Ngawi, Gontornews – Sebanyak 233 Alumni Gontor Putri 2005 ikut meramaikan acara Reuni Akbar Gontor Putri yang diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri kampus I di Desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi, Jawa Timur. Antusiasme angkatan yang bernama “Nahya Zeffa de Mayla” itu sangat tinggi, sebab acara itu bukan hanya sebagai ajang silaturahmi juga sebagai kesempatan dalam me-recharge energi berlian melalui nasihat Assoc Prof Dr KH Ahmad Hidayatullah Zarkasyi MA.
Ketua Penanggung Jawab (PJ) Angkatan, Viska Restiani kepada Majalah Gontor mengungkapkan rasa syukur dan haru atas terselenggaranya perhelatan akbar reuni Gontor Putri 2026 yang telah diramaikan lebih dari 5 ribu alumni dari angkatan pertama 1994 sampai angkatan terakhir 2026 berjalan lancar.
“Pastinya penuh rasa syukur, selain bisa bertemu teman-teman seperjuangan yang lebih dari 20 tahun tidak bertemu, di acara ini juga kami merasa men-charge energi positif dari ayahanda kami,” ungkapnya.
Viska yang diberikan kesempatan untuk tampil di depan peserta Alumni Akbar Gontor Putri itu juga mengaku takjub dengan suasana dan pergedungan yang semakin mewah yang ada di Kampus I Gontor Putri tersebut. “Dua puluh tahun yang lalu gedung-gedungnya tidak seperti ini, terlebih masjid jami’nya, maa syaa Allah, bersyukur bisa menjadi bagian dari Gontor,” ungkapnya kembali.
Terakhir Viska berharap agar Pondok Modern Gontor yang kini berusia 100 tahun akan terus istiqamah melahirkan generasi Muslim penerus bangsa yang berilmu, berakhlak, mandiri dan mampu menjadi solusi bagi umat.
“Dan semoga alumninya tidak hanya sukses secara pribadi, tapi bisa bermanfaat seluas-luasnya, bangun peradaban dan bisa menguatkan ekonomi umat,” katanya.
Sementara itu, salah satu alumni 2005, dr. Yulia Kartika Utami Sp.An-Ti, saat ditanyai mengenai hal terkesan yang ia rasakan selama mengikuti acara Reuni Akbar Gontor Putri yaitu perjumpaan kembali para kiai dan guru yang dulu pernah mengajarnya selama belajar di Gontor Putri 1.
“Kami menyadari bahwa setiap pencapaian yang kami raih saat ini tidak lepas dari ilmu, didikan, nasihat, dan keikhlasan beliau-beliau dalam membimbing kami, bukan hanya mengajarkan pelajaran di kelas, tetapi juga menanamkan adab, akhlak, kedisiplinan, keikhlasan, dan semangat pengabdian yang menjadi bekal sepanjang kehidupan,” akunya haru.
Ibu satu putri itu juga berharap di usia satu abad, semoga Pondok Modern Darussalam Gontor senantiasa menjadi mercusuar peradaban Islam yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak mulia, berjiwa pemimpin, dan siap mengabdi kepada umat, bangsa, serta dunia.
Selain itu diharapkan juga nilai-nilai yang diwariskan para pendiri—keikhlasan, kesederhanaan, berdikari, ukhuwah Islamiyah, dan kebebasan berpikir yang bertanggung jawab—tetap terjaga dan semakin mengakar di setiap generasi.
“Selamat Milad 100 Tahun Gontor. Dari Trimurti lahir cahaya, dari Gontor tumbuh peradaban. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga, memberkahi, dan menguatkan langkah Gontor dalam mendidik generasi yang berilmu, beriman, berakhlak, dan siap menjadi pemimpin umat hingga abad-abad berikutnya,” ucap Yulia. [] Devilusiana





















