pesanan-baju-kaos
33 °c
Pecenongan
Fri
Sat
Thursday, 22 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
22 October 2026
in Tafsir
0
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Foto: Kompas.com

Landasan Teologis

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗࣖ

”Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf: 67)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Tafsir As-Sa’di menyebutkan bahwa sesungguhnya orang-orang yang saling bersahabat karib di dunia atas dasar kekufuran, pendustaan terhadap kebenaran, dan kemaksiatan kepada Allah, sebagian mereka menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Hal itu karena persahabatan dan kecintaan mereka dibangun bukan karena Allah. Oleh sebab itu, pada hari kiamat, persahabatan dan kecintaan tersebut berubah menjadi permusuhan.

Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang menjaga diri dari perbuatan syirik dan berbagai kemaksiatan. Sesungguhnya kecintaan dan persahabatan di antara mereka akan tetap kekal dan terus berlanjut, karena kecintaan tersebut dibangun atas dasar cinta kepada Allah Yang Mahakekal. Maka, selama Allah yang menjadi tujuan kecintaan itu kekal, kecintaan mereka pun akan tetap berlangsung sampai hari kiamat.



Tafsir Al-Baghawi menyebutkan beberapa kandungan ayat. Pertama, persahabatan memiliki pengaruh terhadap keselamatan seseorang di akhirat. Sahabat yang baik bukan hanya menemani dalam urusan dunia, melainkan juga mengajak kepada ketaatan dan keselamatan akhirat. Kedua, persahabatan karena Allah tetap memiliki ikatan kebaikan, bahkan saling mendoakan ketika salah seorang telah meninggal dunia.

Ketiga, sahabat sejati adalah orang yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Ukuran persahabatan bukan sekadar kedekatan emosional, tetapi keimanan dan ketakwaan. Keempat, persahabatan yang dibangun atas kemaksiatan akan mendatangkan penyesalan.

Kelima, persahabatan yang didasarkan pada iman dan ketakwaan memiliki nilai yang melampaui kepentingan duniawi dan abadi sampai hari kiamat.

Sementara itu Tafsir Ibnu Katsir menyebutkan, persahabatan yang paling berharga bukanlah persahabatan yang sekadar membuat seseorang bahagia selama hidup di dunia, melainkan persahabatan yang membantu seseorang tetap berada di jalan Allah hingga akhir hayatnya. Sebab, sahabat yang baik bukan hanya yang bersedia berjalan bersama kita di dunia, tetapi juga yang mengajak kita menempuh jalan menuju surga.

Setiap persahabatan dan hubungan pertemanan yang dibangun bukan karena Allah akan berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat. Sesungguhnya persahabatan yang dilandasi karena Allah akan tetap berlangsung selama-lamanya, karena Allah merupakan Zat Yang Mahakekal.

Sedangkan Tafsir Al-Qurthubi menyebutkan, QS Az-Zukhruf ayat 67 mengajarkan bahwa persahabatan di dunia memiliki konsekuensi yang akan tampak pada hari kiamat. Pertama, persahabatan yang dibangun atas dasar iman dan ketakwaan akan tetap menjadi ikatan kebaikan di dunia dan akhirat. Kedua, persahabatan yang mendorong seseorang melakukan kemaksiatan dapat berubah menjadi permusuhan dan saling menyalahkan.

Ketiga, sahabat yang baik yaitu orang yang mengajak kepada ketaatan, menasihati dengan tulus, mencegah keburukan, serta mengingatkan tentang kehidupan akhirat. Keempat, pengaruh seorang sahabat dapat begitu besar sehingga ia menjadi sebab seseorang semakin dekat kepada Allah atau justru semakin jauh dari-Nya.

Imam Ath-Thabari dalam tafsirnya menjelaskan tiga pesan utama dari QS Az-Zukhruf ayat 67. Pertama, persahabatan mempengaruhi arah kehidupan seseorang. Teman yang mengajak kepada kemaksiatan dapat menyeret seseorang menjauh dari Allah, sedangkan teman yang bertakwa dapat membantu menjaga keimanan.

Kedua, persahabatan harus dibangun di atas ketakwaan. Kedekatan yang didasarkan pada ketaatan, nasihat yang tulus, dan saling mengingatkan dalam kebaikan memiliki nilai yang melampaui kepentingan duniawi.

Ketiga, sahabat sejati adalah orang yang membantu kita menaati Allah. Ia bukan hanya menemani dalam kesenangan, tetapi juga mengingatkan ketika kita salah dan mendorong kita kembali kepada kebenaran.

Inti Reflektif

Surat Az-Zukhruf ayat 67 mengajarkan bahwa persahabatan yang tidak dilandasi ketakwaan dapat berubah menjadi permusuhan di akhirat. Teman terbaik bukan sekadar yang hadir dalam kebahagiaan, tetapi yang mengingatkan saat kita lalai, menasihati ketika kita salah, dan mengajak kita semakin dekat kepada Allah.

Sebab, persahabatan sejati bukan hanya tentang kebersamaan di dunia, tetapi juga tentang saling menuntun menuju keselamatan di akhirat.

Nilai-nilai Pedagogis

Surat Az-Zukhruf ayat 67 mengandung sejumlah nilai pendididkan (pedagogis). Pertama, Nilai Keimanan sebagai Fondasi Persahabatan. Ayat ini mengajarkan bahwa hubungan persahabatan hendaknya dibangun di atas keimanan kepada Allah SWT. Persahabatan sejati bukan hanya hubungan yang memberikan kebahagiaan di dunia, tetapi juga hubungan yang membantu seseorang memperoleh keselamatan di akhirat.

Guru dan orang tua harus membiasakan peserta didik untuk memilih sahabat yang memberikan pengaruh positif, membangun kelompok belajar yang saling membantu dalam kebaikan, dan menanamkan kesadaran bahwa persahabatan memiliki tanggung jawab spiritual. Sehingga peserta didik tidak salah bergaul dan berteman berdasarkan iman.

Kedua, Nilai Ketakwaan sebagai Landasan Hubungan Sosial. Ungkapan illal-muttaqīn (kecuali orang-orang yang bertakwa) menunjukkan bahwa ketakwaan merupakan unsur utama yang menentukan kualitas persahabatan. Ketakwaan menjadikan seseorang mampu menjaga hak sahabat, menghindari pengkhianatan, dan tidak mengajak kepada kemaksiatan.

Guru dan orang tua perlu menanamkan kepada peserta didik bahwa sahabat yang baik bukanlah sahabat yang selalu membenarkan semua tindakan yang kita lakukan, melainkan sahabat yang berani mengingatkan ketika kita melakukan kesalahan. Dengan ketakwaan, persahabatan akan terus abadi dan mendatangkan ridha Allah.

Ketiga, Nilai Berpikir Kritis dalam Menghadapi Pengaruh Teman. QS Az-Zukhruf ayat 67 secara tidak langsung mengajarkan pentingnya kemampuan menilai suatu tindakan berdasarkan prinsip kebenaran, bukan berdasarkan tekanan kelompok. Nilai ini berkaitan dengan pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pengambilan keputusan etis.

Guru dan orang tua harus melatih peserta didik untuk berpikir kritis dalam menghadapi pengaruh teman sebelum ikut bergaul dengan mereka dan mempertimbangkan keputusan yang benar dan matang sesuai ajaran agama yaitu berteman dengan dasar iman dan selalu berteman dengan orang baik.

Keempat, Nilai Kesadaran tentang Akibat Perbuatan. Ayat ini menggambarkan persahabatan yang berubah menjadi permusuhan pada hari kiamat. Setiap hubungan dan tindakan yang dilakukan di dunia akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Oleh karena itu, kita harus sadar akan akibat perbuatan yang kita lakukan.

Guru dan orang tua harus mengajak peserta didik melakukan refleksi terhadap perilaku pergaulan dan akibat jangka panjang dari keputusan yang diambil. Anak yang sadar akan perbuatannya akan selalu memperbaiki segala kesalahan yang sudah diperbuat dengan kebaikan dan ketakwaan.

Landasan Teoretis

Dalam perspektif Islam, persahabatan ideal tidak berhenti pada kedekatan sosial yang dipahami sebagai kehadiran seseorang, tetapi juga mengandung nilai keimanan, kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab, dan saling membantu dalam ketaatan.

Teman yang baik adalah teman yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap keimanan, ibadah, akhlak, ilmu, dan kehidupan sosial.

Dengan demikian, ukuran utama kualitas persahabatan bukanlah kekayaan, popularitas, kedudukan, atau banyaknya kesamaan, melainkan ketakwaan dan pengaruh kebaikan yang dihasilkan dari hubungan tersebut. Allah memberitahukan bahwa sebaik-baik teman adalah yang paling taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW.

Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَالرَّسُوْلَ فَاُولٰۤىِٕكَ مَعَ الَّذِيْنَ اَنْعَمَ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ مِّنَ النَّبِيّٖنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَاۤءِ وَالصّٰلِحِيْنَ ۚ وَحَسُنَ اُولٰۤىِٕكَ رَفِيْقًا

“Siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nabi Muhammad), mereka itulah orang-orang yang (akan dikumpulkan) bersama orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, (yaitu) para nabi, para pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS An-Nisa’: 69)

QS An-Nisa’ ayat 69 merupakan penegasan langsung dari Allah mengenai kelompok manusia yang paling mulia untuk dijadikan teladan dan pendamping dalam kebaikan.

Ayat ini menyebutkan empat golongan utama yang menjadi teladan dan kebersamaan yang mendatangkan nikmat Allah SWT:

  • Para Nabi
  • Para Shiddiqin
  • Para Syuhada
  • Orang-orang Shalih

Ayat ini menjelaskan kemuliaan kebersamaan dengan mereka sebagai karunia Allah di akhirat, sekaligus memberikan teladan bagi kehidupan dunia dan kelak akan dikumpulkan bersama mereka di surga.

Ciri-ciri Teman Paling Baik

Bagaimana ciri-ciri teman paling baik menurut perspektif Al-Qur’an? Pertama, teman yang bertakwa kepada Allah. Allah SWT berfirman:

اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَىِٕذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ ۗࣖ

“Teman-teman akrab pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS Az-Zukhruf: 67)

Kedua, teman yang rajin beribadah dan mengingat Allah. Allah SWT berfirman:

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَدٰوةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيْدُوْنَ وَجْهَهٗ وَلَا تَعْدُ عَيْنٰكَ عَنْهُمْ ۚ تُرِيْدُ زِيْنَةَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَلَا تُطِعْ مَنْ اَغْفَلْنَا قَلْبَهٗ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوٰىهُ وَكَانَ اَمْرُهٗ فُرُطًا

“Bersabarlah engkau (Nabi Muhammad) bersama orang-orang yang menyeru Tuhannya pada pagi dan petang hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia. Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami serta menuruti hawa nafsunya dan keadaannya melewati batas.” (QS An-Nisa’: 69)

Ketiga, teman yang saling menasihati dalam kebenaran. Allah SWT berfirman:

وَالْعَصْرِ ۙ ۝١اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ ۙ ۝٢اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ەۙ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِࣖ ۝٣

“Demi masa (1), sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian (2), kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran (3).” (QS Al-’Ashr: 3)

Keempat, teman yang mengajak kepada kebaikan. Allah SWT berfirman:

وَالْمُؤْمِنُوْنَ وَالْمُؤْمِنٰتُ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍ ۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُقِيْمُوْنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤْتُوْنَ الزَّكٰوةَ وَيُطِيْعُوْنَ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ ۗ اُولٰۤىِٕكَ سَيَرْحَمُهُمُ اللّٰهُ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ

“Orang-orang Mukmin, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) makruf dan mencegah (berbuat) mungkar, menegakkan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” (QS At-Taubah: 71)

Kelima, teman yang jujur dan dapat dipercaya. Allah SWT berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَكُوْنُوْا مَعَ الصّٰدِقِيْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tetaplah bersama orang-orang yang benar!” (QS At-Taubah: 119)

Keenam, teman yang saling membantu dalam kebaikan. Allah SWT berfirman:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰى ۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

“Tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah sangat berat siksaan-Nya.” (QS Al-Maidah: 2)

Ketujuh, teman yang mengutamakan kasih sayang dan persaudaraan. Allah SWT berfirman:

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَࣖ

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah kedua saudaramu (yang bertikai) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu dirahmati.” (QS Al-Hujurat : 10)

Teman yang Harus Diwaspadai

Lalu, teman yang bagaimana yang harus diwaspadai menurut perspektif Al-Qur’an? Pertama, teman yang menjauhkan dari Al-Qur’an dan kebenaran. Allah SWT berfirman:

وَيَوْمَ يَعَضُّ الظَّالِمُ عَلٰى يَدَيْهِ يَقُوْلُ يٰلَيْتَنِى اتَّخَذْتُ مَعَ الرَّسُوْلِ سَبِيْلًا ۝٢٧يٰوَيْلَتٰى لَيْتَنِيْ لَمْ اَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيْلًا ۝٢٨لَقَدْ اَضَلَّنِيْ عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ اِذْ جَاۤءَنِيْ ۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِلْاِنْسَانِ خَذُوْلًا ۝٢٩

“(Ingatlah) hari (ketika) orang zalim menggigit kedua tangannya seraya berkata, “Oh, seandainya (dahulu) aku mengambil jalan bersama rasul (27). Oh, celaka aku! Sekiranya (dahulu) aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia (28). Sungguh, dia benar-benar telah menyesatkanku dari peringatan (Al-Qur’an) ketika telah datang kepadaku. Setan itu (makhluk) yang sangat enggan menolong manusia (29).” (QS Al-Furqan: 27-29)

Kedua, teman yang selalu mengajak kepada kemaksiatan. Allah SWT berfirman:

وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ

“Siapa yang berpaling dari pengajaran (Allah) Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya). Maka, ia (setan) selalu menemaninya.” (QS Az-Zukhruf: 36)

Cara Memilih Teman Terbaik

Bagaimana cara memilih teman terbaik dalam kehidupan ini? Pertama, memperhatikan agamanya (kebiasaan, cara hidup dan akhlak). Rasulullah SAW bersabda:

الْمَرْءُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seseorang itu berada di atas agama (kebiasaan, cara hidup, dan akhlak) teman dekatnya, maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan siapa yang ia jadikan teman dekat.“ (HR Abu Dawud No. 4833 dan At-Tirmidzi No. 2378)

Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya memperhatikan kualitas agama dan akhlak seseorang dalam memilih sahabat.

Kedua, persahabatan karena Allah memperoleh kemuliaan. Rasulullah SAW bersabda:

وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ

“Dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya.” (HR Al-Bukhari No. 660 dan Muslim No. 1031)

Ketiga, memilih teman yang baik. Rasulullah SAW bersabda:

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ

«Perumpamaan teman duduk yang baik dan teman duduk yang buruk seperti pembawa minyak wangi dan peniup tungku pandai besi.” (HR Al-Bukhari No. 5534 dan Muslim No. 2628)

Keempat, memilih teman yang senang mendoakan dan membantu kita dalam kebaikan. Rasulullah SAW bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ

“Doa seorang Muslim untuk saudaranya tanpa sepengetahuannya merupakan doa yang dikabulkan.” (HR Muslim No. 2733)

Kisah Teladan

Kisah persahabatan yang menyelamatkan dari api neraka tercantum secara indah dalam kitab Durratun Nashihin karya Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi. Kitab ulama ini mengisahkan bagaimana syafaat seorang sahabat yang shalih mampu mengubah takdir sahabatnya yang berdosa.

Dalam kitab tersebut, diceritakan ada dua orang yang bersahabat erat sewaktu di dunia. Namun, mereka memiliki jalan hidup yang berbeda: yang satu sangat shalih dan tekun beribadah, sedangkan yang lain sering tergelincir dalam kemaksiatan.

Ketika keduanya meninggal dunia, mereka mendapatkan ketetapan yang berbeda sesuai amalnya: Sahabat yang shalih wafat dalam keadaan husnul khatimah dan dituntun oleh malaikat Ridwan menuju pintu surga. Sedangkan sahabat yang ahli maksiat divonis bersalah dalam hisabnya dan digiring oleh malaikat azab menuju neraka.

Saat berada di ambang pintu surga, sahabat yang shalih ini tiba-tiba berhenti. Ia tidak melihat wajah sahabat karibnya di antara para penghuni surga. Ia pun bertanya kepada malaikat penunggu surga: “Wahai malaikat, ke mana sahabatku yang dulu bersamaku di dunia? Aku tidak melihatnya di sini.“

Malaikat menjawab, “Sahabatmu itu orang yang berdosa, dan saat ini ia telah diseret menuju neraka.”

Mendengar hal itu, rasa bahagia sang ahli surga seketika sirna. Ia menolak masuk ke dalam surga sendirian dan berkata: “Ya Rabb, aku tidak merasakan nikmatnya surga ini jika sahabatku berada di dalam neraka. Semasa di dunia, kami selalu bersama. Jika Engkau tidak memasukkannya ke surga bersamaku, maka masukkanlah aku ke neraka bersamanya!”

Mendengar ketulusan cinta dan permohonan hamba-Nya yang shalih tersebut, Allah Yang Maha Pengasih mengabulkan permintaannya. Allah memerintahkan para malaikat untuk mengeluarkan sahabat yang ahli maksiat itu dari neraka.

Berkat syafaat dan pembelaan dari sahabat sewaktu di dunia, pria berdosa tersebut akhirnya diselamatkan dari siksa api neraka dan diperkenankan masuk ke surga bersama sahabatnya.

Oleh karena itu, seburuk-buruknya kita di dunia, marilah kita memilih sahabat yang shalih dan taat kepada Allah. Kisah ini memberikan teladan bahwa teman yang shalih tidak akan meninggalkan temannya walaupun di hari pembalasan, dan doa orang shalih didengar oleh Allah dan dikabulkan. Teman yang shalih akan menjadi penolong kelak di hari akhir.

رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَدْخِلْنِيْ بِرَحْمَتِكَ فِيْ عِبَادِكَ الصّٰلِحِيْنَ

“Ya Tuhanku, anugerahkanlah aku (ilham dan kemampuan) untuk tetap mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan untuk tetap mengerjakan kebajikan yang Engkau ridhai. (Aku memohon pula) masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang shalih.” (QS An-Naml: 19) []

Tags: Durratun NashihinProf Dr H Sofyan Sauri MPdSyekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi
ShareTweetSend
Previous Post

PELITA Resmi Ditutup, Pondok Berharap Santri Lanjutkan Semangat Berliterasi

Next Post

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

Kesyukuran Wisuda Angkatan Ke-11 STKQ Al-Hikam Depok Hadirkan Puluhan Lulusan Berkualitas

19 October 2026
Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

Tidak Hanya Luluskan Wisudawan, STKQ Al-Hikam Depok Mulai Lahirkan Sebelas Wisudawati Terbaik

19 October 2026
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

Mahasiswa AFI UNIDA Gontor Belajar Menjadi Pemimpin dan Ayah di Rumpun Nurani

21 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

0
English Drama Contest Gontor Kampus 4 Banyuwangi Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Santri

English Drama Contest Gontor Kampus 4 Banyuwangi Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Santri

0
PELITA Resmi Ditutup, Pondok Berharap Santri Lanjutkan Semangat Berliterasi

PELITA Resmi Ditutup, Pondok Berharap Santri Lanjutkan Semangat Berliterasi

0
Novelis Kang Abik dalam PELITA 2026: Jangan Meremehkan Cerita!

Novelis Kang Abik dalam PELITA 2026: Jangan Meremehkan Cerita!

0
KH Hasan Abdullah Sahal: Keorganisasian di Gontor Mahal Harganya

KH Hasan Abdullah Sahal: Keorganisasian di Gontor Mahal Harganya

0
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
PELITA Resmi Ditutup, Pondok Berharap Santri Lanjutkan Semangat Berliterasi

PELITA Resmi Ditutup, Pondok Berharap Santri Lanjutkan Semangat Berliterasi

22 October 2026
English Drama Contest Gontor Kampus 4 Banyuwangi Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Santri

English Drama Contest Gontor Kampus 4 Banyuwangi Asah Keberanian dan Kemampuan Berbahasa Santri

22 October 2026
Novelis Kang Abik dalam PELITA 2026: Jangan Meremehkan Cerita!

Novelis Kang Abik dalam PELITA 2026: Jangan Meremehkan Cerita!

22 October 2026
KH Hasan Abdullah Sahal: Keorganisasian di Gontor Mahal Harganya

KH Hasan Abdullah Sahal: Keorganisasian di Gontor Mahal Harganya

22 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .

Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini. 
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan Mini

Link pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mg

atau bisa lihat di link Bio.

#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalah

Jangan sampai kehabisan.

Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-baju

kontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result