Jakarta, Gontornews — 19 Mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melaksanakan kunjungan akademik ke Yayasan Nur Semesta Badiuzzaman Said Nursi, Jakarta, dalam rangka Studi Pengayaan Lapangan (SPL), Ahad (11/10/2026).
Kegiatan yang mengangkat tema “Mengintegrasikan Pendekatan Linguistik Semantik dan Kedalaman Spiritual Badiuzzaman Said Nursi dalam Menggali Keagungan Al-Qur’an” mendapat pendampingan langsung oleh Ustadz Dr Elit Ave Hidayatullah SThI MUs dan Ustadzah Rezki Kaulan Maisurah MPdI selaku dosen pembimbing.
Melalui kegiatan tersebut, peserta mempelajari pemikiran Said Nursi, khususnya hubungan antara wahyu, akal, ilmu pengetahuan, dan kehidupan manusia.
Pendiri sekaligus pimpinan Yayasan Nur Semesta, Hasbi Sen MHum, menjelaskan perjalanan intelektual Said Nursi, ulama Turki penulis karya Risale-i Nur. Menurut Hasbi, Said Nursi memiliki perhatian besar terhadap keterpaduan ilmu agama dan sains. Said Nursi berpendapat bahwa ilmu agama berfungsi menjadi cahaya bagi hati nurani, sedangkan ilmu sains ‘bertugas’ sebagai cahaya bagi akal.
Said Nursi juga mengembangkan pendekatan tafsir yang menghubungkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan fenomena alam. Pendekatan tersebut tidak hanya bertujuan menjelaskan gejala ilmiah, tetapi juga mengantarkan manusia untuk mengenali keesaan dan kebesaran Allah SWT.
Dalam pertemuan tersebut, Hasbi juga membahas tentang empat maqāṣid Al-Qur’an dalam pemikiran Said Nursi, yaitu ketuhanan, eskatologi, kenabian, dan keadilan. Melalui pendekatan tersebut, ayat-ayat Al-Qur’an dipahami dengan memperhatikan makna, penalaran, serta hubungannya dengan kehidupan manusia.
Sementara itu, Dr Elit Ave Hidayatullah menjelaskan pentingnya mengembangkan kajian pemikiran Said Nursi dalam lingkungan akademik. Ia mendorong mahasiswa untuk menemukan peluang penelitian yang relevan dengan kajian Al-Qur’an dan Tafsir.
Selain membahas metodologi penafsiran, kegiatan ini juga mengangkat pandangan Said Nursi mengenai perempuan dan pendidikan. Perempuan digambarkan sebagai sosok yang memiliki peran penting melalui kasih sayang, pengorbanan, serta tanggung jawab dalam mendidik generasi. Selain itu, pembahasan juga berlanjut dengan memperlihatkan bahwa pemikiran Said Nursi tidak terbatas pada persoalan politik, tetapi juga mencakup kehidupan sosial dan spiritual.
Pada sesi tanya jawab, peserta mendiskusikan proses penyalinan dan pemeriksaan karya Risale-i Nur, hubungan tafsir ayat-ayat kauniyah dengan sains, serta relevansi pemikiran Said Nursi dalam menghadapi persoalan kontemporer.
Melalui kunjungan ini, mahasiswi IQT UNIDA Gontor diharapkan dapat memperluas wawasan keilmuan dan memperdalam pemahaman mengenai integrasi pendekatan kebahasaan, penalaran, dan dimensi spiritual dalam kajian Al-Qur’an. Pengalaman tersebut juga diharapkan menjadi bekal dalam mengembangkan penelitian akademik dan pengabdian kepada masyarakat. [Tazkia Nurlaela/Mohamad Deny Irawan]























