pesanan-baju-kaos
32 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 7 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Tadabbur Tafsir

Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Oleh Prof Dr H Sofyan Sauri MPd, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
15 May 2026
in Tafsir
0
Peran Jin dan Manusia dalam Kehidupan Sehari-hari

Foto: Baitulmaal Muamalat

Landasan Teologis

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”  (QS Adz-Dzariyat :56)

Interpretasi Para Mufasir

BACA JUGA

Landasan Etika Bertutur dalam Pergaulan

Transaksi Terbaik Orang Beriman dengan Allah

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Meneladani Nabi Muhammad SAW dalam Berbagai Situasi dan Kondisi

Kemerdekaan Sejati dalam Perspektif Al-Qur’an

Tafsir As-Sa’di menyebutkan, tujuan inilah yang Allah ciptakan jin dan manusia untuknya, dan Allah mengutus seluruh para rasul untuk menyerukan kepadanya, yaitu beribadah kepada-Nya, yang mencakup mengenal-Nya, mencintai-Nya, kembali (bertobat) kepada-Nya, menghadap kepada-Nya, serta berpaling dari selain-Nya.

Hal itu juga mengandung makrifat (pengenalan) kepada Allah Ta‘ala, karena kesempurnaan ibadah bergantung pada makrifat kepada Allah. Bahkan, semakin bertambah pengetahuan seorang hamba tentang Rabb-nya, maka semakin sempurna pula ibadahnya. Inilah tujuan Allah menciptakan makhluk-makhluk yang dibebani syariat (mukallaf) agar makrifatullah dan ibadahnya sempurna.

Sedangkan Tafsir al-Baghawi menyebutkan, Al-Kalbi, Adh-Dhahhak, dan Sufyan berkata: Ayat ini khusus bagi orang-orang yang taat dari kedua golongan tersebut (jin dan manusia). Sebagian ulama berkata: ‘Aku tidak menciptakan orang-orang yang berbahagia dari kalangan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku, dan orang-orang yang celaka di antara mereka kecuali untuk bermaksiat kepada-Ku.’

Ali bin Abi Thalib berkata, maksudnya ialah: ‘Kecuali agar Aku memerintahkan mereka untuk beribadah kepada-Ku dan mengajak mereka kepada ibadah kepada-Ku.’

Ada pula yang berpendapat: ‘Agar mereka tunduk dan merendahkan diri kepada-Ku.’ Maka setiap makhluk dari kalangan jin dan manusia tunduk kepada ketetapan Allah dan patuh kepada kehendak-Nya. Tidak seorang pun mampu keluar dari keadaan yang telah Allah ciptakan baginya.

Sementara itu, Tafsir Ath-Thabari menyebutkan, sebagian ulama berkata, mMaknanya ialah, ‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka tunduk kepada-Ku dengan penghambaan.’

Pendapat yang paling utama yaitu pendapat yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu: ‘Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku dan tunduk kepada perintah-Ku.’

Sesungguhnya mereka tetap tunduk kepada ketetapan Allah yang telah Allah tetapkan atas mereka, karena keputusan-Nya berlaku pada mereka dan mereka tidak mampu menolaknya ketika ketetapan itu menimpa mereka. Yang menyelisihi-Nya hanyalah orang yang kafir dalam pelaksanaan perintah yang Allah bebankan kepadanya. Adapun ketundukan terhadap ketetapan Allah, maka tidak seorang pun mampu menolaknya.”

Dalam Tafsir Ibnu Katsir disebutkan bahwa Ali bin Abi Thalhah meriwayatkan dari Ibnu Abbas: ‘Kecuali agar mereka mengakui penghambaan kepada-Ku, baik dengan suka rela maupun terpaksa.’

Ibnu Juraij berkata: ‘Agar mereka mengenal-Ku.’

’Ar-Rabi‘ bin Anas berkata: ‘Kecuali untuk beribadah.’

’As-Suddi berkata: ‘Di antara bentuk ibadah ada yang bermanfaat dan ada pula yang tidak bermanfaat.’

Inti Reflektif

Allah menciptakan jin dan manusia bukan sekadar untuk hidup, tetapi untuk beribadah dan mengabdi kepada-Nya. Ibadah tidak terbatas pada ritual semata, melainkan mencakup seluruh aktivitas yang dilakukan dengan niat yang benar, penuh tanggung jawab, dan sesuai dengan tuntunan Allah.

Karena itu, manusia hendaknya menjadikan setiap aspek kehidupannya: belajar, bekerja, berkeluarga, dan bermasyarakat, sebagai bentuk penghambaan kepada Allah, sambil menyadari bahwa kehidupan di dunia merupakan amanah yang akan dipertanggungjawabkan.

Nilai-Nilai Pedagogis

QS Adz-Dzariyat: 56 mengandung sejumlah nilai-nilai pendidikan bagi manusia, khususnya umat Islam. Pertama, Nilai Tauhid. Ayat ini menegaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia untuk beribadah kepada Allah. Pendidikan Islam harus membangun keyakinan tauhid yang kuat sehingga peserta didik memahami bahwa seluruh aktivitas hidupnya bernilai ibadah.

Guru dan orang tua harus menanamkan keimanan sejak dini, mengajarkan peserta didik dengan mengaitkan ilmu tentang kebesaran Allah dan membiasakan ibadah dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik, agar mereka menjadi hamba yang beriman, bertakwa dan bertauhid kepada Allah sejak dini.

Kedua, Nilai Tujuan Hidup. Ayat ini mengajarkan bahwa manusia memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu mengabdi kepada Allah. Pendidikan harus membantu peserta didik memahami arah hidup yang benar dan menjadikan Allah sebagai prioritas utama.

Guru dan orang tua harus membimbing peserta didik menentukan cita-cita yang mulia dan bermanfaat, menanamkan kesadaran bahwa belajar merupakan bagian dari ibadah serta membimbing peserta didik dalam menggunakan ilmu untuk kebaikan dunia dan akhirat sebagai bekal ibadah dan memperbaiki diri.

Ketiga, Nilai Tanggung Jawab. Pada ayat ini Allah mengingatkan bahwa jin dan manusia diciptakan untuk beribadah, maka setiap manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual terhadap Allah dan sesama yang harus dijalankan.

Guru dan orang tua harus membiasakan disiplin dan amanah dalam kehidupan sehari-hari kepada peserta didik. Guru dan orang tua harus memberikan sikap teladan bertanggung jawab terhadap amanah dan kewajiban serta menanamkan kesadaran kepada peserta didik akan konsekuensi setiap perbuatan yang kita lakukan.

Keempat, Nilai Keikhlasan. Pada ayat ini Allah mengingatkan hamba-Nya agar ibadah dilakukan dengan ikhlas hanya karena Allah. Dalam pendidikan, nilai ini sangat penting agar proses pembelajaran tidak hanya berorientasi pada pujian atau nilai semata.

Guru dan orang tua harus mengajarkan niat yang benar sebelum belajar kepada peserta didik. Adapun guru harus mengajar dengan penuh pengabdian, keikhlasan dalam menyampaikan materi serta membiasakan peserta didik berbuat baik tanpa pamrih dalam melakukan kebaikan dan mengerjakan ibadah.

Landasan Teoretis

Dalam pandangan Islam, manusia dan jin hidup berdampingan di bumi dengan peran utama beribadah kepada Allah SWT, namun beroperasi dalam dimensi berbeda.

Qadi Badruddin bin Abdullah as-Syibly, mengungkap fakta menarik dalam kitabnya yang berjudul ‘Ajaib wa Gharaib al-Jin.’ Melalui kitab yang bercorak hadis tekstual ini, dia menyatakan bahwa aktivitas jin, pada dasarnya serupa dengan manusia. Mereka makan, minum, tidur, dan beranak-pinak.

Kesamaan tersebut bukan hanya soal kebutuhan biologis sehari-hari, tetapi soal aspek ritual, pada dasarnya bangsa jin juga mendapat perintah yang sama yaitu beribadah kepada Allah SWT.

Mereka juga mendapat perintah dan larangan. Demikian bangsa jin dan manusia mempunyai rasul dari kalangan sendiri yang mengingatkan mereka terhadap petunjuk dan hari akhir. Allah SWT berfirman:

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ وَيُنْذِرُوْنَكُمْ لِقَاۤءَ يَوْمِكُمْ هٰذَاۗ قَالُوْا شَهِدْنَا عَلٰٓى اَنْفُسِنَا وَغَرَّتْهُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا وَشَهِدُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَانُوْا كٰفِرِيْنَ

“(Allah berfirman,) “Wahai golongan jin dan manusia, tidakkah sudah datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri yang menyampaikan ayat-ayat-Ku kepadamu dan memperingatkanmu tentang pertemuan pada hari ini?” Mereka menjawab, “(Ya,) kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.” Namun, mereka tertipu oleh kehidupan dunia. Mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri bahwa mereka kafir.” (QS Al-An’am: 130)

Manusia dan jin memiliki hati, mata dan telinga yang harus digunakan kepada kebaikan dan beriman kepada Allah jangan dibiarkan berpaling dari petunjuk Allah.

Allah SWT berfirman:

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَاۖ وَلَهُمْ اٰذَانٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَاۗ اُولٰۤىِٕكَ كَالْاَنْعَامِ بَلْ هُمْ اَضَلُّۗ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

“Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan banyak dari kalangan jin dan manusia untuk (masuk neraka) Jahanam (karena kesesatan mereka). Mereka memiliki hati yang tidak mereka pergunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat (ayat-ayat Allah), serta memiliki telinga yang tidak mereka pergunakan untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah. (QS Al-A’raf: 179)

Peran Jin dan Manusia

Lalu apa saja peran jin dan manusia dalam kehidupan sehari-hari? Pertama, peran manusia berfokus mengelola bumi, sementara jin hidup berdampingan secara tersembunyi. Ini peran dalam interaksi di dunia. Allah SWT berfirman:

وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ ِانِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةًۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.” (QS Al-Baqarah: 30)

Kedua, peran dalam pengaruh moral (kebaikan dan keburukan). Manusia memiliki potensi untuk dipengaruhi oleh jin, tetapi juga memiliki akal untuk membedakan yang baik dan buruk. Manusia memiliki derajat yang lebih tinggi jika taat, namun bisa lebih rendah dari binatang jika mengikuti hawa nafsu.

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ

“Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua”.” (QS Al-Hijr: 39)

Disebutkan pada ayat di atas bahwa iblis dari golongan jin yang terkutuk dan dilaknat Allah akan menyesatkan manusia agar berpaling kepada Allah. Oleh karena itu, kita harus menjadi hamba Allah yang ikhlas dalam beribadah dan bertakwa.

Ketiga, peran kemampuan jin dan manusia itu berbeda. Jin memiliki kemampuan fisik yang lebih besar, seperti bergerak cepat, berubah bentuk, dan terbang. Mereka tidak hidup kekal dan makan tulang. Adapun manusia itu terbatas oleh fisik tanah. Meskipun terbatas, manusia memiliki kelebihan dalam akal dan kemampuan untuk mengendalikan (atas izin Allah), seperti kisah Nabi Sulaiman yang mengendalikan jin.

Allah SWT berfirman:

وَحُشِرَ لِسُلَيْمٰنَ جُنُوْدُهٗ مِنَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ وَالطَّيْرِ فَهُمْ يُوْزَعُوْنَ

“Untuk Sulaiman dikumpulkanlah bala tentara dari (kalangan) jin, manusia, dan burung, lalu mereka diatur dengan tertib.” (QS An-Naml: 17)

Keempat, peran jin bagi manusia sebagai pendamping. Setiap manusia didampingi oleh jin qarin yang bertugas membisikkan hal-hal buruk, namun manusia diperintahkan untuk melawannya dengan dzikir.

Allah SWT berfirman:

قَالَ قَرِيْنُهٗ رَبَّنَا مَآ اَطْغَيْتُهٗ وَلٰكِنْ كَانَ فِيْ ضَلٰلٍ ۢ بَعِيْدٍ

“(Setan) yang menyertainya berkata (pula), ‘Ya Tuhan kami, aku tidak menyesatkannya, tetapi dia sendiri yang berada dalam kesesatan yang jauh’.” (QS Qaf: 27)

Interaksi Manusia terhadap Jin

Berikut ini interaksi manusia terhadap jin dalam kehidupan sehari-hari. Pertama, perlindungan dengan doa. Manusia dianjurkan membaca doa/basmalah sebelum masuk rumah, makan, mandi, atau melepas pakaian agar tidak diganggu jin.

Allah SWT berfirman:

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِۗ اِنَّهٗ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Jika setan benar-benar menggodamu dengan halus, berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-A’raf: 200)

Kedua, gunakanlah rumahmu untuk ibadah dan membaca Al-Qur’an. Jin menyukai tempat kotor, lembab, gelap, dan rumah yang tidak pernah digunakan untuk ibadah dan tidak juga membaca Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda:

لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ؛ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ البَقَرَةِ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

“Janganlah kalian menjadikan rumah kalian bagaikan pekuburan. Sesungguhnya setan lari (benar-benar berpaling) dari rumah yang dibacakan padanya surat Al-Baqarah.” (HR Muslim, No. 780)

Ketiga, jangan bersekutu dengan jin. Islam melarang keras meminta pertolongan atau bekerjasama dengan jin (perdukunan/syirik) untuk tujuan tertentu karena dapat menjerumuskan manusia pada kesesatan.

Allah SWT berfirman:

وَّاَنَّهٗ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْاِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًاۖ

“Sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari (kalangan) manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin sehingga mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.” (QS. Al-Jin: 6)

Keempat, meningkatkan ketaatan ibadah. Setan tidak dapat menembus hamba Allah yang benar-benar ikhlas dan mengoptimalkan ibadahnya (disebut Ibad atau Mukhlis).

Allah SWT berfirman:

قَالَ رَبِّ بِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِى الْاَرْضِ وَلَاُغْوِيَنَّهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ ۝٣٩

اِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِيْنَ ۝٤٠

“Ia (Iblis) berkata, ‘Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka’.” (QS Al-Hijr: 39-40)

Kisah Teladan

Dalam sebuah kisah shahih, sekelompok jin dari wilayah Irak datang kepada Nabi Muhammad SAW untuk mendengarkan bacaan Al-Qur’an. Setelah mendengar wahyu, mereka masuk Islam dan berjanji untuk menyebarkan kebenaran kepada kaumnya. Al-Qur’an dan ajaran Islam berlaku universal bagi jin dan manusia. Jin shalih merupakan saudara seiman manusia, sedangkan jin kafir seringkali bertindak sebagai setan yang mengganggu manusia.

Dikisahkan terdapat jin Muslim bernama Muhbar bin Abhar yang tinggal di Bukit Tursina. Ia marah melihat jin musyrik (Musfir) menghina Rasulullah melalui berhala Hubal. Muhbar mengejar dan membunuh jin musyrik tersebut. Dengan izin Rasulullah, ia menghancurkan berhala Hubal dari dalam, menunjukkan bahwa jin shalih berperan membela kebenaran.

Ada juga kisah sesosok jin pernah muncul mengganggu di depan Imam Mujahid, lalu beliau mengejarnya sampai jin itu jatuh. Beliau berkata “Kalau kamu takut, mereka akan menguasaimu. Untuk itu bersikap keraslah.” (Riwayat Ibnu Abi Dunya)

Selain berwujud manusia, jin juga dapat tampil dalam wujud binatang. Imam Bukhari menyebutkan dari sekian riwayat menyangkut perubahan bentuk jin, antara lain dalam bentuk ular. Sementara itu, Ibnu Taimiyah menulis dalam kumpulan fatwa-fatwanya bahwa jin dapat mengambil bentuk manusia atau binatang, seperti ular, kalajengking, sapi, kambing, dan kuda.

Demikianlah jin yang beriman akan membantu manusia yang beriman dalam berdakwah. Adapun jin kafir/setan akan menganggu manusia dan menghalangi jalan kita kepada Allah. Oleh karena itu, janganlah kita takut pada jin karena Allah telah memberikan kelebihan kepada kita.

أَعُوذُ بِوَجْهِ اللَّهِ الْكَرِيمِ، وَبِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلَا فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا. وَمِن شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي الْأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ طَوَارِقِ اللَّيْلِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ

“Aku berlindung dengan Zat Allah yang Mahamulia, dengan kalimat-kalimat-Nya yang sempurna, yang tidak ada orang baik dan juga orang durhaka yang melampauinya, dari keburukan yang turun dari langit dan keburukan apa pun yang naik ke langit; dari keburukan apa saja yang masuk ke bumi dan keburukan apa saja yang keluar dari bumi; dari keburukan fitnah-fitnah siang dan malam; dari keburukan petaka-petaka malam; dari keburukan setiap petaka yang datang, kecuali petaka yang datang membawa kebaikan, wahai Zat yang Maha Penyayang.” (HR At-Tabrani di Al-Mu’jam Shagir dan Awsat)  []

Tags: JinManusiaSetan
Share64Tweet40Send
Previous Post

BAZNAS Kembangkan Layanan Kurban yang Lebih Bermakna dan Berdampak

Next Post

BAZNAS Bersama Blibli Salurkan Paket Logistik bagi Masyarakat Miskin di Jakarta

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

Berbudi Tinggi dan Berjiwa Besar: Fondasi dan Mahkota Kepribadian Santri

25 September 2026
Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

Catatan Penting dari Pengukuhan Prof Akhmad Affandi Mahfudz sebagai Guru Besar UNIDA Gontor

1 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026

Komjen (Purn) Dr Nurfaizi Suwandi: Mutiara Indonesia di Negeri Piramida

13 February 2018
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

0
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

0
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

0
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

0
Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

Arsitektur Peradaban Gontor: Sintesis Tasawuf, Sunnatullah, dan Hakikat Pendidikan

6 October 2026
Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

Prodi IQT UNIDA Gontor Dalami Jurnalistik Media Islam di Majalah Gontor

6 October 2026
Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

Ciptakan Rumah Tangga Sakinah, Berikut Lima Tipsnya!

6 October 2026
Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

Menyoal Branding Pesantren: Saat Pesantren Harus ‘Tebar Jala’ Informasi

5 October 2026
Pesta Literasi Alumni di Satu Abad Gontor

Tangis Haru di Puncak Peringatan 100 Tahun Gontor

5 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result