menjangkau pasar nasional hingga global.
“Kami tidak ingin UDN Press hanya menjadi penerbit internal kampus,” kata Kiai Hadiyanto. “Kami ingin UDN Press tumbuh menjadi penerbit yang profesional, mampu menghasilkan karya berkualitas, dan ke depan memiliki akses untuk masuk ke pasar buku yang lebih luas, bahkan pasar global.”
Menurut Kiai Hadiyanto, penerbitan memiliki peran penting dalam memperkuat tradisi intelektual. Gagasan yang lahir dari lingkungan pendidikan perlu mendapat dukungan dalam pengembangan naskah, penyuntingan, penerbitan, hingga distribusi agar dapat memberikan manfaat yang lebih luas.
Karena itu, kerjasama tidak berhenti pada penerbitan buku. Rene Turos Group akan mendampingi penguatan kelembagaan UDN Press, peningkatan kapasitas SDM, pelatihan, program magang, serta penerbitan buku akademik.
Kedua pihak juga akan mengembangkan berbagai aktivitas untuk mempertemukan penulis, karya, dan pembaca, antara lain bedah buku, workshop, podcast literasi, serta program kreatif lainnya.
CEO Rene Turos Group Luqman Hakim Arifin mengatakan, tantangan industri penerbitan saat ini bukan sekadar menghasilkan banyak judul, melainkan menghadirkan buku yang berkualitas sekaligus relevan dengan kebutuhan pembaca.
“Tugas kita bagaimana gagasan-gagasan itu bisa diolah menjadi produk literasi yang relevan, menarik, dan benar-benar dibutuhkan pembaca,” ujar Luqman.
Menurutnya, keberhasilan sebuah buku tidak hanya ditentukan oleh kualitas gagasan, tetapi juga oleh kemampuan penerbit memahami pembacanya.
“Produk literasi yang baik bukan hanya yang bagus menurut kita, tetapi harus ‘related’ dengan pembacanya,” katanya. “Untuk itu, kami ingin bersama-sama mengembangkan produk literasi santri dan pesantren yang kontekstual, tepat sasaran, dan punya peluang menjangkau audiens yang lebih luas.”
Kolaborasi tersebut pada akhirnya diarahkan untuk membangun ekosistem penerbitan yang lebih lengkap, dari pengembangan penulis dan naskah, proses editorial, penerbitan, pemasaran, hingga distribusi.
Dalam jangka panjang, kerjasama ini diharapkan membuka ruang yang lebih besar bagi karya intelektual santri dan akademisi perguruan tinggi Islam untuk hadir di ruang publik dan menjangkau pembaca lintas generasi.
Dengan penguatan UDN Press dan berbagai program literasi tersebut, Darunnajah dan Rene Turos Group berharap penerbitan dapat menjadi salah satu jembatan antara tradisi keilmuan, pengetahuan, dan kebutuhan masyarakat pembaca. []






















