Jakarta, Gontornews — Majelis Ulama Indonesia (MUI) menolak upaya Israel untuk menjalin hubungan diplomatik resmi dengan pemerintah Indonesia. Ketua MUI bidang hubungan luar negeri, Sudarnoto Abdul Hakim menegaskan pemerintah tidak akan membangun hubungan diplomatik dengan Israel.
Sudarnoto menegaskan bahwa Undang-undang Dasar 1945 Republik Indonesia menolak segala bentuk penjajahan. Dosen Universitas Islam Negeri Jakarta tersebut juga menegaskan bahwa Indonesia senantiasa mendukung kemerdekaan Palestina.
“Jadi sangat kecil kemungkinan Indonesia akan mengubah pandangannya dan mengikuti ajaran Israel,” ungkapnya kepada Anadolu Agency.
Duta Besar Israel untuk Singapura, Sagi karni, mengatakan negaranya ingin membangun hubungan diplomatik dengan negara-negara mayoritas muslim Asia Tenggara seperti Malaysia, Indonesia maupun Brunei Darussalam.
Sebagai informasi, ketiga negara Asia Tenggara tersebut menyerukan pendudukan Israel teradap wilayah Palestina. Mereka juga meminta kedua negara menyelesaikan persoalan dengan merujuk pada kesepakatan perbatasan sebelum perang Timur Tengah 1967 silam.
Meski demikian, Karni menyebut ketiga negara menyayangkan kritik yang mereka alamatkan kepada Israel dengan jujur. Karni menjelaskan bahwa hakikat konflik yang terjadi adalah bentrok antara Israel dengan kelompok Hamas dan bukan dengan rakyat Palestina.
Sudarnoto menolak anggapan tersebut. Baginya, Israel berusaha mengaburkan permasalahan konflik Israel dengan Hamas saja. Padahal, Israel masih menduduki wilayah Palestina hingga saat ini.
“Memang benar, tiga negara muslim di Asia Tenggara ini termasuk negara-negara yang tidak pernah mau memiliki hubungan diplomatik dengan Israel,” tutupnya. [Mohamad Deny Irawan]




















