Tulungagung, Gontornews — Delegasi Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI) Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, berhasil meraih prestasi di ajang Tarqiyatul Lughah Arabiyah Spektakuler VI (ATLAS) 2026. Ajang yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Arab UIN Sayyid Ali Rahmatullah ini diselenggarakan Selasa-Kamis, 3-5 November 2026.
Dalam kompetisi tersebut, Al-Amien Prenduan berhasil membawa pulang empat gelar juara dari lima cabang perlombaan yang mereka ikuti. Adapun empat gelar itu yaitu cabang munadzarah, imathah, khithabah dan ghina araby. Keberhasilan tersebut menempatkan TMI Al-Amien Prenduan sebagai juara umum ATLAS 2026.
Guru pendamping delegasi TMI AL-Amien Prenduan, Ustadz Moh Zaky Rahman Al-Kayyis, berharap raihan ini tidak membuat para santri menjadi sombong. Sebaliknya, kemenangan ini diraih melalui usaha mereka serta doa dari para guru dan masyayikh Al-Amien Prenduan.
“Pesan kami jangan sampai sombong. Pencapaian ini tidak murni usaha peserta tetapi juga ada doa dan bimbingan masyayikh, mudir dan asatidz lainnya,” ungkap Ustadz Kayyis, sapaan akrabnya, pada laman resmi TMI Al-Amien Prenduan.
Secara umum, delegasi Al-Amien Prenduan berhasil mengungguli 11 instansi yang terdiri dari 25 kontingen yang terlibat dalam kompetisi ATLAS 2026. Catatan ini mereka peroleh setelah berhasil meraih juara 3 untuk kategori munadzarah, juara pertama untuk kategori imathah, juara dua untuk kategori khithabah, dan juara ketiga untuk kategori ghina araby.
Selain santri putra, TMI Al-Amien Prenduan juga meraih prestasi membanggakan pada ajang yang sama. Delegasi TMI Al-Amien Prenduan Putri berhasil meraih juara untuk kategori munadzarah (juara 2) dan khithabah (juara satu).
Pencapaian ini cukup bagus mengingat delegasi putri Al-Amien Prenduan merupakan ‘pemain baru’ dalam keikutsertaan kompetisi ini. “Lomba yang kita ikuti sedikit, hanya 4 lomba, dan kita hanya dapat 2 pemenang saja,” ujar Ustadzah Muthmainnah SAg, guru pendamping delegasi.
“Selain itu, yang mengikuti perlombaan ini juga rata-rata pemain baru, yang tidak pernah mengikuti perlombaan-perlombaan lain sebelumnya,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]


























