Malang, Gontornews — Senin (19/10/2026) sejumlah mahasiswi Program Studi Studi Agama-Agama (SAA), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan kunjungan studi ke Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Shantika Dharma, Malang. Kegiatan yang diperuntukkan memperluas wawasan akademik mengenai hubungan agama dan lingkungan ini mengangkat tema “Landasan Spiritual: Ekoteologi dan Tri Hita Karana”.
Sebagai sarana untuk memahami nilai-nilai keagamaan Hindu dalam membangun hubungan harmonis antara manusia, Tuhan, dan alam, kunjungan ini diikuti oleh 65 mahasiswi SAA semester II dengan didampingi tiga dosen pembimbing, yaitu Ustadz Muhammad Nurrosyid Huda SThI MIRKH, Ustadzah Nala Alfia Chusna MAg, dan Ustadzah Retno Damayanti SAg MPd.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan sambutan Ketua STAH Shantika Dharma, Drs I Wayan Sunarya Atmaja MM. Selanjutnya, pemateri, Slamet Suyadi, menyampaikan perihal ekoteologi dan konsep Tri Hita Karana dalam tradisi Hindu. Pembahasan tersebut memberikan gambaran tentang peran ajaran agama dalam membentuk kesadaran ekologis serta mendorong tanggung jawab manusia terhadap kelestarian lingkungan.
Ekoteologi menjadi salah satu pokok bahasan utama karena mengkaji keterkaitan antara keyakinan keagamaan dan persoalan lingkungan hidup. Melalui perspektif ini, agama tidak hanya dipahami sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai sumber nilai etis yang dapat mendorong manusia untuk menjaga keseimbangan alam. Pembelajaran tersebut memperkaya sudut pandang mahasiswi dalam melihat persoalan ekologis sebagai isu yang berkaitan dengan dimensi sosial, moral, dan spiritual.
Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan konsep Tri Hita Karana, yaitu prinsip dalam tradisi Hindu yang menekankan pentingnya keharmonisan dalam kehidupan. Konsep ini mencakup tiga unsur, yakni Parahyangan yang menggambarkan hubungan manusia dengan Tuhan, Pawongan yang berkaitan dengan hubungan antarmanusia, serta Palemahan yang menekankan hubungan manusia dengan lingkungan alam. Ketiga unsur tersebut saling berkaitan dalam membangun kehidupan yang seimbang dan berkelanjutan.
Untuk memperjelas relevansi konsep di atas, pembahasan turut menyinggung persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Isu ini menjadi bahan refleksi mengenai dampak kerusakan lingkungan terhadap kehidupan manusia serta pentingnya tanggung jawab bersama dalam menjaga ekosistem.
Dalam pemaparannya, dikutip unida.gontor.ac.id, Slamet Suyadi menegaskan, “Merusak bumi berarti merusak manusia itu sendiri.” Pernyataan tersebut menekankan bahwa kelestarian lingkungan memiliki hubungan erat dengan keberlangsungan hidup manusia.
Setelah sesi materi, mahasiswi melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi Pura Luhur Dwidjawarsa. Dalam kunjungan ini, mereka memperoleh penjelasan mengenai tata ruang pura yang terbagi menjadi tiga kawasan, yaitu Nista Mandala sebagai kawasan terluar, Madya Mandala sebagai kawasan tengah, dan Utama Mandala sebagai kawasan utama yang bersifat sakral untuk pelaksanaan peribadatan. Observasi tersebut memberikan pemahaman mengenai hubungan antara tata ruang tempat ibadah, aturan keagamaan, dan praktik spiritual umat Hindu.
Mahasiswi juga diperkenalkan pada kalender keagamaan Hindu, termasuk Hari Raya Galungan yang dalam tradisi Hindu Bali dirayakan setiap 210 hari. Penjelasan ini memperluas pengetahuan mereka mengenai tradisi, perayaan keagamaan, serta nilai-nilai spiritual yang menyertainya.
Sebagai Universitas Islam Terbaik yang mengembangkan pendidikan berbasis nilai-nilai Islam, UNIDA Gontor terus mendorong pembelajaran akademik yang memperluas wawasan mahasiswa terhadap keragaman tradisi keagamaan. Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan sikap terbuka, kritis, dan proporsional dalam mempelajari agama melalui pendekatan ilmiah dan dialogis.
Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswi diharapkan mampu memahami ajaran dan praktik keagamaan Hindu secara lebih komprehensif, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai yang relevan dalam merespons persoalan lingkungan hidup. Pengalaman tersebut memperkuat komitmen UNIDA Gontor sebagai Universitas Islam Terbaik dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik mahasiswa melalui pembelajaran kontekstual, dialog lintas agama, dan refleksi terhadap berbagai persoalan kontemporer. []
























