Jakarta, Gontornews — Sebanyak 19 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor kunjungi Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Studi Pengayaan Lapangan (SPL) yang mengusung tema “Memperluas Perspektif Ilmu Qira’at dan Rasm Utsmani dalam Pengembangan Kajian Al-Qur’an.” Secara khusus, para peserta berharap mendapatkan wawasan mengenai perkembangan studi Al-Qur’an, khususnya ilmu qira’at dan rasm Utsmani.
Direktur Pascasarjana IIQ Jakarta, Dr Muhammad Azizan Fitriana MA, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan silaturahim antarlembaga pendidikan Al-Qur’an. Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi akademik serta memberikan bekal keilmuan bagi para mahasiswi.
Dr Azizan menambahkan, IIQ Jakarta memiliki perhatian khusus terhadap kajian ilmu qira’at dan rasm Utsmani, serta mendukung pengembangan karya ilmiah mahasiswa. Ia mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dalam memperoleh wawasan dan menyusun gagasan awal penelitian.
Ketua Lembaga Tahfizh dan Qiroat Al-Quran (LTQQ) IIQ Jakarta, Dr Istiqomah MA, memaparkan kekhasan kajian Al-Qur’an di IIQ Jakarta. Materi yang disampaikan meliputi ilmu qira’at, rasm Utsmani, ilmu dhabith, dan kajian mushaf. Ia juga memperkenalkan metode tahsin tartil Al-Qur’an Maisuro yang dikembangkan di lingkungan IIQ Jakarta.
Dalam sesi interaktif, para mahasiswi diajak mengamati beragam mushaf Al-Qur’an dari berbagai riwayat dan penerbitan. Pembahasan mencakup perbedaan penomoran ayat serta variasi penulisan dan pelafalan dalam sejumlah riwayat qira’at. Pengamatan langsung ini memberikan gambaran bahwa perbedaan bacaan dan penulisan mushaf dapat menjadi ruang kajian akademik yang luas.
Sementara itu, Dosen Ilmu Qira’at IIQ Jakarta, Dr Ahmad Hawasyi MA, menjelaskan pentingnya praktik langsung dalam mempelajari ilmu qira’at. Ia memaparkan metode Jamak Qira’at, yaitu teknik menggabungkan sejumlah riwayat bacaan dalam satu kali pembacaan berdasarkan kaidah dan rujukan keilmuan. Ia lantas mendemonstrasikan praktik Jamak Qira’at Surat Al-Fatihah di hadapan peserta.
Salah seorang peserta, Akhtar Razana, memperoleh perspektif baru dalam memahami ilmu qira’at dan rasm Utsmani. “Tentu saja, ini sangat membantu kami dalam mengembangkan ide penelitian yang relevan dengan bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di kemudian hari,” tutur Akhtar Razana kepada Gontornews.com.
Terakhir, Dosen Pembimbing SPL UNIDA Gontor, Rezky Kaulan Maisurah MPdI, sangat berharap kunjungan ini dapat mempererat silaturahim antarkedua lembaga. “Kegiatan ini juga diharapkan mempererat silaturahim serta membuka peluang kolaborasi akademik antarlembaga,” tutup Dosen Alumnus Pondok Modern Darussalam Gontor itu. [Mohamad Deny Irawan]























