Jakarta, Gontornews — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT), Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Senin (12/10/2026), mengunjungi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Jakarta. Kunjungan yang menjadi rentetan kegiatan Studi Pengayaan Lapangan (SPL) ini diikuti oleh 19 mahasiswi semester 6 dan tiga dosen pembimbing: Dr Elit Ave Hidayatullah SThI MUs, Ustadzah Rezki Kaulan Maisurah MPdI, dan Ustadzah Dzatu Aliviatin Nuha MAg.
Kunjungan edukatif ini bertujuan memperluas wawasan mahasiswi mengenai metodologi penelitian sosial humaniora sekaligus memberikan pengalaman langsung untuk mengembangkan topik penelitian skripsi yang kontekstual dan adaptif terhadap isu-isu keumatan.
Peneliti Pusat Riset Agama dan Kepercayaan (PRAK) BRIN, Afrida Arinal Muna, menjelaskan kajian Al-Qur’an dan tafsir dapat diperluas melalui pendekatan sosial-humaniora. Pendekatan ini memungkinkan peneliti tidak hanya menelaah makna ayat dan pemikiran mufassir, tetapi juga mengkaji keterkaitan tafsir dengan berbagai persoalan sosial yang berkembang.
“Penelitian dapat diarahkan untuk menelusuri alasan munculnya penafsiran tertentu, faktor sosial yang mempengaruhinya, serta bagaimana penafsiran tersebut diproduksi dan diterima masyarakat,” ungkap Afrida saat menerima kunjugan SPL IQT UNIDA Gontor di BRIN Jakarta.
Afrida menambahkan, dalam merancang penelitian, seorang mahasiswa perlu menentukan objek dan pertanyaan penelitian, memilih teori, mengumpulkan data, serta melakukan analisis secara terarah. Selain itu, ia juga membagikan manfaat program pascadoktoral BRIN dalam penguatan keahlian riset, kolaborasi lintas disiplin, dan publikasi ilmiah bereputasi.
Sementara itu, peneliti Pusat Riset Hukum BRIN, Vera Bararah Barid, juga membagikan pengalaman tentang penelitian Al-Qur’an khususnya yang terkait penafsiran, penyebaran, dan penerimaan di masyarakat, termasuk melalui media digital. Menurutnya, perkembangan media dan konteks sosial menjadi bagian penting untuk memahami interaksi masyarakat dengan teks keagamaan.
Sementara itu, Kepala PRAK BRIN Yumasdaleni, mengemukakan sejumlah fokus penelitian aktual yang berpotensi dikaji melalui pendekatan sosial humaniora. Sebut saja isu seputar pemberdayaan perempuan, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), penyelenggaraan ibadah haji dan umrah, pelayanan keagamaan bagi kelompok rentan, sertifikasi halal, zakat, infak, sedekah, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren.
“Ini PR bagi adik-adik untuk menstimulasi bagaimana ilmu-ilmu sosial itu atau sosial humaniora dikaitkan dengan tafsir hadis,” ungkap Yumasdaleni dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
Pada saat yang bersamaan, Yumasdaleni juga menyampaikan peluang program magang bagi mahasiswa di BRIN selama tiga bulan hingga satu semester melalui pengajuan resmi dari pihak fakultas.
Riset Sosial-Humaniora
Dosen pendamping IQT UNIDA Gontor, Ustadz Dr Elit Ave Hidayatullah menjelaskan bahwa kunjungan ini membuka wawasan metodologis bagi mahasiswi dalam merancang penelitian berbasis sains sosial dan humaniora.
“Kedatangan kami ke sini di antaranya ingin mengetahui bagaimana metodologi penelitian humaniora dan sains sosial yang ada di BRIN, supaya mereka mendapatkan wawasan terkait metodologi penelitian sains sosial dan humaniora itu sendiri,” tuturnya.
Salah satu peserta, Akhtar Razana, mengungkapkan bahwa kunjungan ke BRIN memberikan perspektif baru yang sangat berharga bagi mahasiswa IQT. “Melalui kunjungan ke BRIN, kami menyadari betapa luasnya ruang kajian Al-Qur’an jika dipadukan dengan pendekatan sosial humaniora,” ungkapnya kepada Gontornews.com.
“Kami belajar bagaimana mengonstruksi riset dan pemaknaan Al-Qur’an secara metodologis dan saintifik agar mampu menjawab tantangan masyarakat kontemporer,” sambungnya.
Melalui pengenalan metodologi sosial humaniora ini, mahasiswi IQT UNIDA Gontor diharapkan mampu mengembangkan kajian Al-Qur’an dan tafsir dengan metode ilmiah yang kokoh serta memperluas keterkaitannya dengan berbagai persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. [Mohamad Deny Irawan]























