Bogor, Gontornews — Pondok Tahfizh Al-Bayan Lebak Jaya, Tamansari, Kabupaten Bogor, merupakan lembaga pendidikan dan pembinaan Islam yang tumbuh dari semangat dakwah, pendidikan al-Qur’an, dan pelayanan sosial kepada masyarakat.
Sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan umat, Pondok Tahfizh Al-Bayan menerapkan konsep pondok berbasis sosial. Hingga saat ini, jumlah santri yang dibina mencapai sekitar 100 orang.
Santri dan santriwati yang berasal dari kalangan yatim, piatu, yatim piatu, serta dhuafa mendapatkan fasilitas pendidikan dan pembinaan tanpa dikenakan biaya apa pun. Adapun bagi santri non-yatim dan non-dhuafa, pondok tidak menetapkan biaya infaq bulan, seikhlasnya, dan biaya pendaftaran sebesar Rp650 ribu.
Cikal bakal pondok ini bermula pada tahun 2013 dengan berdirinya sebuah majelis sederhana berupa joglo dan tiga asrama yang digunakan sebagai pusat kegiatan majelis dzikir serta pembinaan keagamaan masyarakat sekitar.
Seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat akan pendidikan Islam, pada tahun 2016 Pondok Tahfizh Al-Bayan mulai menyelenggarakan kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) bagi anak-anak serta majelis ta’lim untuk jamaah ibu-ibu yang hingga saat ini rutin dilaksanakan setiap hari Selasa.
Pada periode yang sama, pondok mulai menerima santri mukim pertama, yaitu tiga orang santri laki-laki usia pra-remaja yang belajar dan menghafal al-Qur’an di lingkungan pondok.
Dengan izin Allah SWT dan kepercayaan masyarakat yang terus meningkat, Pondok Tahfizh Al-Bayan berkembang secara bertahap. Tidak hanya menjadi tempat belajar bagi masyarakat sekitar desa, pondok juga mulai dikenal oleh masyarakat dari berbagai daerah di luar Kabupaten Lebak. Bahkan, sejumlah santri berasal dari luar provinsi seperti Kalimantan dan Aceh.
Perkembangan yang signifikan terjadi pada akhir tahun 2018 ketika jumlah pendaftar meningkat pesat, terutama dari kalangan santriwati. Hal ini menjadi momentum penting bagi Pondok Tahfizh Al-Bayan untuk memperkuat sistem pendidikan dan pengelolaan pondok agar mampu melayani kebutuhan para santri dengan lebih baik.
Saat ini, Pondok Tahfizh Al-Bayan Lebak Jaya berfokus pada pendidikan tahfizh Al-Qur’an, kajian kitab-kitab Islam, pembinaan akhlak, serta berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung pengembangan karakter dan keterampilan santri. Dalam bidang pendidikan formal, pondok menyelenggarakan program pendidikan berbasis Paket sebagai sarana pemenuhan kebutuhan akademik para santri.
Sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan umat, Pondok Tahfizh Al-Bayan menerapkan konsep pondok berbasis sosial. Hingga saat ini, jumlah santri yang dibina mencapai sekitar 100 orang. Santri dan santriwati yang berasal dari kalangan yatim, piatu, yatim piatu, serta dhuafa mendapatkan fasilitas pendidikan dan pembinaan tanpa dikenakan biaya apa pun. Adapun bagi santri non-yatim dan non-dhuafa, pondok tidak menetapkan biaya infaq bulan, seikhlasnya, dan biaya pendaftaran sebesar Rp650 ribu.
Pondok Tahfiz Al-Bayan Lebak Jaya dipimpin oleh seorang ulama muda, Tb. Muhammad Zaharuddin Tammam, yang terus berkomitmen membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, mandiri, dan bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, pondok tidak hanya menjadi pusat pendidikan al-Qur’an, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter, dakwah, dan pemberdayaan umat yang terus berkembang serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. [Edithya Miranti]



















