Jantho, Gontornews — Wakil Menteri Agama, Romo Muhammad Syafi’i, menyebut pemerintah berencana untuk memasukkan materi edukasi dan mitigasi bencana ke dalam kurikulum pesantren dan madrasah. Baginya, integrasi kurikulum mitigasi bencana merupakan langkah penting dan mendesak bagi ekosistem pendidikan keagamaan.
“Ini bukan sekedar wacana tapi langkah penting yang harus segera kita ambil. Perlu kita tanamkan literasi kebencanaan sejak dini, agar santri bukan hanya paham teori, tetapi memiliki naluri kesiapsiagaan dan keterampilan dalam menyelamatkan diri maupun sesama,” ungkapnya saat menghadiri Pameran Karya Riset Kebencanaan Santri di Dayah/Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB) Aceh Besar.
Lebih lanjut, Wamenag menjelaskan bentang geografis Indonesia yang dinamis mendorong setiap pesantren atau madrasah untuk membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan penyelamatan diri sejak dini.
Pada kesempatan tersebut, Wamenag menyaksikan presentasi karya ilmiah santri RIAB berjudul Inong Tangguh yang mengangkat kearifan lokal smong masyarakat Pulau Simeulue. Smong sendiri merupakan julukan untuk tsunami yang diberikan oleh masyarakat Pulau Simeulue.
“Kita rancang integtrasi kurikulum ini agar madrasah dan pesantren punya kesiapan yang baik dalam menanggulangi bencana. Ini sejalan dengan agenda kita di kementerian untuk terus memperkuat edukasi keselamatan bagi anak-anak didik,” sambungnya sebagaimana dilansir laman Kementerian Agama.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasah Ruhul Islam Anak Bangsa, H Alamsyah Umar, mensyukuri kehadiran Wamenang ke RIAB, Jumat (6/11/2026).
“Kunjungan ini bukan sekadar agenda silaturahmi, melainkan juga menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi keluarga besar RIAB. Semoga semangat dan pesan yang disampaikan menjadi energi positif untuk mewujudkan madrasan yang semakin maju dan berkualitas,” tutup keterangan Humas RIAB di laman resminya, ruhulislam.com. [Mohamad Deny Irawan]

























