Jeddah, Gontornews — Dalam waktu 24 jam setelah peluncuran tiga fase vaksin di Kerajaan Arab Saudi, lebih dari 150.000 orang mendaftar melalui aplikasi “Sehaty” Kementerian Kesehatan, kata Menteri Kesehatan Saudi Dr Tawfiq Al-Rabiah pada hari Rabu (16/12), dikutip Arabnews.com.
Ia mendesak warga Saudi dan ekspatriat untuk mendaftar sesegera mungkin, mengingat rencana pihak berwenang yang memprioritaskan kelompok rentan tertentu.
Arab Saudi pada hari Rabu menerima gelombang pertama vaksin penyakit virus corona (COVID-19).
Vaksin tersebut telah melewati semua tahap pengujian dan mengandung respons kekebalan yang kuat terhadap virus, kata kementerian itu. Perawatan ini gratis untuk semua warga negara dan penduduk sesuai arahan dari kepemimpinan Saudi.
Al-Rabiah mengatakan setelah pandemi COVID-19, Kerajaan harus mengambil keputusan luar biasa untuk mengendalikan penyebaran virus seperti menangguhkan umrah dan mengalihkan pekerjaan pemerintah dan pendidikan secara online.
Menteri Kesehatan mengatakan keputusan berani seperti itu membutuhkan koordinasi antarsemua lembaga pemerintah.
Al-Rabiah juga menyoroti “dedikasi tak tertandingi” dari petugas kesehatan dalam memerangi virus.
Kepala kesehatan mengharapkan virus itu berakhir setelah semua orang di Kerajaan divaksinasi.
Penurunan jumlah penularan di Arab Saudi dibandingkan negara lain disebabkan oleh persiapan dini dengan memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan tindakan pencegahan, ujarnya.
Menteri mengatakan lebih dari 200 pusat telah didirikan di seluruh Kerajaan sebagai pusat pengujian COVID-19. Pusat-pusat ini merilis hasil pengujian dalam waktu sekitar 12 jam, tambahnya. []


















