Ponorogo, Gontornews — Komunitas Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor 2007, Maziero Razienera, resmi menyerahkan wakaf 115 unit sepeda senilai Rp172,5 juta, dan uang tunai sebesar Rp50 juta kepada Pondok Modern Darussalam Gontor. Merujuk pada pembacaan jumlah wakaf pada acara Reuni Akbar Alumni Gontor, Ahad (20/9/26), Alumni Gontor 2007 Maziero Razienera menjadi angkatan dengan nilai wakaf tertinggi dengan total Rp222,5 juta.
Humas Yayasan Maziyyah Indonesia Peduli (YMIP), Abdul Wahid, menjelaskan, pencapaian wakaf ini melengkapi solidaritas para alumni Gontor 2007 yang telah terjalin sejak awal pembangunan Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM) yang baru. Kala itu, YMIP berhasil menggalang dana hingga Rp135 juta guna membantu pembangunan bangunan ikonik milik Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
“Alhamdulillah, sejauh ini, Alumni Gontor angkatan 2007 memiliki solidaritas tinggi untuk pondok. Kami telah menyerahkan wakaf hingga Rp135 juta untuk digunakan dalam membangun New BPPM,” katanya kepada gontornews.com.
Adapun pemberian wakaf 115 sepeda merupakan inisiatif YMIP setelah merespons instruksi pimpinan pondok perihal larangan penggunaan motor bagi para guru berusia di bawah 30 tahun. Bak oase di padang pasir, penyerahan wakaf sepeda merupakan solusi untuk tetap menjaga mobilitas kegiatan di lingkungan PMDG.
“Ini bentuk wakaf yang tidak terpikirkan oleh angkatan lain,” sambung pria yang juga aktif sebagai Dosen Universitas Darussalam Gontor itu.
Balai Desa Gontor sebagai Basecamp Angkatan
Selain wakaf sepeda, pada Peringatan 100 Tahun Gontor ini, Alumni Gontor 2007 Maziero Razienera juga menjadi buah bibir banyak pihak seiring dengan penggunaan Balai Desa Gontor sebagai basecamp atau posko reuni angkatan mereka. Banyak kalangan, mulai dari guru dan alumni, yang mempertanyakan cara mereka dalam menggunakan fasilitas pemerintah desa yang lokasinya sangat strategis dan ‘tak berjarak’ dengan gerbang pondok.
“Ini tampak istimewa sekali,” kata Ahmad Faiz Permana, Koordinator YMIP, saat bertemu gontornews.com di Balai Desa Gontor, Jumat (18/9/2026) malam.
Keistimewaan lokasi ini karena berada di jalan utama masuk pondok serta banyak menarik perhatian warga dan alumni angkatan lain. Tidak hanya atribut angkatan yang tertambat di sekitar lokasi, panitia bahkan menyiapkan sejumlah fasilitas lain seperti cek kesehatan gratis, aneka ragam konsumsi hingga lokasi istirahat khusus alumni 2007 yang hadir di lokasi.
“Posko juga selalu tampak ramai hingga selalu menarik perhatian alumni angkatan lain yang melewatinya,” kata Husni Tamrin, salah seorang alumni Gontor 2007 asal Gresik.
“Mereka sangat betah berbincang melepas rindu di bawah cahaya lampu yang sengaja dipasang seterang mungkin menyorot tempat angkringan dari pojok ke pojok,” pungkas Abdul Wahid. [Mohamad Deny Irawan]























