Muara Bungo, Gontornews — Pondok Pesantren Diniyyah Al-Azhar Muara Bungo, Jambi, menggelar kegiatan workshop Spirit Ruh Mudarris dan Membangun Daya Juang Pendidik. Kegiatan ini diisi oleh trainer nasional dan konsultan pendidikan sekolah Islam alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj MPd.
Ia menyampaikan bahwa ruhul mudarris (ruh seorang guru) merupakan jiwa, keteladanan, dan dedikasi pendidik yang jauh lebih penting daripada sekadar metode atau materi. Ini fondasi karakter, keikhlasan, dan spiritualitas pengajar, yang mengubah guru menjadi model panutan bagi siswa, bukan sekadar penyampai informasi belaka.
Menurutnya, konsep ini menekankan bahwa mendidik bukan hanya rutinitas mentransfer ilmu (transfer of knowledge), melainkan proses pembentukan kepribadian, penanaman nilai moral, dan pengabdian yang tulus dari seorang pendidik.
“Kalimat at-thariqah ahammu mina-l-maddah sudah tidak asing lagi bagi lembaga pendidikan Islam khususnya pondok pesantren,” ujarnya.
“Metode lebih penting daripada materi. Materi apa pun yang disampaikan, jika menggunakan metode yang benar, maka akan dapat diterima para siswa dengan baik. Sebaliknya, materi yang telah dipersiapkan dengan matang, akan menjadi hampa tanpa metode yang baik,” lanjut Awaluddin.
Metode memang berpengaruh, namun tidak mutlak. “Yang berpengaruh itu manusianya, orangnya, al-mudarris nafsuhu, guru itu sendiri. Tak berhenti pada kata guru, ada sesuatu yang lebih penting dari itu, yakni jiwa seorang guru, the soul, atau ruh al-mudarris,” paparnya.
“At-thariqah ahammu mina-l-maddah, wa al-mudarris ahammu mina-t-thariqah, wa ruhu-l-mudarris ahammu mina-l-mudarris nafsihi. Kata-kata inilah yang dilatih untuk diresapi dan diteladani sehingga bisa membangun spirit daya juang guna mendorong kemajuan sistem pendidikan dan pengajaran di mana kita mengajar,” ungkap alumni Gontor 2006 itu. []























