Ponorogo, Gontornews — Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor memperkuat kapasitas mahasiswa dalam bidang media dan sinematografi melalui pelatihan yang menghadirkan praktisi perfilman. Kegiatan ini tidak hanya membahas aspek teknis pengambilan gambar, tetapi juga menekankan pentingnya membangun ekosistem media yang terarah di lingkungan pesantren.
Ade Candra, salah satu pemateri, menjelaskan bahwa pengelolaan media membutuhkan pembagian tugas yang jelas. Menurutnya, aktivitas media tidak berhenti pada dokumentasi kegiatan, tetapi juga mencakup kecakapan dalam menentukan angel cerita, tetapi pengembangannya, produksi konten jurnalistik, hingga pembuatan film.
Ia menerangkan, tim dokumentasi bertugas merekam berbagai kegiatan, sedangkan pembuat konten dan tim jurnalistik menentukan momentum serta mengolahnya menjadi cerita yang menarik. Di sisi lain, tim produksi film bertanggung jawab mengemas gagasan menjadi karya audiovisual.
Pembagian peran tersebut, menurut Ade, perlu dipahami agar kegiatan media di pesantren berjalan lebih efektif. Pelatihan di UNIDA Gontor pun diarahkan untuk memperkuat fondasi produksi, khususnya dalam mengembangkan ide menjadi konsep, menyusunnya ke dalam skenario, lalu menerjemahkannya menjadi gambar visual.
“Tidak serta-merta mereka memulai sesuatu tanpa persiapan, tanpa penulisan,” katanya dalam pelatihan yang berlangsung 22-24 Oktober 2026 itu.
Ade menilai, penguatan kapasitas media milik lembaga Gontor memiliki arti sangat penting karena Gontor selalu menjadi salah satu rujukan bagi pesantren lain dalam mengembangkan kegiatan publikasi. Karena itu, kualitas informasi yang diproduksi perlu dijaga, baik sebagai sarana komunikasi publik maupun sebagai media pengenalan lembaga kepada masyarakat dan calon wali santri.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga diajak membedah karya-karya yang sebelumnya telah mereka hasilkan. Pendekatan ini dinilai lebih efektif karena peserta dapat mengetahui kekurangan sekaligus memahami langkah perbaikannya secara langsung.
Hanief Jerry, praktisi sekaligus dosen Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta, turut mengisi materi teknis sinematografi. Kehadirannya melengkapi pembahasan mengenai ekosistem media dengan pendalaman aspek teknis yang kerap terlewat dalam proses produksi.
Melalui pendekatan evaluasi karya, peserta diharapkan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari. Dengan demikian, peningkatan kualitas produksi dapat dilakukan secara bertahap dan terukur.
Jerry berharap, penguatan kapasitas tersebut dapat menjadi bekal bagi UNIDA Gontor untuk mengembangkan produksi film yang lebih profesional. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan sumber daya dari lingkungan pesantren sendiri, mulai dari kru hingga talenta, agar karya yang dihasilkan memiliki pemahaman mendalam tentang kehidupan pesantren.
Ke depan, pengembangan media pesantren diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi antarpesantren dinilai penting untuk memperkuat kemampuan komunikasi publik sekaligus menghadirkan karya yang membawa pesan kebajikan dan dapat diterima masyarakat luas. [Mohamad Deny Irawan]
























