Malang, Gontornews — Kegiatan Science Adventure sukses menarik antusias 78 santri Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) Pondok Modern Darussalam Gontor. Acara ini dilaksanakan di Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Kamis-Jumat, 29–30 Oktober 2026. Di sana para santri belajar langsung tentang pemantauan cuaca dan gempa bumi serta budidaya lebah madu.
Kegiatan ini merupakan program tahunan Laboratorium KMI yang bertujuan untuk mempelajari serta mendalami sains dan MAFIKIB melalui praktik langsung, sehingga santri dapat memahami keterkaitan antara prinsip sains dan kegiatan sehari-hari. Rombongan terdiri atas 72 santri dari kelas 1 sampai kelas 5, termasuk kelas intensif, dan 6 ustadz pembimbing. Mereka berangkat dan dilepas langsung oleh para pembimbing Laboratorium KMI.
Hari pertama, rombongan mengunjungi Wisata Petik Madu di Kalirejo, Kecamatan Lawang. Di sana mereka mempelajari budidaya lebah madu, proses pemanenan, dan pemanfaatan hasilnya. Setelah sesi materi, santri berkeliling kebun. Malam harinya, di penginapan, mereka mendapat pengarahan penulisan laporan dan mengikuti halaqah.
Hari kedua, santri bertolak ke Stasiun BMKG Malang. Mereka mengikuti sesi di dalam dan di luar ruangan untuk mengenal dasar meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Mereka juga melihat fungsi dan cara kerja alat pemantau cuaca serta pendeteksi gempa bumi. Dari BMKG, rombongan kembali ke Gontor dan tiba pada sore hari. Malamnya, para peserta menulis laporan kegiatan.

Disebutkan gontor.ac.id, Staf Laboratorium KMI, Ibrahim Hidayatulloh SPd menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menghubungkan pelajaran sains di kelas dengan penerapannya di dunia nyata. Santri juga diharapkan lebih sadar akan mitigasi dan kesiapsiagaan bencana serta tertarik pada bidang sains dan teknologi.
Kegiatan ini berangkat dari upaya KMI meningkatkan mutu santri di bidang ilmu eksak. Laboratorium KMI beserta EXACT Club, ekstrakurikulernya, mendorong santri memahami sains lewat praktik langsung dan keterkaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan didanai dari iuran peserta.
Dengan kegiatan ini, santri diharapkan pulang membawa wawasan baru, semangat belajar yang lebih tinggi, dan inspirasi untuk memanfaatkan sumber daya alam secara produktif. []























