Jember, Gontornews — Pondok Pesantren Baitul Arqom, Balung, Jember, kembali mengadakan Silaturahmi Keluarga Besar dan Apel Tahunan pada Ahad (25/10/2026). Menariknya, tahun ini pesantren mengundang dua tokoh untuk menyampaikan tausiyah dan arahan kepada para peserta.
Acara ini diadakan setiap tahun, tapi bukan sekadar rutinitas. Lewat Apel Tahunan, keluarga besar pesantren diajak menyemangati kembali pengabdian mereka, mempererat persaudaraan, dan mengingat lagi nilai-nilai yang dipegang di pesantren.
Tokoh pertama yang hadir yaitu KH Anang Rikza Masyhadi MA PhD selaku Pimpinan sekaligus Pengasuh Pondok Modern Tazakka di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia sudah lama berkecimpung di dunia pendidikan dan memimpin pesantren, sehingga pengalamannya dekat dengan upaya mendidik dan membentuk karakter generasi muda.
Tokoh kedua yaitu Dr Mariman Darto SE MSi, Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Juli 2026. Sebelum itu, ia menjabat Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 2025. Latar belakang pendidikan dan pekerjaannya ada di bidang manajemen, perencanaan, dan kebijakan publik.
Kedua narasumber punya keahlian yang tidak sama. Perbedaan itu diharapkan saling melengkapi dan mendorong para hadirin untuk terus belajar serta berkontribusi sesuai perannya masing-masing. Para peserta pun bisa mendapat sudut pandang yang beragam, mulai dari keislaman dan pendidikan sampai kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Kepada Gontornews.com, Ustadzah Ummu Hanifatirrosyidah, Pengasuh Santri, menjelaskan harapannya dari acara ini, “Baitul Arqom sebagai putra sulung Pondok Pesantren Gontor semoga bisa terus memberi manfaat.” Ia juga berharap kedatangan para kiai bisa menjadi semangat bagi seluruh santri, bahwa suatu saat mereka harus berjuang di mana pun sesuai amanah masing-masing.
Turut disampaikannya bahwa setelah acara Apel Tahunan, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi Forum Pesantren Alumni Gontor (FPAG) di Rumah Makan Lestari, Jember, pada Senin (26/10/2026) pagi. Selanjutnya, KH Anang Rikza Masyhadi menjadi pembicara tentang wakaf di Universitas Jember (UNEJ) pada siang hari yang sama. [Linda Rahmawati/Edithya]

























