Tangerang Selatan, Gontornews — Pondok Pesantren Al-Amanah al-Gontory Tangerang Selatan, Kamis (05/11/2026) menggelah Kulah Umum bertajuk ‘Pesantren, Madrasah Kehidupan bagi Pendidikan Holistik’. Dalam kegiatan tersebut, Al-Amanah Al-Gontory mengundang Guru besar Ilmu Tasawuf Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Prof Dr Nur Hadi Ihsan MIRKH, sebagai pembicara.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory Tangsel, Drs KH Abdus Syakur MPd, menegaskan penerapan pendidikan holistik pesantren sejak lama. Menurutnya, pendidikan di pesantren tidak melulu kegiatan pembelajaran formal tetapi juga pendidikan karakter, kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab sekaligus kepemimpinan santri.
Pada kesempatan yang sama, Ketua STAI Al-Amanah Al-Gontory, Dr Surip SAg MM mencontohkan peran ahlus suffah dalam membentuk kepribadian dan kapasitas para sahabat. Melalui ahlus suffah, lahir sejumlah ulama ternama seperti Muadz bin Jabal dan Ibnu Mas’ud yang keunggulan dan kontribusinya bagi umat Muslim sangat terasa hingga hari ini.
Dalam pemaparannya, Prof Dr Nur Hadi Ihsan mengajak para peserta untuk meninjau kembali pemahaman mereka tentang pendidikan. Menurutnya, ada upaya ‘penyempitan’ makna pendidikan menjadi persekolahan. Padahal, pendidikan seseorang tidak terhenti di dalam kelas saja tetapi juga di asrama, masjid, organisasi, lingkungan dan aktivitas keseharian.
“Pendidikan holistik bukan sekadar memperbanyak kegiatan atau mengembangkan beragam kecakapan. Pendidikan holistik merupakan kesatuan proses yang mengembangkan dimensi intelektual, spiritual, moral, sosial dan emosional manusia,” kata Ustadz Nur Hadi sebagaimana dilansir laman Al-Amanah Al-Gontory.
“Dalam perspektif pendidikan Islam, kesatuan tersebut tercermin dalam ta’lim, tarbiyah dan ta’dib,” tambah pria kelahiran Jombang tersebut.
Lebih lanjut, Ustadz Nur Hadi menegaskan kembali bahwa orientasi dari sebuah pendidikan yaitu melahirkan manusia yang utuh atau al-insan al-kamil. Karena itu, kehidupan seorang santri di pesantren haruslah berlangsung secara terus menerus, baik kegiatan formal maupun pengalaman sehari-hari.
“Pendidikan tidak semestinya hanya menghasilkan manusia berpengetahuan, tetapi juga pribadi yang beradab, matang secara spiritual dan bertanggung jawab terhadap kehidupan,” ujar Guru Besar Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut.
“Lulusan pesantren diharapkan mengambil peran di berbagai lapangan pengabdian, baik sebagai ulama, pendidik, ilmuwan, pengusaha, birokrat dan mampu memimpin masyarakat,” pungkasnya. [Mohamad Deny Irawan]


























