Bogor, Gontornews – Menyambut Tahun Ajaran 2026/2027, SMPIT Insantama Leuwiliang, Kabupaten Bogor, menggelar Rapat Kerja (Raker) sebagai forum penyusunan program dan strategi peningkatan mutu pendidikan. Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh guru serta pengurus Yayasan Amanah Insantama dan berlangsung pada 15–20 Juni 2026 serta ditutup pada Sabtu (11/7/2026) di Aula SMPIT Insantama Leuwiliang.
Raker menjadi momentum bagi seluruh sivitas sekolah untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan sekaligus menyusun langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan pada tahun ajaran baru.
Pada hari terakhir pelaksanaan Raker, Kepala SMPIT Insantama Leuwiliang, Yoga Swara SP, memaparkan materi bertajuk “Evaluasi dan Rekomendasi Kepala Sekolah Berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2025 SMPIT Insantama Leuwiliang.” Paparan tersebut menjadi landasan dalam merumuskan berbagai program prioritas sekolah pada Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Yoga Swara, evaluasi kepala sekolah disusun sebagai instrumen utama untuk mengukur mutu layanan pendidikan sekaligus efektivitas kepemimpinan dalam mengelola satuan pendidikan. Evaluasi tersebut bertujuan mengidentifikasi capaian, kekuatan, tantangan, serta rekomendasi perbaikan guna mendukung peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
“Berdasarkan Rapor Pendidikan Tahun 2025, SMPIT Insantama Leuwiliang memperoleh nilai 88 dengan kategori Baik. Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus memperbaiki aspek-aspek yang masih perlu dikembangkan,” ujar Yoga Swara.
Dalam paparannya, Yoga Swara menyampaikan sejumlah indikator yang menjadi kekuatan utama sekolah. Kemampuan literasi peserta didik mencapai 100 persen, sementara kemampuan numerasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Selain itu, kepemimpinan instruksional dinilai berkembang sangat baik, didukung budaya refleksi dan pengembangan profesional guru yang berjalan secara efektif. Lingkungan sekolah yang aman dan kondusif juga menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan proses pembelajaran.
Meski demikian, hasil evaluasi juga menunjukkan sejumlah aspek yang masih memerlukan perhatian. Di antaranya peningkatan kreativitas peserta didik, kualitas pembelajaran di kelas, penguatan kesetaraan gender, pengembangan nilai kebhinekaan dan toleransi, serta optimalisasi pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning).
Sebagai tindak lanjut dari hasil evaluasi tersebut, SMPIT Insantama Leuwiliang menetapkan sejumlah program prioritas pada Tahun Ajaran 2026/2027. Program tersebut meliputi peningkatan supervisi akademik berbasis coaching, pengaktifan komunitas belajar guru secara rutin, penyelenggaraan pelatihan kreativitas dan inovasi pembelajaran, pengembangan sekolah ramah anak yang berperspektif kesetaraan gender, serta penguatan pendidikan toleransi dan kebhinekaan.
Selain itu, sekolah juga berkomitmen mempertahankan capaian literasi dan numerasi yang telah menunjukkan hasil sangat baik, sekaligus memperluas implementasi pembelajaran berbasis proyek sebagai bagian dari upaya membangun kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah peserta didik.

Melalui Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027 ini, SMPIT Insantama Leuwiliang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan dalam tata kelola sekolah dan proses pembelajaran. Dengan mengacu pada hasil Rapor Pendidikan sebagai dasar penyusunan program, sekolah berharap dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mencetak lulusan yang unggul dalam prestasi, berkarakter Islami, serta siap menghadapi tantangan masa depan. []





















