Bogor, Gontornews β Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Institut Agama Islam Sahid (INAIS) Bogor menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi pendidik profesional yang mampu menjawab tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri keislaman. Melalui kegiatan Open House FITK 2026, kampus ini mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi Indonesia Emas 2045 dengan menguasai ilmu pengetahuan, kepemimpinan, dan keterampilan dakwah yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Ketua Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) FITK INAIS Bogor, Samsul Huda MSi, mengatakan bahwa ilmu merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan yang sukses, baik di dunia maupun di akhirat.
βKalau ingin menjadi bagian dari Generasi Emas 2045, persiapkan diri mulai hari ini. Ilmu adalah bekal utama untuk meraih kesuksesan, bukan hanya sukses dalam karier, tetapi juga sukses di hadapan Allah SWT,β ujar Samsul saat memberikan sambutan pada Open House FITK INAIS di Kampus Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor, Sabtu (1/8/2026).
Menurutnya, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan hadir sebagai washilah bagi generasi muda untuk mewujudkan cita-cita menjadi pendidik, trainer, maupun pemimpin pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Ia menilai kemajuan teknologi, termasuk AI, tidak akan mampu menggantikan peran manusia dalam membangun karakter, menanamkan nilai, dan membimbing peserta didik secara langsung.
βTeknologi dapat membantu proses belajar, tetapi tidak dapat menggantikan sentuhan seorang guru dalam membentuk akhlak, kepemimpinan, dan karakter. Karena itu, FITK mempersiapkan calon pendidik yang memiliki kompetensi sekaligus nilai-nilai Qurβani,β katanya.
Mengusung tema βSinergi Ilmu dan Dakwah: Mencetak Edupreneur Profesional Generasi Qurβani di Era Digitalβ, Open House menghadirkan rangkaian pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan kompetensi akademik sekaligus keterampilan praktis peserta. Sekitar 70 siswa SMA/SMK/MA sederajat dari berbagai sekolah di Bogor Barat mengikuti pelatihan public speaking, teknik vokal dakwah, simulasi khutbah, hingga etika masjid.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan luas dari berbagai pemangku kepentingan di wilayah Bogor Barat. Hadir dalam kesempatan itu para camat, lurah, perwakilan Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi), Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor, pengelola PKBM, Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S), Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), serta jajaran komite sekolah dari jenjang SD, SMP, hingga SMA negeri maupun swasta.
Tidak hanya menghadirkan kegiatan akademik, Open House FITK INAIS juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kampus membuka kesempatan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kampus untuk memasarkan produk-produknya selama acara berlangsung. Kehadiran stan UMKM memberikan suasana yang hidup sekaligus memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat sekitar.
Melalui kegiatan ini, FITK INAIS Bogor ingin menunjukkan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan dasar, menengah, dan kesetaraan di Kabupaten Bogor serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM.
Rangkaian Open House ditutup dengan campus tour, penyampaian informasi mengenai berbagai program beasiswa bagi calon mahasiswa baru, serta pembagian door prize kepada peserta yang beruntung. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi pendidik, dai, dan edupreneur Qurβani yang siap berkontribusi bagi pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. []






















