pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 25 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Wilayah Bogor Barat Butuh Keragaman Sarjana

Oleh Saiful Falah, Pemerhati Pendidikan

Fathur Roji by Fathur Roji
6 August 2026
in Kolom
0
saiful falah pemerhati pendidikan

Kabupaten Bogor terus membangun jalan, jembatan, pasar, rumah sakit, dan berbagai fasilitas publik. Pembangunan fisik memang penting. Namun, ada satu jalan yang sering luput dari perhatian, yaitu jalan yang mengantarkan anak-anak muda menuju pendidikan tinggi. Jalan inilah yang akan menentukan wajah Kabupaten Bogor pada masa depan.

Kemajuan daerah tidak cukup diukur dari panjang jalan, jumlah gedung, atau ramainya pusat perdagangan. Kemajuan sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang merencanakan pembangunan, mengelola pelayanan publik, merawat masyarakat, mengembangkan teknologi, dan menciptakan lapangan pekerjaan. Karena itu, pendidikan harus ditempatkan sebagai jantung pembangunan daerah.

Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Bogor menunjukkan bahwa pada 2024 rata-rata lama sekolah penduduk berusia 25 tahun ke atas baru mencapai 8,39 tahun. Angka itu kurang lebih setara dengan pendidikan kelas dua atau kelas tiga sekolah menengah pertama. Pada tahun yang sama, Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Bogor berada pada angka 73,63. Data tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan besar di bidang pendidikan belum selesai.

Persoalan itu terasa lebih kuat di wilayah Bogor Barat. Dari Dramaga, Ciampea, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Rumpin, Tenjo, hingga Parungpanjang, terdapat banyak anak muda yang ingin melanjutkan pendidikan. Namun, pilihan perguruan tinggi dan program studi di dekat tempat tinggal mereka belum sepenuhnya beragam.

BACA JUGA

Sosiologi Ketahanan Gontor

Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Bersama Presiden RI di Puncak Tasyakuran 100 Tahun Gontor

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Sebagian anak harus menempuh perjalanan jauh menuju Kota Bogor, Depok, Jakarta, atau wilayah lain untuk menemukan program studi yang sesuai dengan cita-citanya. Perjalanan itu menguras tenaga dan waktu sekaligus menambah biaya transportasi, tempat tinggal, dan kebutuhan hidup. Bagi keluarga dengan kemampuan ekonomi terbatas, jarak antara rumah dan kampus sering berubah menjadi jarak antara cita-cita dan kenyataan.

Bogor Barat sesungguhnya memiliki sejumlah perguruan tinggi yang tumbuh dari pesantren dan lembaga pendidikan Islam. Kehadirannya patut disyukuri karena telah melahirkan guru agama, penyuluh, dai, pengelola pesantren, dan sarjana pendidikan Islam yang menjaga kehidupan spiritual masyarakat. Daerah tanpa sarjana agama dapat kehilangan kompas moralnya.

Namun, pembangunan juga membutuhkan sarjana dari berbagai rumpun ilmu. Bogor Barat memerlukan tenaga kesehatan, ahli teknologi informasi, analis kebijakan, pengelola administrasi rumah sakit, ilmuwan, pengembang usaha digital, administrator publik, dan profesional bisnis. Ilmu agama dan ilmu umum tidak perlu dipertentangkan. Keduanya harus dipertemukan untuk membangun masyarakat yang maju sekaligus memiliki nilai.

Masalahnya bukan karena Bogor Barat memiliki banyak sarjana agama. Persoalan muncul ketika pilihan pendidikan terlalu terbatas sehingga menghasilkan homogenitas sarjana. Kehidupan masyarakat memiliki masalah yang beragam. Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan keragaman pengetahuan dan keahlian.

Puskesmas membutuhkan tenaga kesehatan dan administrator yang memahami pengelolaan pelayanan. Pemerintahan desa membutuhkan sumber daya manusia yang menguasai administrasi publik dan pengolahan data. Pelaku usaha mikro membutuhkan pendamping pemasaran digital. Sekolah dan pesantren memerlukan sistem informasi. Rumah sakit membutuhkan pengelola administrasi kesehatan yang profesional. Perkembangan industri juga membutuhkan lulusan sains dan informatika yang mampu beradaptasi.

Keragaman sarjana akan melahirkan keragaman cara berpikir. Sarjana agama menjaga nilai masyarakat. Sarjana kesehatan menjaga kualitas hidupnya. Sarjana informatika membangun sistem dan teknologi. Sarjana administrasi publik memperbaiki tata kelola pemerintahan. Sarjana bisnis menggerakkan ekonomi. Sarjana fisika memperkuat tradisi riset dan inovasi. Mereka bekerja dalam satu ekosistem pembangunan.

Kebutuhan tersebut semakin mendesak ketika melihat kondisi ketenagakerjaan. BPS Kabupaten Bogor mencatat jumlah angkatan kerja pada Agustus 2025 mencapai 2,84 juta orang, sedangkan Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada angka 7,69 persen. Daerah tidak hanya membutuhkan lebih banyak lulusan, tetapi lulusan dengan kompetensi yang relevan, adaptif, dan mampu menciptakan pekerjaan.

Kebutuhan tenaga kesehatan juga nyata. Wilayah Bogor Barat luas, permukimannya tersebar, dan sebagian masyarakat tinggal jauh dari pusat pelayanan. Daerah membutuhkan tenaga yang bukan hanya kompeten, tetapi juga mengenal budaya, bahasa, dan kebutuhan masyarakat setempat. Cara paling masuk akal untuk memenuhi kebutuhan itu adalah mendidik putra-putri daerah sedekat mungkin dengan lingkungan tempat mereka tumbuh.

Hal yang sama berlaku dalam bidang informatika dan bisnis digital. Transformasi digital bukan lagi urusan perusahaan besar di Jakarta. Pemerintahan desa, sekolah, pesantren, koperasi, puskesmas, kelompok tani, dan usaha kecil membutuhkan orang-orang yang mampu membangun aplikasi, mengolah data, memperluas pemasaran, menjaga keamanan informasi, dan menyederhanakan pelayanan. Tanpa sumber daya manusia digital, masyarakat Bogor Barat hanya akan menjadi pengguna teknologi, bukan pencipta dan pengembangnya.

Dalam konteks inilah kehadiran Universitas Islam Bogor memiliki posisi strategis. Sebagai kampus yang tumbuh dari lingkungan pesantren dan berpijak pada nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah, Universitas Islam Bogor menawarkan program studi Administrasi Kesehatan, Kebidanan, Fisika, Informatika, Bisnis Digital, Administrasi Publik, dan Administrasi Bisnis.

Komposisi tersebut mempertemukan kesehatan, sains, teknologi, pemerintahan, dan bisnis dalam satu lingkungan pendidikan berbasis nilai Islam. Administrasi Kesehatan dan Kebidanan dapat memperkuat pelayanan kesehatan. Informatika dan Bisnis Digital mendorong transformasi teknologi serta ekonomi. Administrasi Publik dan Administrasi Bisnis menyiapkan pengelola pemerintahan dan usaha yang profesional. Fisika memperkuat tradisi sains, penelitian, dan inovasi.

Kampus Islam tidak seharusnya hanya melahirkan orang yang mampu berbicara tentang hukum agama. Kampus Islam juga harus melahirkan ahli kesehatan yang amanah, ahli teknologi yang beretika, birokrat yang jujur, pengusaha yang peduli, dan ilmuwan yang menyadari tanggung jawabnya kepada Tuhan. Di sinilah nilai Aswaja menemukan relevansinya: menjadi fondasi moral agar ilmu digunakan untuk kemaslahatan.

Meski demikian, kehadiran kampus dengan program studi yang beragam saja belum cukup. Pemerintah Kabupaten Bogor perlu menjadikannya bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah perlu menyusun peta kebutuhan sarjana, mengarahkan beasiswa daerah kepada bidang strategis, serta memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, rumah sakit, puskesmas, pemerintahan desa, sekolah, pesantren, dunia industri, dan pelaku usaha.

Pemerataan akses juga tidak boleh mengorbankan mutu. Kampus harus memperkuat dosen, laboratorium, fasilitas digital, kurikulum, riset, dan hubungan dengan dunia kerja. Kita tidak hanya membutuhkan kampus yang dekat, tetapi kampus yang dekat, terjangkau, relevan, dan berkualitas.

Peningkatan sumber daya manusia memang tidak memberikan hasil dalam satu atau dua tahun. Menanam pohon pendidikan membutuhkan kesabaran. Namun, ketika pohon itu tumbuh, buahnya dinikmati beberapa generasi. Mahasiswa administrasi publik dapat menjadi kepala desa yang transparan. Mahasiswa informatika dapat membangun sistem pelayanan. Mahasiswa bisnis digital dapat membawa produk desa ke pasar yang lebih luas. Mahasiswa kebidanan dapat menyelamatkan ibu dan bayi. Mahasiswa fisika dapat melahirkan inovasi. Mahasiswa administrasi kesehatan dapat memperbaiki pelayanan rumah sakit.

Pada akhirnya, kemajuan Bogor Barat tidak hanya ditentukan oleh berapa kilometer jalan yang dibangun, tetapi juga oleh seberapa jauh anak-anak mudanya dapat menempuh pendidikan. Jalan raya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lain. Pendidikan menghubungkan sebuah daerah dengan masa depannya. []

Tags: Bogor BaratSarjanaUniversitas Islam Bogor
Share6Tweet4Send
Previous Post

Khotmul Qur’an Ke-18 SIT Insantama Leuwiliang: Cetak Generasi Qur’ani

Next Post

Menjaga Iman dalam Segala Situasi Kehidupan

Fathur Roji

Fathur Roji

Jurnalis, Web Content, Penulis Buku Biografi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

Pasutri Alumni Gontor Ini Persembahkan 100 Sumur untuk 100 Tahun Gontor

17 September 2026
al amien prenduan

Keluarga KH Moh. Tidjani Djauhari Terima ‘100th Gontor Awards’ di Peringatan Satu Abad Gontor

22 September 2026
Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

Pimpinan Gontor dari Masa ke Masa

23 October 2020
KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

KH Haekal Yanuarsyah Ibadillah, Putra Kiai Gontor, Meninggal Dunia

30 November 2020
Mengenang Keluhuran Sosok Almarhum KH Heikal Yanuarshah Ibadillah, Pengasuh Pondok Tahfidz Al-Muqoddasah

Mengenang Keluhuran Sosok Almarhum KH Heikal Yanuarshah Ibadillah, Pengasuh Pondok Tahfidz Al-Muqoddasah

1 December 2020
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

0
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

0
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

0
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

0
JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

JATMA Aswaja Dukung Penguatan Ekonomi dari Desa

0
Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

Kontingen Terbaik: PKBM Primago Indonesia Bawa Pulang 4 Piala di Ajang Gema Tunas PKBM V Se-Jawa Barat Tahun 2026

24 September 2026
Sosiologi Ketahanan Gontor

Sosiologi Ketahanan Gontor

24 September 2026
Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

Sebelum “Giliran” Kita Tiba: Refleksi Peringatan 100 Tahun Gontor

24 September 2026
Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

Ketika Menjadi ‘Setengah Santri’ di Gontor

24 September 2026
YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

YMIP Serahkan Wakaf 115 Sepeda dan 50 Juta kepada Gontor

24 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result