Tangerang, Gontornews — Yayasan Magnet Rezeki Indonesia (MRI) secara resmi meluncurkan gerakan Rumah Qur’an Magnet Rezeki (RQMR) yang dirangkai dengan peringatan Hari Santri Nasional di Banten, Jawa Barat. Kepada Gontornews.com Ustadz Abu Shoffi Al-Halimi (Direktur MR Center) menginformasikan bahwa MR tengah menggelar Soft Launching RQMR dan Peringatan HSN 2026 pada Kamis (22/10/2026) sore.
Sebagaimana ditayangkan dalam siaran resmi kanal YouTube Rumah Quran Magnet Rezeki, peluncuran ini menjadi langkah strategis untuk mengentaskan angka buta huruf al-Qur’an di Indonesia yang saat ini masih mencapai 72,25 persen dari total populasi Muslim.
Inisiatif gerakan ini diawali dari penyerahan wakaf rumah peradaban oleh Hari di Banten yang diproyeksikan sebagai pusat percontohan pembinaan al-Qur’an nasional. Pendirian Rumah Qur’an digagas untuk menghadirkan metode pembelajaran yang ramah dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok dewasa dan lansia yang kerap merasa malu untuk belajar.
Founder Magnet Rezeki, Ustadz Haji Nasrullah, menyampaikan visi besar gerakan ini untuk memasyarakatkan al-Qur’an dan meng-qur’an-kan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Rumah Quran mengadopsi Metode Tasbih temuan Prof Dr (HC) Rahmat M Agus Tasbih. Formulasi praktis ini memungkinkan seseorang belajar membaca al-Qur’an hanya dalam waktu sekitar lima jam melalui penguasaan 13 halaman rumus dasar yang mencakup 29 huruf hijaiyah dan 12 tanda baca.
“Pemberantasan buta huruf al-Qur’an tidak hanya berfokus pada anak-anak, tetapi juga merangkul orang tua dengan memanfaatkan rumah warga maupun kantor unit usaha menjadi pusat pembelajaran yang hidup,” ujar Ustadz Nasrullah dalam sambutannya.
Sementara itu, Ketua Yayasan MRI, Arif Baril, menambahkan bahwa gerakan ini didukung penuh ekosistem lembaga yang meliputi 28 Koordinator Wilayah, 700 Certified Trainer Magnet Rezeki, 600 wakil resmi, serta puluhan ribu Sobat Bisnis Magnet Rezeki. Di bawah pimpinan Direktur Rumah Qur’an, Ustadz Abdul Aziz, yayasan menargetkan pembentukan 10.000 hingga 28.000 unit Rumah Qur’an di Indonesia hingga mancanegara seperti Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Melalui pendekatan yang menyenangkan dan prinsip kemudahan, peluncuran gerakan ini diharapkan dapat memicu pencetakan generasi Qur’ani, sekaligus menjadi solusi konkret literasi al-Qur’an di Tanah Air. [Linda/Edithya]























