Surakarta, Gontornews — Penguatan jejaring pendidikan Islam dan kolaborasi antarlembaga berbasis Al-Qur’an terus dikembangkan melalui Opening Ceremony International Islamic Edu Fair (IIEF) 2026 yang digelar pada Sabtu (3/10/2026).
Berlokasi di Auditorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Pondok Modern (PP IKPM) Gontor. Kehadiran PP IKPM Gontor sebagai bagian dari upaya memperluas silaturrahim dan memperkuat jejaring antarlembaga pendidikan Islam.
Dilansir ppikpm.gontor.ac.id bahwa kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah alumni Gontor yang menjadi pengurus Forum Ma’ahid dan Pesantren Qur’an Indonesia (FORMAQIN), serta berbagai unsur lainnya, di antaranya pemerintah provinsi Jawa Tengah, pimpinan pondok pesantren, lembaga pendidikan Islam, dan para pengusaha dari berbagai daerah.
Ketua Umum FORMAQIN, Dr Umarul Faruq Abu Bakar dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkenan hadir dalam penyelenggaraan IIEF 2026. beliau menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang untuk memperkuat persaudaraan Islam sekaligus mengembangkan kepemimpinan yang berlandaskan al-Qur’an.
Menurutnya, pendidikan Islam perlu memiliki pondasi yang kuat sekaligus mampu menjawab berbagai perubahan zaman. Hal tersebut tercermin dalam empat prinsip yang menjadi landasan pendidikan Islam, yakni berakar kuat pada nilai-nilai Islam, unggul dalam ilmu dan kompetensi, adaptif terhadap perubahan, serta mampu memberikan kontribusi kepada dunia.
Ketua Dewan Pembina FORMAQIN, KH Syihabuddin Abdul Muiz, menyampaikan bahwa IIEF bukan sekadar agenda pertemuan, tetapi juga menjadi ruang silaturrahim dan pertukaran gagasan antarpesantren serta lembaga pendidikan Islam. Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka peluang bagi pengembangan lembaga pendidikan berbasis al-Qur’an yang memiliki kekuatan dan jangkauan internasional.
Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Jawa Tengah, Iwanuddin Iskandar, SH MHum memberikan apresiasi atas terselenggaranya IIEF 2026 di Surakarta. Ia menilai pesantren perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan prinsip dan nilai yang menjadi pondasi pendidikan.
Beliau juga menekankan pentingnya membangun jejaring yang lebih luas, baik antarlembaga di dalam negeri maupun dengan mitra internasional. Menurutnya, ilmu tidak cukup hanya diketahui, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk pemanfaatan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Kehadiran PP IKPM Gontor dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas silaturrahim dan membangun komunikasi dengan berbagai lembaga pendidikan Islam. Pertemuan seperti IIEF diharapkan dapat menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pendidikan Islam. []
























