Kairo, Gontornews — Sekitar 16 mahasiswa Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) di Sekolah Internasional Cairo (SIC) di Kairo Mesir. Kegiatan yang berlangsung selama enam pekan, sejak 14 April hingga 25 Mei 2026, tersebut merupakan salah satu dari komponen penilaian perkuliahan.
Kepala SIC, Priyo Nugroho ST, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan KKNT ke-38 Internasional UNIDA Gontor yang memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik. “Kehadiran Mahasiswa KKN ini bukan sekadar sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai kakak, sahabat belajar, sekaligus inspirasi bagi peserta didik,” kata Priyo sebagaimana dilansir kepada gontornews.com.
“Sikap ramah, semangat berinteraksi dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan sekolah memberikan kesan positif yang akan terus dikenang oleh anak-anak,” sambungnya.
Priyo menambahkan, pengalaman pengabdian seperti ini menjadi ruang pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat dalam berbagai situasi dan lingkungan.
Dalam prosesnya, belasan mahasiswa UNIDA Gontor itu terlibat dalam pengajaran bagi 154 peserta didik dari jenjang SD, SMP hingga SMA di SIC Mesir. Mereka bersama para guru bekerjasama dalam mengembangkan sistem pembiasaan membaca Al-Qur’an dan Iqra’ yang terukur dan terstruktur.
Para mahasiswa juga menyusun berbagai instrumen pendukung, meliputi perangkat placement test, standar operasional prosedur (SOP) pembiasaan membaca Al-Qur’an dan Iqra’, panduan penilaian, blanko penilaian harian, kartu kontrol bacaan siswa, serta modul tajwid bagi guru.
Selain pendampingan, mereka juga menyelenggarakan edukasi tentang Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagaimana dicanangkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen RI).
Mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pembinaan yang diselenggarakan sekolah, di antaranya seminar adab dan akhlak, pelatihan teknik dasar editing, Pelatihan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), seminar public speaking, edukasi sholat ghaib dan sholat jenazah, pendampingan proyek ko-kurikuler, serta berbagai kegiatan pembiasaan yang menjadi bagian dari kultur pendidikan di SIC Mesir.
Salah seorang guru SIC, Iqbal Zulfikar Setyadi, SPd, Dipl Ed, mengatakan bahwa pihak sekolah secara konsisten berupaya untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik. “Dalam sehari terdapat tiga waktu khusus untuk kegiatan keagamaan. Hal ini menunjukkan perhatian sekolah terhadap pentingnya menanamkan nilai-nilai spiritual kepada peserta didik,” ujar Iqbal menyoal pada upaya pembiasaan kegiatan keagamaan bagi para peserta didik.
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKNT 38 Internasional, Ustadz Dedi Mulyanto MPd, dalam pembekalannya menekankan pada pentingnya menunjukkan sikap-sikap dan nilai kepesantrenan bagi peserta didik. “Setiap mahasiswa harus mampu menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai pesantren serta menjadi teladan bagi peserta didik melalui perkataan, perilaku, dan aktivitas sehari-hari,” ucap Dedi Mulyanto MPd, dalam rilis yang diterima Gontornews.com.
Peserta KKNT 38 UNIDA Gontor, Salwa Ikhsani Kamila, mengakui kolaborasi antara UNIDA Gontor dengan SIC Mesir menujukkan bahwa sebuah pengabdian bisa dilakukan tanpa batas. “Di mana pun berada, seorang mahasiswa santri dapat tetap memiliki peluang untuk tetap bermanfaat sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ucap Salwa Ikhsani
“Pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui program berskala besar, tetapi dapat dimulai dari upaya sederhana yang menjawab kebutuhan nyata di lingkungan sekitar,” tutup mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UNIDA Gontor itu. [Mohamad Deny Irawan]



















